Kontroversi, Pejabat WHO Sebut Orang Tanpa Gejala Jarang Tularkan Covid-19

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Selasa, 09 Juni 2020 | 22:35 WIB
Kontroversi, Pejabat WHO Sebut Orang Tanpa Gejala Jarang Tularkan Covid-19
Pasien virus Corona tanpa gejala. (Shutterstock)

Suara.com - Pernyataan Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO Maria Van Kerkhove tentang orang tanpa gejala yang jarang menularkan covid-19 menuai kontroversi.

Pernyataan itu disampaikan Maria dalam virtual konferensi di Jenewa, Senin (8/6) waktu setempat. Pernyatannya coba menegaskan kembali posisi kelompok kasus asimptomatik, didasarkan pada laporan terperinci dari pelacakan kontak pada berbagai negara.

Sejak Februari, WHO sebenarnya belum melihat apakah kasus tanpa gejala sebagai penyebab utama penyebaran virus. Ketidakpastian itu kemudian menghambat upaya negara-negara untuk membuka kembali sistem ekonomi yang terdampak.

Kebingungan terjadi pada perbedaan faktor orang yang benar-benar tanpa gejala dan orang yang pra-gejala dalam menyebarkan virus.

"Studi komprehensif tentang penularan dari orang tanpa gejala sulit dilakukan, tetapi bukti yang tersedia dari pelacakan kontak yang dilaporkan oleh negara anggota menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi tanpa gejala jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan virus dibandingkan orang yang mengembangkan gejala," tertulis dalam pedoman WHO tentang penggunaan masker yang diterbitkan pekan lalu.

Orang yang pra-gejala mungkin bisa menularkan, kata WHO. Infeksi disebarkan melalui droplet yang keluar ketika bersin, batuk, berbicara atau bernapas.

Negara-negara di seluruh dunia telah mewaspadai pelonggaran pembatasan wilayah, takut bahwa orang tanpa gejala dapat menyebarkan patogen Covid-19 yang tidak terkendali di seluruh komunitas.

"Asimptomatik masih penting, terutama jika Anda ingin menurunkan tingkat virus ke tingkat penularan yang sangat rendah," kata Peter Collignon, seorang profesor kedokteran klinis di Australian National University Medical School di Canberra, yang memberi nasihat kepada pemerintah Australia tentang pengendalian infeksi, dikutip dari Bloomberg.

Karena mengidentifikasi kasus asimptomatik sangat sulit, Amerika Serikat dan negara-negara lain telah berjuang untuk melakukan pengujian yang memadai dalam mengukur seberapa luas penyakit itu telah menjadi.

baca juga

Kota Wuhan di Cina baru-baru ini menyelesaikan pengujian terhadap seluruh penduduknya yang berjumlah 11 juta dalam upaya mengidentifikasi kasus untuk menghindari kebangkitan infeksi.

Maria Van Kerkhove mengutip sejumlah laporan dari negara-negara yang melakukan pelacakan kontak tidak menemukan bukti penularan sekunder. Dia mengatakan negara-negara harus fokus pada kasus simtomatik atau orang bergejala saja..

"Jika kita benar-benar mengikuti semua kasus simptomatik, mengisolasi kasus-kasus itu, mengikuti kontak dan mengkarantina kontak tersebut, kita akan secara drastis mengurangi transmisi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawan Covid-19, Toyota Serahkan 4 Unit Ambulans untuk DKI Jakarta

Lawan Covid-19, Toyota Serahkan 4 Unit Ambulans untuk DKI Jakarta

Otomotif | Selasa, 09 Juni 2020 | 21:36 WIB

Cetak Rekor, 281 Pasien Virus Corona Malaysia Dinyatakan Sembuh

Cetak Rekor, 281 Pasien Virus Corona Malaysia Dinyatakan Sembuh

Health | Selasa, 09 Juni 2020 | 21:33 WIB

Virus Corona Pemicu COVID-19 di Indonesia Unik, 2 Mirip dengan di Eropa

Virus Corona Pemicu COVID-19 di Indonesia Unik, 2 Mirip dengan di Eropa

Tekno | Selasa, 09 Juni 2020 | 21:29 WIB

Terkini

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:23 WIB

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:13 WIB

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

×