Ini Pengusaha di Bidang Kesehatan yang Justru Jadi Miliarder Akibat Pandemi

Bimo Aria Fundrika

Senin, 28 Desember 2020 | 16:10 WIB
Ini Pengusaha di Bidang Kesehatan yang Justru Jadi Miliarder Akibat Pandemi
ilustrasi pengusaha di bidang kesehatan. [shutterstock]

Suara.com - Pandemi Covid-19 telah membantu mengubah lusinan pemimpin layanan kesehatan menjadi miliarder baru, menurut sebuah laporan.

Dilansir dari New York Post, lima puluh dokter, ilmuwan, dan wirausahawan perawatan kesehatan memperoleh status miliarder tahun ini. Sebagian besar berasal dari China, tempat virus pertama kali muncul pada Desember 2019.

Dari kelompok baru, ada 28 "miliarder pandemi" yang berasal dari China.  Di antara miliarder terkaya China adalah Hu Kun, yang merupakan ketua produsen perangkat medis Contec Medical Systems, lapor outlet tersebut.

Kekayaannya diperkirakan sekarang menjadi $ 3,9 miliar berkat perusahaan yang go public tahun ini. Kekayaannya meningkat karena adanya penjualan yang kuat dari produk medis rumah sakit, yang meliputi nebulizer, stetoskop, dan monitor tekanan darah.

Ilustrasi dokter (stock image)
Ilustrasi dokter (stock image)

Ilmuwan juga termasuk yang terkaya di kelompok itu. Sementara itu, kekayaan Co-founder BioNTech Ugur Sahin dari Jerman menjadi bernilai $ 4,2 miliar tahun ini setelah perusahaan membantu mengembangkan vaksin Covid-19 pertama dengan Pfizer.

Stéphane Bancel, yang berasal dari Prancis, pertama kali menjadi miliarder pada Maret saat menjabat sebagai chief executive officer Moderna, yang baru-baru ini mendapatkan persetujuan penggunaan darurat vaksin Covid-19 dari Food and Drug Administration, Forbes melaporkan.

Dia memiliki sekitar 6 persen dari perusahaan dan kekayaannya diperkirakan $ 4,1 miliar. Sementara itu, pengobatan dan obat-obatan virus korona lainnya telah menjadi faktor pendorong dibalik keberuntungan orang lain.

Carl Hansen, CEO dari perusahaan bioteknologi Kanada, AbCellera, sekarang memiliki kekayaan $ 2,9 miliar setelah perusahaannya juga mendapatkan persetujuan dari perawatan antibodi yang dikembangkan bersama.

Premchand Godha, yang merupakan ketua pembuat obat yang berbasis di Mumbai, Ipca Labs, memperoleh kekayaannya sebesar $ 1,4 miliar berkat penjualan obat antimalaria yang kontroversial, hydroxychloroquine, yang dipuji pada awal pandemi sebagai kemungkinan penyembuhan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kaleidoskop 2020: Pasang Surut Bulutangkis Indonesia di Tengah Pandemi

Kaleidoskop 2020: Pasang Surut Bulutangkis Indonesia di Tengah Pandemi

Sport | Senin, 28 Desember 2020 | 11:33 WIB

Survei Populix: Naik Turun Mood Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Survei Populix: Naik Turun Mood Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Lifestyle | Senin, 28 Desember 2020 | 11:27 WIB

Survey India: Ada Tiga Kelompok Paling Disulitkan selama Pandemi Covid-19

Survey India: Ada Tiga Kelompok Paling Disulitkan selama Pandemi Covid-19

Health | Senin, 28 Desember 2020 | 10:35 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×