Budidaya Ikan Aquaponik: Ini Cara Pilih Benih Ikan yang Sehat

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 19 Juli 2020 | 05:30 WIB
Budidaya Ikan Aquaponik: Ini Cara Pilih Benih Ikan yang Sehat
Ilustrasi budidaya ikan. (Shutterstock)

Suara.com - Memelihara atau budidaya ikan aquaponik bisa jadi solusi di perkotaan dengan lahan yang terbatas. Mengembangbiakkan ikan di media tanpa kolam, bisa dengan ember atau wadah yang bisa dipindahkan.

Ikan yang bisa dibudidayakan dengan cara ini umumnya adalah ikan betok, lele, sepat, gurame, patin, dan gabus. Nah, banyak yang kemudian bertanya cara memilih benih ikan yang baik agar tidak mudah mati.

Dosen Budidaya Perikanan Politeknik Negeri Lampung Juli Nursandi S.Pi., M.Si mengatakan untuk tidak membeli benih ikan yang masih sangat kecil, minimal ikan harus sudah sepanjang 5 centimeter.

"Ketika membeli benih ikan, benih ikan yang bisa dibeli itu 5 sampai 7 centimeter, jangan lebih kecil dari 5 sampai 7 centimeter ," ujar Juli dalam diskusi Webinar bersama Suara.com, Sabtu (18/7/2020).

Kesehatan ikan juga harus diperhatikan dengan tidak adanya tanda fisik bercak putih di badan ikan. Jika ikan tersebut adalah lele, pastikan kumisnya lurus, tidak terputus dan juga tidak keriting.

"Mulutnya tidak sariawan, kemudian di dalamnya dia juga lincah. Cara lihatnya, kalau di akuarium kita lihat dia bolak balik naik turun dan sebagainya. Kalau ikannya diam saja, itu ciri ikan yang sakit. Jadi itu ciri ikan yang sehat," jelasnya.

Sedangkan saat dibeli, ikan tidak boleh langsung dimasukkan ke dalam air bersih, pastikan air sesuai untuk tempat mereka bisa hidup. Caranya dengan mendiamkan atau endapkan air di ember selama 2 hari.

Sementara untuk air PDAM yang biasanya mengandung klorin, pengendapan harus lebih lama antara 6 sampai 7 hari. Atau jika terlalu lama, bisa juga memanfaatkan antiklorin yang banyak dijual.

"Kalau tidak sabar, bisa membeli antiklorin di toko akuarium supaya klorinnya bisa cepat hilang. Kalau dibiarkan begitu saja, 6 sampai 7 hari, kalau di kasih antiklorin dari toko aquarium, 2 sampai 3 hari sudah bisa dipakai untuk ditaruh ikan," katanya.

baca juga

Metode pengendapan ini perlu dilakukan agar ikan bisa hidup di air, agar zat-zat racun dalam air yang membahayakan ikan bisa hilang.

"Setelah dimasukkan, pemberian makannya paling cepat 4 jam, karena baru dicemplungkan, ikannya itu tidak mau makan, nafsu makan belum muncul," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Budikdamber Solusi Mudah Bercocok Tanam dan Budidaya Ikan di Lahan Sempit

Budikdamber Solusi Mudah Bercocok Tanam dan Budidaya Ikan di Lahan Sempit

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2020 | 17:00 WIB

LIVE STREAMING:  Budikdamber, Cara Ternak Ikan di Lahan Terbatas

LIVE STREAMING: Budikdamber, Cara Ternak Ikan di Lahan Terbatas

Video | Jum'at, 17 Juli 2020 | 14:13 WIB

Dulu Kumuh, Selokan Kampung Gedongkiwo Disulap Jadi Tempat Budidaya Ikan

Dulu Kumuh, Selokan Kampung Gedongkiwo Disulap Jadi Tempat Budidaya Ikan

Jogja | Sabtu, 30 Mei 2020 | 18:25 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×