Kemeriahan Berkurban Ternak, Tradisi Sambut Ramadan di Thailand

Risna Halidi, Frieda Isyana Putri

Selasa, 28 April 2020 | 07:00 WIB
Kemeriahan Berkurban Ternak, Tradisi Sambut Ramadan di Thailand
Hewan kurban. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Kemeriahan Berkurban Ternak Jadi Tradisi Ramadan di Thailand

Meski umat muslim hanya kurang lebih 5-10 persen dari populasi di Thailand, tidak menutupi adanya tradisi tertentu untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.

Kebanyakan umat muslim berada di Thailand bagian selatan. Mereka berasal dari pedagang Arab dan India yang berkunjung ke sana sejak abad ke-12.

Kebanyakan umat muslim ini adalah keturunan Melayu dan berbicara menggunakan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia. Namun banyak juga dari mereka yang menulis dalam huruf Arab.

Di hari pertama Ramadan, tiap keluarga biasa  mengurbankan kepala hewan ternak untuk merayakan bulan suci. Bagi keluarga yang tidak mampu, mereka diminta untuk mengurbankan burung.

Ini adalah salah satu tradisi yang sudah cukup tua di Thailand dan telah dipraktikkan selama berabad-abad.

Tradisi lainnya adalah menggendong mereka yang mampu menghafal Al-Quran alias hafiz di bahu seseorang dalam perayaan yang menggembirakan untuk menyelamati mereka.

Para penggendong akan berjalan-jalan membawa mereka untuk memberi contoh ada umat Muslim lainnya dan menyemangati mereka untuk menghafal Al-Quran juga.

Di Thailand pada bulan Ramadan, masjid-masjid terang benderang dan banyak dekorasi digantung. Thailand memiliki kurang lebih 3.494 masjid, termasuk 180 masjid hanya di ibukota Bangkok.

baca juga

Menjelang waktu berbuka puasa, bedug dipukul. Mereka yang memukulnya biasa disebut dengan 'bilal'.

Ilustrasi bedug. (Antara/Arif Pribadi)
Ilustrasi bedug. (Antara/Arif Pribadi)

Sebelum berbuka, para perempuan keluar berkelompok dan duduk di depan salah satu rumah mereka dan berbuka bersama, sementara para lelaki tidak makan masakan istri mereka, namun dari istri orang lain.

Berbuka biasanya dimulai dengan memakan kurma, diikuti segelas susu, beberapa jus, dan camilan. Seringnya mereka memasak sejenis masakan kemudian membagikannya dengan rata sehingga setiap orang memiliki sejumlah makanan berbeda.

Muslim di Thailand menyukai kue yang terbuat dari beras dan susu dan lebih menyukai mengonsumsinya saat sahur.

Sebelum sahur, anak muda dan anak-anak berdiri di depan rumah mereka dengan membawa buah dan lentera yang terbuat dari ranting pohon dan dinyalakan dengan minyak, membuatnya seakan seperti obor. Namun saat datang waktu sahur, jalanan menjadi kosong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Pakistan, Lempar Telur Rebus Jadi Bagian dari Tradisi Ramadan

Di Pakistan, Lempar Telur Rebus Jadi Bagian dari Tradisi Ramadan

Lifestyle | Senin, 27 April 2020 | 03:00 WIB

Setelah Amerika Serikat, Kepolisian Thailand Juga Pakai Tesla Model 3

Setelah Amerika Serikat, Kepolisian Thailand Juga Pakai Tesla Model 3

Otomotif | Sabtu, 25 April 2020 | 21:00 WIB

Bermain Rebut Cincin, Tradisi Menyambut Ramadan di Irak

Bermain Rebut Cincin, Tradisi Menyambut Ramadan di Irak

Lifestyle | Senin, 27 April 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Shade Bedak Inez untuk Kulit Putih yang Mana? Ini Panduan Memilihnya

Shade Bedak Inez untuk Kulit Putih yang Mana? Ini Panduan Memilihnya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Bahaya Laten Diskon Ongkir: Jangan Korbankan Nasib Perusahaan demi Sekadar Persaingan

Bahaya Laten Diskon Ongkir: Jangan Korbankan Nasib Perusahaan demi Sekadar Persaingan

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Cekcok Saat Main Domino Berujung Maut di Abdya, Pemuda 24 Tahun Tewas

Cekcok Saat Main Domino Berujung Maut di Abdya, Pemuda 24 Tahun Tewas

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Kronologis Kopdes Merah Putih Dibangun di Lahan Bekas Masjid di Balaraja

Kronologis Kopdes Merah Putih Dibangun di Lahan Bekas Masjid di Balaraja

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:06 WIB

1.199 Pinjol Ilegal Telah Ditutup hingga September 2026, Ini Modusnya

1.199 Pinjol Ilegal Telah Ditutup hingga September 2026, Ini Modusnya

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:06 WIB

Viral Bangunan Kopdes di Labuhanbatu Terendam Banjir, Dandim Buka Suara

Viral Bangunan Kopdes di Labuhanbatu Terendam Banjir, Dandim Buka Suara

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Bedak Padat Inez untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Intip Pilihan Shade-nya

Bedak Padat Inez untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Intip Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Generasi Muda dan Gagasan Circular Campus, Saat Kampus Mulai Memikirkan Masa Depan Sampah

Generasi Muda dan Gagasan Circular Campus, Saat Kampus Mulai Memikirkan Masa Depan Sampah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Pernikahan: Antara Komitmen, Tuntutan Ekonomi, dan Perubahan Zaman

Pernikahan: Antara Komitmen, Tuntutan Ekonomi, dan Perubahan Zaman

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Kupu-Kupu Jarang Terlihat, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?

Kupu-Kupu Jarang Terlihat, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:56 WIB

×