Array

Dilema Generasi Sandwich, Punya Tanggung Jawab pada Orangtua Sekaligus Anak

Senin, 31 Agustus 2020 | 16:01 WIB
Dilema Generasi Sandwich, Punya Tanggung Jawab pada Orangtua Sekaligus Anak
Ilustrasi pekerja yang terdiri dari generasi sandwich. [Shutterstock]

Suara.com - Beberapa waktu lalu, media sosial Twitter sempat diramaikan oleh utas yang dibuat seleb tweet, Revina @tucarino_ tentang generasi sandwich, dimana ia memiliki tanggung jawab financial terhadap orangtua serta adik-adiknya.

Utasan perempuan itu lantas menjadi viral dan memicu perdebatan warganet. Ada yang setuju, namun tidak sedikit juga yang menentangnya, karena itu dianggap bakti anak kepada orangtuanya.

Generasi sandwich, didefinisikan oleh Psikolog Vera Itabiliana sebagai mereka yang berusia 45 hingga 65 tahun. Mereka yang berada di tengah-tengah, terhimpit di antara kebutuhan anak hingga cucu dan orangtuanya yang sudah lansia, tidak bisa produktif, dan tidak punya pemasukan.

"Intinya, mereka bertanggung jawab terhadap orang-orang yang usianya lebih muda dan lebih tua daripada mereka. Jadi mereka urusi banyak hal, dari urusan finansial, kesehatan, itu semua ditanggung sandwich generation ini, jadi memang cukup bebannya berat," ujar Vera dalam acara peluncuran Avrist Prime Hospital Surgical, Senin (31/8/2020).

Perempuan lulusan Universitas Indonesia (UI) itu menyebut generasi sandwich juga bisa terjadi kepada mereka yang belum menikah dan belum memiliki anak.

"Yang belum berkeluarga pun sudah sebagai sandwich generation kalau mereka sudah terbebani tanggung jawab pada orang-orang di sekitarnya, adiknya, keponakan, dan orangtua," tutupnya.

Vera juga menjabarkan data Badan Pusat Statis (BPS) 2018 yang memprediksi jika di tahun 2020 terdapat angka lansia dan anak yang belum produktif cukup tinggi dari total penduduk Indoneia. Lansia sebanyak 18 juta dan mereka yang belum produktif 16 juta.

Sedangkan jumlah yang produktif sebanyak 185 juta jiwa. Ini artinya, penduduk yang produktif terancam menjadi generasi sandwich, yang bertanggung jawab kepada lansia maupun anak yang belum produktif.

"Ini mereka bergantung pada yang produktif, jadi rasio ketergantuangnnya cukup besar," jelas Vera.

Baca Juga: Di Masa Depan, Generasi Milenial akan Tinggal di Hunian Vertikal

"Bisa jadi berpengaruh culture budaya, sebagai wujud tanda bakti anak terhadap orangtua yang gantian sekarang mereka yang mengurus," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI