Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Dengar Apa Kata Mereka?

Ririn Indriani, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:15 WIB
Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Dengar Apa Kata Mereka?
Lebaran di tengah pandemi Covid-19, dengarkan apa kata mereka? (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Dengar Apa Kata Mereka?

Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang akan dirayakan Minggu (24/5/2020) berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,

Bagaimana tidak, Lebaran tahun ini umat Muslim merayakannya di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Itu artinya yang berlebaran tidak bisa leluasa beraktifitas di luar rumah yang sudah menjadi tradisi atau kebiasaan saat Lebaran, misalnya Solat Idulfitri dan mengunjungi keluarga, saudara, kerabat dan tetangga untuk silaturahmi.

Kondisi tersebut mau tidak mau harus diterima dengan lapang dada demi kebaikan bersama.

Lantas, apa pendapat masyarakat mengenai hal ini? Berikut pendapat beberapa warga Jakarta dan sekitarnya yang berhasil ditemui Suara.com, baru-baru ini.

Ilustrasi perayaan Lebaran bersama keluarga. (shutterstock)
Ilustrasi perayaan Lebaran bersama keluarga. (shutterstock)

"Saya pribadi insya Allah siap, karena pada dasarnya kita semua sudah terbiasa menjalani hari di tengah Covid-19 ini di tengah sudah mulai diberlakukannnya PSBB (pembatasan sosial berskala besar)," ujar Raafi Bimo (25), mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.

Kesiapan ini juga menurut sebagian besar orang harus dilihat dari sisi kesehatan, dengan memperkuat sistem imunitas tubuh agar tidak mudah tertular.

baca juga

Apalagi sedikit banyak Lebaran membuat banyak orang berkeliling menemui sanak keluarga di kota yang sama, meskipun itu tidak dianjurkan.

"Tentu akan buat suasana tentu berbeda, karena mau tidak mau kita harus siap menerima situasi kondisi seperti saat ini," ungkap Iman Firmansyah (30), pekerja swasta di Jakarta.

Selanjutnya di halaman berikutnya: Lebaran di Rumah Aja, Ini Rencana Mereka

Lebaran di Rumah Aja, Ini Rencana Mereka
Kebanyakan dari mereka juga mengaku akan berlebaran di rumah aja dan berkumpul bersama keluarga.

Para ibu juga sudah mempersiapkan masakan dan kue Lebaran terlezat untuk keluarga di rumah aja.

Berkumpul dengan keluarga di rumah aja saat Lebaran justru menjadi momen untuk semakin mendekatkan diri dengan keluarga.

"Di rumah aja Lebaran sama keluarga, bersih-bersih rumah, masak," aku Silvana Miranda (55) yang tidak bisa mudik ke kampung halamannya di Gorontalo, Sulawesi.

Kondisi serupa dialami pula oleh mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman, Sahira Jati Pratiwi (20) yang sudah pulang ke kampung halamannya sejak Maret lalu.

Ia berencana menghabiskan Lebaran bersama keluarga.

Ilustrasi makan bersama saat Hari Raya Lebaran. (Shutterstock)
Ilustrasi makan bersama keluarga saat Hari Raya Lebaran. (Shutterstock)

"Quality time sama keluarga, kaya nonton televisi bareng atau makan bareng. Soalnya jarang sih kita lengkap sekeluarga ngumpul semua di rumah," aku Sahira.

Berbeda dengan, Iman yang biasanya rutin pulang kampung ke Tasikmalaya, Jawa Barat, bertemu keluarga besar, Lebaran tahun ini memilih tidak mudik lantaran mengikuti anjuran pemerintah sebagai upaya menekan risiko semakin meluasnya penyebaran virus Corona Covid-19.

Rencananya, Iman akan silaturahmi dengan keluarga melalui video call sebagai pengobat rindu.

"Terlalu berisiko kalau saya nekat mudik mengingat banyak keluarga di kampung halaman yang sudah lanjut usia dan rentan terkena virus corona, karena kita tidak tahu bahwa di jalan kita akan terpapar atau seperti apa," tutur Iman.

Alasan sama dikemukakan pula oleh Nana Suherni (29), karyawan swasta di sebuah perusahaan. Ia juga tidak mudik, karena tak mau ambil risiko kesehatan terpapar Corona Covid-19 yang bisa saja terjadi pada keluarganya di kampung halaman.

"Nggak mudik karena takut, kita itu bisa aja berisiko sebagai pembawa virus corona ke desa kita, jadi lebih baik stay di rumah aja," ujar Nan.

Keputusan serupa dilakukan pula oleh Subagyo (51) yang tidak mudik ke Yogyakarta.

"Nggak pulang kampung 'kan dilarang pemerintah," ungkap Subagyo (51).

Selanjutnya di halaman berikutnya: Doa dan Harapan ...

Doa dan Harapan
Menyadari betapa bahayanya Corona Covid-19 bagi manusia, baik Iman, Subagyo, Nana Suherni, Silvana maupun Sahira berharap, masyarakat memiliki kesadaran yang sama sehingga tidak berbondong-bondong mudik demi kebaikan bersama.

Bila masyarakat memiliki sikap positif yang sama dalam menghadapi pandemi Covid-19, diharapkan wabah Corona dapat segera mereda, sehingga kehidupan sosial dapat berjalan seperti sediakala atau, setidaknya saat nanti menjalani kehidupan 'new normal' tak lagi terlalu khawatir.

"Kita sudah rindu dengan aktivitas di luar ruangan bertemu banyak orang dan berinteraksi tatap muka langsung. Harapan banyak orang pandemi ini segera berakhir dan mengembalikan hidup normal manusia," ungkap Silvana dan lainnya.

Ilustrasi pasangan muslim sedang berdoa. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan muslim sedang berdoa. (Shutterstock)

Sahira juga mengaku sudah jenuh dengan keadaan saat ini. Ia rindu bertemu teman-teman di kampusnya.

Tak hanya itu, Sahira bahkan mengaku sudah pusing dengan kuliah online yang dianggapnya tidak maksimal.

"Pengen kuliah, aku pengen balik ke kosan, pengen ketemu temen-temen kuliahku. Pengen balik ke tempat kuliah aku. Aku nggak mau ngerjain tugas online lagi, udah pusing banget," ceritanya blak-blakan.

Bila wabah Corona mereda, Subagyo sebagai orang dengan umur yang tidak muda lagi juga merasa aman dan nyaman dimanapun berada, termasuk di tempat kerja.

"Semoga wabah ini cepat berakhir, sehingga kota bisa nyaman aman," terang Subagyo menutup perbincangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Inspirasi untuk Mempersiapkan Hari Lebaran di Rumah Aja

5 Inspirasi untuk Mempersiapkan Hari Lebaran di Rumah Aja

Video | Jum'at, 22 Mei 2020 | 15:00 WIB

Jelang Lebaran, Ini Tips Aman Belanja Online

Jelang Lebaran, Ini Tips Aman Belanja Online

Video | Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:00 WIB

Cemas dan Gelisah Selama Pandemi Covid-19, Ini Tips Tidur Nyenyak dari Ahli

Cemas dan Gelisah Selama Pandemi Covid-19, Ini Tips Tidur Nyenyak dari Ahli

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 17:30 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×