alexametrics

Catat! Cara Sederhana Selamatkan Lingkungan dari Rumah: Pemilahan Sampah

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Catat! Cara Sederhana Selamatkan Lingkungan dari Rumah: Pemilahan Sampah
Ilustrasi sampah rumah tangga / sampah dapur / sampah organik. (Dok. Shutterstock)

Permasalah sampah sebenarnya bisa diatasi dari masing-masing rumah tangga. Bagaimana caranya?

Suara.com - Persoalan sampah menjadi salah satu isu lingkungan yang wajib diperhatikan.

Sampah yang terus menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berisiko jadi sumber penyakit. Belum lagi sampah yang hanyut mencemari sungai dan laut.

Koordinator Organik Waste4Change Khairunnisa Y. Humaam mengatakan, permasalah sampah sebenarnya bisa diatasi dari masing-masing rumah tangga. Cara paling sederhana dengan mulai melakukan pemilahan sampah.

Ia menyampaikan bahwa setengah dari sampah yang beraa di TPA berupa jenis sampah organik yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai kompos.

Baca Juga: Selain Kebakaran, Ini Bahaya Puntung Rokok Bagi Lingkungan

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sampah organik per hari mencapai 87.500 kilogram di TPA tanpa pengolahan apa pun.

"Itu kira-kira sebesar GBK atau 1,5 kali tingginya GBK," katanya dalam webinar bersama media, Senin (26/10/2020).

Dari jumlah tersebut, 48 persen di antaranya merupakan sampah makanan. Meski organik, Khairunnisa menyampaikan bahwa sampah tersebut juga memiliki dampak buruk bagi lingkungan, karena bisa menghasilkan gas amonia juga bisa mengikis lapisan ozon bumi.

Karena itu, Khairunnisa menyampaikan, sampah organik sebaiknya dipilah sejak masih berada di dalam rumah.

Menurutnya, cara paling sederhana adalah dengan tidak menyisakan makanan apa pun yang dikonsumsi tujuannya untuk mengurangi jumlah sampah yang dibawa ke TPA.

Baca Juga: Dapat Air Kiriman, Satu Ton Sampah Diangkut dari Pintu Air Manggarai

"Mengurangi sampah. Contohnya, kalau makan dihabiskan. Kalau kenyang bisa disimpan dulu atau dikasihkan ke yang lain," katanya.

Komentar