Jual Siomai Babi dengan Gerobak Sederhana, Publik Salut karena Jujur

Rima Sekarani Imamun Nissa, Hiromi Kyuna

Rabu, 13 Januari 2021 | 17:00 WIB
Jual Siomai Babi dengan Gerobak Sederhana, Publik Salut karena Jujur
Siomai Babi, Siomay Pig (TikTok @beruangrakus)

Suara.com - Biasanya siomai berbahan baku ikan. Beberapa penjual juga membuat siomai dengan bahan ayam, udang, atau kepiting. Namun, seorang pedagang membuat inovasi baru yaitu siomai dari daging babi.

Pedagang yang menjual siomai babi tersebut akrab disapa Koh Heri. Ia sudah berjualan siomai babi sejak 2003. Lapaknya ia beri nama Siomay Pig.

Koh Heri berjualan siomai babi hanya dengan gerobak sederhana berwarna hijau di pinggir jalan. Sebuah spanduk bertuliskan Siomay Pig terpajang di gerobak tersebut.

Sehari-hari, Koh Heri berjualan di Jalan Jembatan Gambang 2, Jakarta Utara. Meski sudah tak muda lagi, lelaki paruh baya ini tetap semangat berjualan.

Siomai Babi, Siomay Pig (TikTok @beruangrakus)
Siomai Babi, Siomay Pig (TikTok @beruangrakus)

Sepotong siomai babi yang dijual Koh Heri dibanderol seharga Rp 5 ribu. Seorang food vlogger pun memberikan ulasan tentang Siomay Pig melalui akun TikTok @beruangrakus.

Awalnya ia menyebutkan hanya berniat membantu Koh Heri melarisi dagangannya. Namun setelah mencoba, Ia menyebutkan kalau siomai buatan Koh Heri tersebut benar-benar enak.

Siomai yang dijual Koh Heri memiliki bentuk dan varian yang beragam. Food vlogger ini menyebutkan, salah satu menu yang ia sukai adalah siomai kulit tahu.

"Rasa (daging) babinya terasa, tekstur siomainya juga lembut, ditambah dengan saus kacang yang medhok banget," ujar lelaki ini pada video singkat tersebut.

Ia juga menyarankan para pembeli untuk menambahkan kecap, saus dan juga jeruk nipis agar siomai ini terasa semakin nikmat.

baca juga

Tampilan siomai babi tersebut memang tampak menggoda. Siomai yang dipotong-potong kemudian disiram dengan saus kacang yang melimpah.

Siomai Babi, Siomay Pig (TikTok @beruangrakus)
Siomai Babi, Siomay Pig (TikTok @beruangrakus)

Siomai dengan bahan baku yang jarang digunakan lantaran tak bisa dimakan pemeluk agama Islam ini menarik perhatian warganet. Ribuan komentar memenuhi video ini.

"Kakek, maaf yaa nggak bisa nyobain maupun beli karena saya muslim. Aku doain kakek semoga laris ya kakek, amiin. Doa dari jauh yang terbaik untuk kakek," komentar seorang warganet.

Warganet lainnya turut memberi respon atas video ini. "Suka deh bapaknya jujur. Daripada kayak di berita yang tulisannya bakso sapi tapi taunya dicampur pig," ujar warganet ini.

"Gua muslim, tapi gua respect. Semoga laris manis ya, pak," tulis warganet lainnya di kolom komentar.

Sementara itu, hingga Rabu (13/1/2021) video ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 2 juta kali di TikTok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cabup Jagoan Unggul, Pedagang Siomai Gunungkidul Merangkak 25 Kilometer

Cabup Jagoan Unggul, Pedagang Siomai Gunungkidul Merangkak 25 Kilometer

Jogja | Senin, 14 Desember 2020 | 10:06 WIB

Sukses Jualan Siomay, Bocah 13 Tahun Ini Dapat Nasihat dari Walikota Risma

Sukses Jualan Siomay, Bocah 13 Tahun Ini Dapat Nasihat dari Walikota Risma

Press Release | Minggu, 13 Desember 2020 | 01:45 WIB

Bukan Siomai, Bukan Zuppa Soup, Stan Kondangan Ini Isinya Sushi Tei

Bukan Siomai, Bukan Zuppa Soup, Stan Kondangan Ini Isinya Sushi Tei

Tekno | Senin, 02 Desember 2019 | 09:27 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×