alexametrics

Umurnya Masih 24, Pria Ini Alami Kebotakan karena Terlalu Sering Olahraga

Angga Roni Priambodo | Amertiya Saraswati
Umurnya Masih 24, Pria Ini Alami Kebotakan karena Terlalu Sering Olahraga
Ilustrasi Pria Botak (Pixabay/StockSnap)

Olahraga yang dilakukan secara berlebihan ternyata dapat membawa dampak buruk bagi penampilan.

Suara.com - Ada berbagai macam alasan yang mendorong seseorang untuk rajin olahraga. Selain kesehatan, bentuk tubuh dan penampilan merupakan alasan lain cukup sering dijumpai.

Meski begitu, olahraga sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Alih-alih manfaat positif, olahraga bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Salah satu contohnya adalah pria asal Hunan, China berikut ini. Pria tersebut rajin berolahraga demi mendapat tubuh impian.

Melansir World of Buzz, insiden tersebut terjadi dua tahun lalu. Pria yang bernama Liu Liang itu sudah menghabiskan enam bulan rajin berolahraga di gym.

Baca Juga: 6 Olahraga Mengecilkan Perut yang Mudah Dilakukan

Di sisi lain, pria ini juga menyadari bahwa rambutnya terus rontok dalam jumlah banyak. Dalam waktu singkat, dia pun mengalami kebotakan.

Hal ini tentu membuatnya merasa kecewa. Pasalnya, Liu Liang belum berhasil mendapatkan tubuh impian tapi rambutnya terlanjur botak. Belum lagi, umurnya masih 24 tahun.

Ilustrasi kebotakan pada lelaki. (shutterstock)
Ilustrasi kebotakan pada lelaki. (shutterstock)

Liu Liang akhirnya pergi mengunjungi dokter spesialis kulit. Melansir Sinchew Daily, pria ini didiagnosis menderita androgenic alopecia.

Androgenic alopecia adalah kondisi yang menyebabkan baik pria maupun wanita mengalami kerontokan rambut di usia muda. Penderita androgenic alopecia akan mengalami kerontokan mulai dari bagian depan rambut.

Menurut dokter yang menangani Liu Liang, kondisi ini juga bisa terjadi karena terlalu banyak berolahraga. Terlalu sering olahraga dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria.

Baca Juga: Terlalu Banyak Olahraga, Wanita Ini Malah Terancam Penyakit Mematikan

Hormon testosteron lantas akan berubah menjadi dihydrotestosterone. Semakin tinggi tingkat hormon ini, maka androgenic alopecia akan terpicu.

Takut dirinya mengalami kebotakan dini, Liu Liang lantas berhenti berolahraga. Pria tersebut mulai minum obat dan melakukan perawatan akupuntur agar rambutnya tumbuh lagi.

Awal tahun ini, Liu Liang kembali berolahraga karena merasa rambutnya sudah tumbuh. Namun, dirinya malah kembali botak dan berakhir melakukan transplantasi rambut.

Ilustrasi olahraga atau latihan push up. (Shutterstock)
Ilustrasi olahraga atau latihan push up. (Shutterstock)

Ini bukan pertama kalinya seseorang mengalami kondisi penyakit tertentu karena terlalu banyak olahraga.

Sebelumnya, seorang wanita bernama Kiana Alvarez didiagnosis dengan penyakit langka yang membuat ototnya mengalami kerusakan dan memicu gagal ginjal.

Penyebabnya, Kiana Alvarez terlalu sering berolahraga dan tidak sadar bahwa dia sudah terlalu memaksakan diri.

Komentar