Divonis Kanker Prostat, Pria Ini Justru Lari Marathon & Dapat Penghargaan

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Divonis Kanker Prostat, Pria Ini Justru Lari Marathon & Dapat Penghargaan
Ilustrasi lomba lari marathon. [Shutterstock/Michael Damkier]

Dia telah menyelesaikan lomba ketahanan lainnya di beberapa tempat termasuk Spanyol, Kamboja, Albania, Yordania, dan Afrika.

Suara.com - Kanker termasuk penyakit ganas dan berisiko merenggut nyawa pengidapnya. Namun ancaman itu tidak mematahkan semangat Kevin Webber untuk tetap berolahraga dengan maraton sejauh 15 ribu mil atau sekitar 24 ribu km. 

Kevin melintasi medan terberat di dunia sambil berjuang melawan kanker prostat stadium akhir. Usahanya sekaligus menggalang dana bagi pasien kanker lainnya hingga mendapatkan Medali Kerajaan Inggris dalam Penghargaan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II.

"Saya sangat bangga menjadi orang Inggris dan saya sedikit royalis. Saya ingat saat kecil melihat daftar kehormatan, berpikir, 'wow, saya ingin tahu apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan salah satunya'. Dan sekarang saya sudah mendapatkannya. Ketika saya memulai perjalanan ini, saya pikir saya akan mati sekarang," cerita Kevin, dikutip dari Mirror.

Pada November 2014, Kevin, pejabat senior di perbankan Inggris, mendapat kabar bahwa ia mengidap kanker prostat, dan penyakit itu tidak dapat disembuhkan. Tes antigen prostat menunjukkan levelnya 324, padahal pembacaan normal seharusnya sekitar empat.

Baca Juga: Bolak-balik Kencing di Malam Hari, Waspadai Gejala Kanker Prostat

Ilustrasi lari maraton [Shutterstock]
Ilustrasi lari maraton [Shutterstock]

Ketika dia dan istrinya Sarah memberi tahu anak-anak mereka, Hayley, Ben, dan Ollie keluarga itu menangis bersama. Kemoterapi dan radioterapi yang melelahkan selama berbulan-bulan bisa memperpanjang hidupnya.

Kevin berjanji untuk berkampanye tanpa lelah untuk mendorong kaum adam untuk memeriksakan diri. Di tengah perawatannya yang melemahkan, dia menetapkan target untuk menjalankan Brighton Marathon untuk meningkatkan kesadaran.

“Sehari setelah kemo saya bangun dan saya merasa benar-benar rak berguna. Saya melihat ke luar jendela dan itu adalah hari yang mengerikan. Saya berpikir, 'Saya bisa menjadi korban dan minum sebotol Jack Daniel's setiap hari, menunggu kematian - atau saya bisa mencoba hidup," ungakp Kevin.

“Saya memutuskan yang terakhir. Itu luar biasa sulit setiap kali saya berlari. Tapi kemudian saya mulai membayangkan bagaimana rasanya melewati garis finis dengan istri saya di sana," lanjutnya.

Dengan sukses menyelesaikan Brighton Marathon, ia melanjutkan lomba lari lainnya. Dia sekarang telah menyelesaikan ultra-maraton di seluruh dunia, termasuk Marathon des Sables di gurun Sahara empat kali dan Ultra Arktik.

Baca Juga: Gejala Kanker Prostat Usai Kencing dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Dia telah menyelesaikan lomba ketahanan lainnya di beberapa tempat termasuk Spanyol, Kamboja, Albania, Yordania, dan Afrika.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS