Array

Resesi di Depan Mata, Lakukan 3 Hal Ini Agar Kondisi Keuangan Tetap Aman

Kamis, 03 September 2020 | 15:04 WIB
Resesi di Depan Mata, Lakukan 3 Hal Ini Agar Kondisi Keuangan Tetap Aman
Ilustrasi: Menabung. (Shutterstock)

Suara.com - Ancaman resesi masih terus membayangi Indonesia, setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2020 minus 4,19 persen.

Dampak resesi sendiri bisa beragam, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), kehilangan pendapatan, hingga kredit macet.

Meski mungkin dampak di atas belum Anda rasakan, tapi tak ada salahnya kita mulai melakukan berbagai persiapan untuk mengamankan kondisi keuangan. Apa saja?

1. Lakukan financial check up

Selayaknya medical check up yang memeriksa seluruh tubuh, maka financial check up ini bertujuan memeriksa seluruh pemasukan dan pengeluaran per bulannya.

Dari sini kita bisa tahu apa saja pengeluaran yang dirasa tidak penting, lalu bisa dialihfungsikan untuk dana yang lebih penting, seperti dana darurat dan dana proteksi seperti asuransi.

"Financial check up biar kita tahu kondisi keuangan kita saat ini seperti apa. Sehingga dari sana kita bisa melakukan perombakan sistem budgeting kita, otomatis berbeda sebelum ada pandemi, dengan saat setelah ada pandemi," ujar Perencanaan Keuangan Rista Zwestika, S.Sos, AWP, CFP saat berbincang dengan suara.com, Kamis (3/9/2020).

2. Siapkan dana daruat

Di masa pandemi ini, semakin banyak perencana keuangan yang menggaungkan pentingnya dana darurat. Dana darurat adalah dana yang bisa membantu untuk menyambung hidup di saat tidak ada pemasukan sama sekali.

Baca Juga: Jokowi Ingatkan Punya Waktu Sebulan Lagi Buat Selamat dari Ancaman Resesi

"Kalau ada pengeluaran yang tidak terlalu penting, bisa dikurangi atau bisa dihilangkan, masukin ke dalam dana darurat," terang Rista.

Adapun jumlah minimal dana darurat yaitu 6 kali dari pengeluaran atau pendapatan per bulan untuk yang masih singel atau belum menikah. Tapi jika sudah menikah tapi belum memiliki anak, minimal 9 kali dari pengeluaran atau pemasukan.

"Kemudian kalau sudah punya putra-putri adalah 12 kali (pengeluaran dan pendapatan). Tapi dana darurat ini fleksibel, kalau 12 bulan nggak cukup, ya silahkan aja. Jadi tergantung melihat budgetnya," papar Rista.

3. Siapkan proteksi diri

Jangan sampai kita kalang kabut saat pemasukan sudah tidak ada, tapi dana simpanan tergerus oleh pengobatan karena sakit. Itulah pentingnya, kata Rista, mempersiapkan dana untuk proteksi diri, seperti asuransi kesehatan, BPJS Kesehatan, atau asuransi swasta.

Termasuk asuransi pendidikan untuk masa depan anak, jangan sampai anak putus sekolah karena orangtua yang sakit atau orangtuanya terkena PHK, lalu tidak bisa membiayai. Jadi, persiapkan semuanya dari sekarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI