Mengenal Desa Adat Sade Lombok yang Terkenal Karena Tradisi Kawin Lari

Risna Halidi | Manuel Jeghesta Nainggolan | Suara.com

Jum'at, 11 Desember 2020 | 08:30 WIB
Mengenal Desa Adat Sade Lombok yang Terkenal Karena Tradisi Kawin Lari
Mengenal Desa Sade Lombok yang Terkenal Karena Tradisi Kawin Lari (Suara.com/ Manuel Jeghesta)

Suara.com - Desa Sade yang berlokasi di Rembitan, Kecamatan Puju, Lombok Tengah merupakan salah destinasi populer di Pulau Lombok.

Nama Sade memiliki arti sadar. Sade sendiri merupakan perkampungan Suku Sasak, salah satu suku asli penduduk Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat.

Dengan luas sekitar 3 hektar, Desa Sade dihuni 150 rumah dengan jumlah penduduk sebanyak 700 orang yang masih satu garis keturunan.

"Di sini masih kawin antarsepupu. Tujuannya untuk semakin mempererat persaudaraan. Boleh dari luar kalau memang saling suka. Tapi mayoritas masih antarsepupu," ujar Amak Vano, seorang pemandu Desa Sade, saat kunjungan Suara.com bersama Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf), baru-baru ini.

Mengenal Desa Sade Lombok yang Terkenal Karena Tradisi Kawin Lari (Suara.com/ Manuel Jeghesta)
Mengenal Desa Sade Lombok yang Terkenal Karena Tradisi Kawin Lari (Suara.com/ Manuel Jeghesta)

Tradisi Kawin Lari dan Kawin Culik
Meski masih melakukan perkawinan antarsepupu, namun proses meminang gadis di desa ini rupanya tidak mudah dan cenderung kontroversial.

Pasangan yang hendak melakukan pernikahan harus melakukan kawin lari. Pasalnya, dalam adat setempat, melamar adalah pelanggaran adat karena dianggap tidak sopan.

"Jadi dibawa lari dulu atas dasar suka sama suka. Baru kembali ke rumah dan memberitahu pihaknorangtua," kata Amak Vano.

Sementara kawin culik antarsepupu, sambung Amak Vano, semacam perjodohan meski harus menggunakan drama 'penculikan'.

Mengenal Desa Sade Lombok yang Terkenal Karena Tradisi Kawin Lari (Suara.com/ Manuel Jeghesta)
Mengenal Desa Sade Lombok yang Terkenal Karena Tradisi Kawin Lari (Suara.com/ Manuel Jeghesta)

Penculikan, pada praktiknya, pihak laki-laki akan membawa pihak perempuan di malam hari dan tidak boleh ketahuan oleh pihak keluarga selama 24 jam.

"Bila ketahuan ada denda adat. Kalau berhasil, ada pemberitahauan dari pihak laki-laki sebagai pemberitahuan bila anak perempuannya bukan hilang tapi mau diajak menikah," terangnya.

Akan tetapi, anak perempuan di Desa Sade juga tidak bisa langsung menikah meski sudah dewasa. Adat setempat mewajibkan anak perempuan wajib bisa menenun baru diperbolehkan menikah.

Mengepel Lantai Dengan Kotoran Sapi
Selain tradisi culik-menculik, Suku Sasak juga masih menjaga tradisi leluhur yakni mengepel lantai dengan menggunakan kotoran sapi yang masih hangat.

Mereka memercayai, kotoran sapi berfungsi sebagai perekat seperti pengganti semen. Kotoran sapi akan dicampur dengan air agar volumenya lebih banyak dan menjadi lebih licin.

"Dulu tidak ada semen jadi orangtua kami inisiatif pakai kotoran sapi. Ini dilakukan seminggu sekali. Kenapa yang masih hangat agar tidak terlalu bau. Itu dipel menggunakan tangan langsung," cerita Amak Vano.

Memenuhi Kebutuhan Pangan
Untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, penduduk desa yang sudah memeluk agama Islam ini rupanya tidak membeli dari luar. Sebagian besar masyarakatnya memilih untuk bertani dan menenun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap Sambut Wisatawan, Desa Adat Penglipuran Ketatkan Protokol Kesehatan

Siap Sambut Wisatawan, Desa Adat Penglipuran Ketatkan Protokol Kesehatan

Lifestyle | Rabu, 09 Desember 2020 | 09:07 WIB

AWK Ngaku Sudah Lakukan Guru Piduka, Desa Adat Besakih Bereaksi

AWK Ngaku Sudah Lakukan Guru Piduka, Desa Adat Besakih Bereaksi

Bali | Selasa, 10 November 2020 | 15:08 WIB

Sejarawan: Desa Adat Penting Jaga Nilai Kearifan Lokal Bali

Sejarawan: Desa Adat Penting Jaga Nilai Kearifan Lokal Bali

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:24 WIB

Terkini

Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026

Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 23:30 WIB

Kenapa Harta Warisan Keluarga Sering Menimbulkan Konflik? Detektif Jubun Ungkap Alasannya

Kenapa Harta Warisan Keluarga Sering Menimbulkan Konflik? Detektif Jubun Ungkap Alasannya

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 21:37 WIB

6 Perhiasan yang Bawa Keberuntungan Shio di Tahun Kuda Api 2026

6 Perhiasan yang Bawa Keberuntungan Shio di Tahun Kuda Api 2026

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 19:05 WIB

Teater Jaran Abang: Ketika Etika dan Estetika Dijaga Bersama di Atas Panggung

Teater Jaran Abang: Ketika Etika dan Estetika Dijaga Bersama di Atas Panggung

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 17:55 WIB

Dari Menyeberang Jalan hingga Buang Sampah, Pentingnya Anak Paham Keselamatan Sejak Dini

Dari Menyeberang Jalan hingga Buang Sampah, Pentingnya Anak Paham Keselamatan Sejak Dini

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 17:35 WIB

6 Sepatu ALDO yang Diskon di MAPCLUB, Ada Model Stylish hingga Artist Series

6 Sepatu ALDO yang Diskon di MAPCLUB, Ada Model Stylish hingga Artist Series

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 17:35 WIB

Etika dan Hukum Titip Doa Pada Jemaah Haji Dalam Islam

Etika dan Hukum Titip Doa Pada Jemaah Haji Dalam Islam

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 16:42 WIB

Tak Hanya Pintar Akademik, Generasi Muda Dituntut Kuasai Diplomasi dan Bangun Jejaring Global

Tak Hanya Pintar Akademik, Generasi Muda Dituntut Kuasai Diplomasi dan Bangun Jejaring Global

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 16:22 WIB

Di Tengah Krisis Global, Traveling Tetap Prioritas: Anggaran Wisata Malah Meningkat di 2026

Di Tengah Krisis Global, Traveling Tetap Prioritas: Anggaran Wisata Malah Meningkat di 2026

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 16:16 WIB

5 Parfum Aroma Mewah di Indomaret, Wanginya Elegan Bikin Percaya Diri

5 Parfum Aroma Mewah di Indomaret, Wanginya Elegan Bikin Percaya Diri

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 16:00 WIB