APGI Tak Sarankan Pendakian Meski Gunung Sudah Dibuka, Ini Alasannya

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 24 Juni 2020 | 05:05 WIB
APGI Tak Sarankan Pendakian Meski Gunung Sudah Dibuka, Ini Alasannya
Taman Nasional Gunung Halimun Salak. [Suara.com/Risna Halidi]

Suara.com - Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tidak terburu-buru membuka jalur pendakian di sejumlah Taman Nasional.

"Info dari KLHK pertengahan Juli, mereka sudah bisa buka. Kalau usulan kami untuk KLHK, boleh dibuka tapi pendakiannya belum boleh. Karena saya melihatnya di protokol kesehatan walaupun yang sifatnya umum, pengelola kawasan itu juga harus mempersiapkan diri," kata ketua umum APGI Vita Landra kepada Suara.com, Selasa (23/6/2020).

Sejumlah gunung yang berstatus Taman Nasional akan kembali dibuka pada pertengahan Juli mendatang. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berencana membuka 29 taman nasional dan taman wisata alam dibeberapa provinsi.

Menurut Vita, pengelola kawasan taman nasional gunung harus membuat aturan mengenai batasan kuota pendakian juga protokol kebersihan dan syarat umum pendakian.

Selain itu, Vita juga menyampaikan bahwa aturan mengenai pemberlakuan hasil rapid tes negatif Covid-19 harus dibuat jelas. Apakah rapid tes bisa dilakukan sendiri pendaki dengan membawa hasilnya atau pengelola yang menyiapkan tes tersebut.

"Proses itu semua apakah pengelola siap. Kalau menurut aku rasanya belum. Karena ini masa transisi. Kalau aku mikirnya mending pengelola pikirkan dulu sistem yang mau diberlakukan di area kawasan seperti apa. Mereka harus sosialisasi setelah itu baru pendakian dibuka," ucapnya.

Jika persiapan itu tidak lebih dulu dilakukan, Vita yakin akan banyak gunung di Indonesia yang tiba-tiba ramai dikunjungi para pendaki. Kalau pun hal itu terjadi, akan semakin sulit mengontrol jumlah wisatan yang akan datang.

"Jangan sampai nanti begitu pendakian pertama, kedua dibuka tiba-tiba ada kluster baru karena pengawasan gak ketat," ucapnya.

Sebelumnya Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan bahwa beberapa gunung konservasi yang direncanakan akan dibuka antara lain Taman Wisata Gunung Gede Pangrango, Bromo, Tengger, Semeru (BTS), Rinjani, juga Semeru.

baca juga
Ilustrasi naik gunung (Shutterstock)
Ilustrasi naik gunung (Shutterstock)

Deretan tempat wisata alam itu termasuk dalam 29 Taman nasiknal dan taman wisata alam yang akan dibuka kembali. Dan provinsi yang akan mendapatkan izin untum membuka tempat wisatanya yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Bali.

"Bali, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan sedang terus kami ikuti dan diproyeksikan. Sedapat-dapatnya juga bisa dibuka tergantung dari ketentuan dan protokol dari gugus tugas," kata Siti Nurbaya dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (22/6/2020).

Meski tidak menyebutkan secara pasti, tanggal berapa wisata alam ini akan dibuka kembali. Tapi Siti Nurbaya menargetkan ke-29 lokasi wisata ini bertahap dibuka hingga pertengahan Juli 2020, disusul wisata alam lainnya juga bakal dibuka.

"Secara bertahap sudah dapat dibuka, dari proyeksi waktu saat ini sampai dengan kira-kira pertengahan Juli. Setelah itu kita akan cek kembali, beberapa lokasi lain yang juga bisa dibuka secara bertahap," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut

Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:01 WIB

Kemunculan Cucu Krakatau Seluas 30,3 Hektare Bikin Heboh Media Asing: Gunung Api Baru?

Kemunculan Cucu Krakatau Seluas 30,3 Hektare Bikin Heboh Media Asing: Gunung Api Baru?

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:06 WIB

Mulsa Perak Jadi Senjata Petani Lawu Hadapi Musim Kemarau

Mulsa Perak Jadi Senjata Petani Lawu Hadapi Musim Kemarau

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 18:22 WIB

Lengkap! Ini Proses Terbentuknya Gunung Anak Krakatau dari Kaldera Purba

Lengkap! Ini Proses Terbentuknya Gunung Anak Krakatau dari Kaldera Purba

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 11:46 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 17:00 WIB

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 09:50 WIB

Tangis Keluarga Iringi Penghentian Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Tangis Keluarga Iringi Penghentian Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 07:00 WIB

10 Hari Tanpa Titik Terang, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan

10 Hari Tanpa Titik Terang, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 06:00 WIB

Pencarian Hari ke-10 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas 8.509 NM

Pencarian Hari ke-10 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas 8.509 NM

Video | Kamis, 17 September 2026 | 18:40 WIB

Misteri Kapal Arupadhatu: Jejaknya Tertangkap Drone di Dekat Anak Gunung Krakatau?

Misteri Kapal Arupadhatu: Jejaknya Tertangkap Drone di Dekat Anak Gunung Krakatau?

Video | Kamis, 17 September 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:29 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 19:20 WIB

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:09 WIB

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:05 WIB

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:04 WIB

×