Air Rebusan Mi Instan Ternyata Lebih Baik Tak Dibuang, Ini Alasannya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Sabtu, 18 Juli 2020 | 14:05 WIB
Air Rebusan Mi Instan Ternyata Lebih Baik Tak Dibuang, Ini Alasannya
Ilustrasi sajian mi instan rebus. (Unsplash/Ke Vin)

Suara.com - Perdebatan tentang sehat atau tidaknya mi instan memang seolah tidak ada habisnya. Ada banyak yang jadi permasalahan, mulai dari lebih baik masak pakai air galon atau air keran biasa hingga lebih baik mengganti air rebusan mi instan atau tidak.

Informasi terkait mengganti air rebusan mi instan memang sudah umum dalam masyarakat. Padahal, mengganti air rebusan mi dengan air panas baru tak ada bedanya, bahkan malah cenderung merugikan. 

Dilansir dari Hellosehat, air rebusan mi instan sebenarnya mengandung zat-zat gizi yang telah ditambahkan, termasuk zat besi, zinck, vitamin A, dan lain sebagainya.  Ketika direbus, zat-zat dalam mi instan akan larut dalam air dan hilang.

Merebus Mi Instan. (Shutterstock)
Merebus Mi Instan. (Shutterstock)

"Oleh karena itu, sebenarnya aman dan jangan takut untuk menggunakan air rebusan mi instan," demikian yang disebutkan dalam Hellosehat. "Tidak hanya aman, zat-zat gizi yang terlarut dalam air rebusan juga akan terbuang jika tidak terpakai." 

Menurut Hellosehat, mi instan di Indonesia biasanya telah ditambah dengan berbagai zat gizi yang penting. Zat penting yang ditambahkan ke dalam mi instan ini merupakan zat mikro penting yang dibutuhkan semua kalangan umur. Dalam hal ini, mi instan di Indonesia sudah ditambahkan dengan zat besi, zinc, vitamin A, dan beberapa jenis mineral lainnya.

Ilustrasi mie instan (shutterstock)
Ilustrasi mie instan (shutterstock)

Walau mengandung gizi, mi instan tentu tetap tak baik kalau dikonsumsi setiap hari. Sebab, meski ada zat gizi baik, jumlahnya tetap tidak memenuhi kebutuhan. 

Sebanyak apapun makan mi instan, tetap saja tak menggantikan makanan penuh Anda. Makanan penuh yang dimaksudkan adalah makanan yang lengkap dengan gizi seimbang, yaitu makanan pokok, sayur, protein nabati, dan protein hewani. 

Mi instan juga dikenal mempunyai natrium tinggi, yakni antara 600-1500 mg. Orang tanpa masalah kesehatan cuma boleh mengonsumsi natrium sebanyak 1500 mg per hari. Jadi jika makan mi instan sebungkus sehari, saat itu Anda dilarang makan makanan yang mengandung garam dapur. 

Kelebihan kadar natrium sendiri dikaitkan dengan risiko hipertensi. Oleh karenanya, jangan sampai berlebihan dalam mengonsumsi mi instan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Makan Mi Instan Bisa Membuat Usus Lengket?

Benarkah Makan Mi Instan Bisa Membuat Usus Lengket?

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 15:10 WIB

Bikin Gagal Paham, Orang Ini Hobi Makan Mi Instan Pakai Es Batu

Bikin Gagal Paham, Orang Ini Hobi Makan Mi Instan Pakai Es Batu

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2020 | 06:00 WIB

Kasihan tapi Kocak, Tubuh Bocah Ini Bergetar saat Menyantap Mi Instan

Kasihan tapi Kocak, Tubuh Bocah Ini Bergetar saat Menyantap Mi Instan

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2020 | 15:05 WIB

Terkini

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×