Pendukung Tembakau Alternatif Kritisi WHO, Sebut WHO Lupa Tujuan Awal

Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 11 Juni 2020 | 14:26 WIB
Pendukung Tembakau Alternatif Kritisi WHO, Sebut WHO Lupa Tujuan Awal
Tembakau merupakan bahan utama rokok. (Shutterstock)

Suara.com - Berdasarkan data WHO, kanker menjadi salah satu jenis penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian terbesar kedua di dunia dan bertanggung jawab atas sekitar 9,6 juta kematian di tahun 2018.

Bahkan secara global, sekitar satu dari enam kematian disebabkan oleh penyakit kanker.

Di sisi lain, penggunaan rokok atau produk tembakau yang dibakar yang menghasilkan lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya dituduh sebagai faktor risiko tertinggi dan bertanggung jawab atas sekitar 22 persen kematian akibat kanker.

Di sisi lain, Profesor Emeritus University of Auckland New Zealand sekaligus Mantan Direktur Departemen Penyakit Kronis dan Promosi Kesehatan WHO, Profesor Robert Beaglehole, mengatakan bahwa WHO kehilangan kesempatan untuk mengurangi penyakit kanker, jantung, dan paru-paru jika tidak merangkul inovasi produk tembakau alternatif.

"Mendorong orang untuk beralih ke produk alternatif yang lebih rendah risiko dapat membuat perbedaan besar pada permasalahan penyakit di tahun 2030 mendatang, jika WHO mendukung gagasan itu, alih-alih melarangnya," jelasnya.

Kritik terhadap kebijakan WHO turut disuarakan oleh ahli dari School of Global Public Health New York University, Profesor David Abrams, yang mengklaim rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok biasa.

Perokok yang telah beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif dianggap telah membuktikan adanya perbaikan kesehatan.

"Namun, WHO terus mengampanyekan larangan langsung atau regulasi ekstrem bagi produk tersebut. Apakah masuk akal untuk melarang produk yang jauh lebih aman ketika rokok tersedia di mana-mana?" tegasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ahli Epidemiologi University of Nottingham sekaligus Direktur Pusat Studi Tembakau dan Alkohol Inggris, Profesor John Britton, juga meminta WHO untuk kembali fokus mencapai tujuan awalnya.

WHO dianggap membutuhkan strategi yang berbeda untuk mengurangi permasalahan penyakit yang diakibatkan dari rokok.

"Kita tahu WHO menerapkan pengurangan risiko di bidang kesehatan masyarakat lainnya, termasuk untuk obat-obatan terlarang dan kesehatan seksual. Namun, pendekatan berhenti atau mati' bagi perokok serta menentang pengurangan risiko dari rokok itu tidak masuk akal," kata John.

Kritik tersebut diberikan kepada WHO setelah banyak pakar mengatakan bahwa WHO telah kehilangan arah dalam menyelesaikan permasalahan merokok secara global karena sikap WHO yang digambarkan "antiproduk tembakau alternatif."

Sampai saat ini, produk rokok alternatif masih menuai kontroversi dan dianggap sebagai produk yang memiliki efek negatif yang sama dengan rokok konvensional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Pernyataan Transmisi OTG, Pakar Infeksi Sebut WHO Alami Kemunduran

Soal Pernyataan Transmisi OTG, Pakar Infeksi Sebut WHO Alami Kemunduran

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 12:59 WIB

Kontroversi, Pejabat WHO Sebut Orang Tanpa Gejala Jarang Tularkan Covid-19

Kontroversi, Pejabat WHO Sebut Orang Tanpa Gejala Jarang Tularkan Covid-19

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 22:35 WIB

Hits Health: WHO Tegaskan Pandemi Belum Usai, Bahan Kimia di Pembersih

Hits Health: WHO Tegaskan Pandemi Belum Usai, Bahan Kimia di Pembersih

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 20:18 WIB

Terkini

5 Parfum yang Cocok Dipakai Malam Hari, Wangi Elegan untuk Kencan dan Acara Spesial

5 Parfum yang Cocok Dipakai Malam Hari, Wangi Elegan untuk Kencan dan Acara Spesial

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 19:49 WIB

5 Shio Paling Beruntung 9 April 2026, Siap-siap Diguyur Rezeki Nomplok

5 Shio Paling Beruntung 9 April 2026, Siap-siap Diguyur Rezeki Nomplok

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 19:45 WIB

Bye-Bye Skincare Berlapis! Ini Rahasia Teknologi Sylfirm X untuk Kulit Glass Skin ala Korea

Bye-Bye Skincare Berlapis! Ini Rahasia Teknologi Sylfirm X untuk Kulit Glass Skin ala Korea

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 19:21 WIB

Urutan Skincare Pagi dan Malam yang Benar Menurut Dokter

Urutan Skincare Pagi dan Malam yang Benar Menurut Dokter

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 18:53 WIB

Intip Pesona 5 Pantai Eksotis di Australia Barat, Ada Spa Alami di Tengah Karang

Intip Pesona 5 Pantai Eksotis di Australia Barat, Ada Spa Alami di Tengah Karang

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:48 WIB

Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata di Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!

Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata di Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:31 WIB

IIGCE 2026: Saat Panas Bumi Diproyeksikan Jadi Tulang Punggung Energi Indonesia

IIGCE 2026: Saat Panas Bumi Diproyeksikan Jadi Tulang Punggung Energi Indonesia

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:30 WIB

9 Promo Skincare dan Makeup Viva April 2026: Beli Banyak Makin Hemat

9 Promo Skincare dan Makeup Viva April 2026: Beli Banyak Makin Hemat

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:25 WIB

Gimana Cara Mengatasi Jerawat ketika Haid? 5 Skincare Salicylic Acid Ini Patut Dicoba

Gimana Cara Mengatasi Jerawat ketika Haid? 5 Skincare Salicylic Acid Ini Patut Dicoba

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 17:03 WIB

5 Bedak Tabur Lokal yang Bikin Wajah Tampak Lebih Muda dan Segar  di Usia Matang

5 Bedak Tabur Lokal yang Bikin Wajah Tampak Lebih Muda dan Segar di Usia Matang

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 16:50 WIB