Viral Pacaran Pakai Sistem Denda, Publik: Protokol Kesehatan Kalah Ribet!

Rima Sekarani Imamun Nissa, Amertiya Saraswati

Kamis, 04 Maret 2021 | 19:25 WIB
Viral Pacaran Pakai Sistem Denda, Publik: Protokol Kesehatan Kalah Ribet!
Ilustrasi pacaran (unsplash/@camilacordeiro)

Suara.com - Menjalin hubungan asmara memang bukan perkara mudah. Agar hubungan bisa berjalan lancar, dibutuhkan usaha dari kedua belah pihak saat pacaran.

Meski begitu, model pacaran dengan sistem denda menjadi viral belakangan ini. Salah satu contohnya dapat dilihat dari cuitan milik akun @AREAJULID di Twitter.

"Kalau cuma buat konten doang ya udahlah ya, tapi kalau beneran bisa-bisa bangkrut kalau model pacarannya kayak gini," tulis akun @AREAJULID.

Pada cuitan tersebut, tampak tangkap layar hal-hal yang bisa dikenakan denda. Total, ada 20 poin yang merupakan kesepakatan dua belah pihak.

Sejak dibagikan pada Kamis (4/3/2021), daftar aturan tersebut sukses membuat publik gagal paham. Pasalnya, beberapa aturan dirasa sudah kelewatan dan tidak masuk akal.

Sebagai contoh, pasangan ini harus selalu mengucapkan selamat makan, mengingatkan minum obat, hingga berpamitan sebelum tidur.

Viral Aturan dan Denda saat Pacaran (twitter.com/AREAJULID)
Viral Aturan dan Denda saat Pacaran (twitter.com/AREAJULID)

Bahkan, pasangan yang muncul di grup info kuliah atau berhubungan dengan lawan jenis juga akan didenda Rp10 ribu.

Selain itu, ada pula aturan untuk memberikan ciuman setiap hari hingga memberi kabar jika sudah mengantuk.

Jumlah denda sendiri bervariasi mulai dari Rp5.000 hingga Rp20 ribu. Namun, karena banyak aturan yang rawan dilanggar, daftar itu pun panen kritikan.

baca juga

"Buset itu pacaran atau protokol kesehatan. Banyak bener peraturannya," tulis salah satu komentar yang terkejut.

"Duit mulu kayak rentenir."

"Percayalah hal kayak gini dalam suatu hubungan sangat amat tidak penting, membuang waktu, dan toxic," imbuh komentar lain membenarkan.

"Mungkin buat yang lagi dimabuk asmara emang kelihatan gemesin, tapi lama-lama bisa jadi toxic. Gimana kalau pas marahan malah ditagih duit, apa nggak tambah ruwet tuh hubungan?" tanya yang lain.

Sebelum ini, cuitan mengenai aturan dan denda saat pacaran juga sempat viral. Bagaimana menurutmu?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pria Ini Habiskan Rp 220 Juta untuk Bikin Pulau Cinta, Berakhir Perih

Pria Ini Habiskan Rp 220 Juta untuk Bikin Pulau Cinta, Berakhir Perih

News | Kamis, 04 Maret 2021 | 15:14 WIB

Soal Kemungkinan CLBK, Luna Maya Tunggu Pergerakan Ariel NOAH?

Soal Kemungkinan CLBK, Luna Maya Tunggu Pergerakan Ariel NOAH?

Entertainment | Kamis, 04 Maret 2021 | 14:45 WIB

Buat Aturan Nabung Rp 50 Ribu Tiap Galau, Aksi Wanita Ini Panen Pujian

Buat Aturan Nabung Rp 50 Ribu Tiap Galau, Aksi Wanita Ini Panen Pujian

Hits | Kamis, 04 Maret 2021 | 14:39 WIB

Terkini

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 20:30 WIB

Terbentur Modal, UMKM Sulam Kasab Aceh Bangkit Berkat PNM Mekaar dan BRI

Terbentur Modal, UMKM Sulam Kasab Aceh Bangkit Berkat PNM Mekaar dan BRI

Bri | Minggu, 20 September 2026 | 20:20 WIB

Untung Rugi PT 5 Persen, Bikin Parlemen Efektif atau Hanguskan Suara Rakyat?

Untung Rugi PT 5 Persen, Bikin Parlemen Efektif atau Hanguskan Suara Rakyat?

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:15 WIB

×