Studi: Lockdown Pandemi Covid-19 Memperburuk Masalah Gangguan Makan

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Minggu, 14 Maret 2021 | 15:15 WIB
Studi: Lockdown Pandemi Covid-19 Memperburuk Masalah Gangguan Makan
ilustrasi gangguan makan, kelainan makan (Unsplash)

Suara.com - Tidak hanya menimbulkan depresi dan kecemasan, pandemi COVID-19 dan lockdown juga dapat memperburuk gejala gangguan makan.

Hal ini dijelaskan lewat penelitian dalam jurnal Psychiatry Research yang menunjukkan aturan kuncian atau lockdown dapat meningkatkan gejala gangguan makan.

Hubungan antara lockdown dan gangguan makan ini dilakukan oleh akademisi di Anglia Ruskin University Cambrige, lewat studi yang meneliti perilaku dan sikap sebanyak 319 anggota klub kesehatan selama musim panas tahun 2020.

Melansir dari Healthshots, peneliti menindaklanjuti tentang perilaku adiktif yang tidak sehat yang dilakukan pada 2019, dengan menyelidiki efek lockdown COVID-19 pertama yang diberlakukan pada awal 2020.

Peserta dengan usia rata-rata 37 tahun, menyelesaikan tes sikap makan yang disebut EAT-26, dengan melibatkan jawaban pertanyaan terkait kelebihan berat badan, dan rasa ingin muntah setelah makan.

Peneliti menemukan, skor rata-rata EAT-26 telah meningkat secara signifikan pada tahun 2020, dibanding dengan tahun 2019 yang menunjukkan tingkat perilaku makan yang tidak wajar, seperti anoreksia dan bulimia yang tinggi.

Namun saat yang sama, studi tersebut juga menemukan gejala kecanduan olahraga pasca-lockdown. Tingkat olahraga individu meningkat dari 6,5 jam per minggu pada 2019 menjadi 7,5 jam per minggu pascalockdown 2020.

Mike Trott, peneliti PhD di Anglia Ruskin University mengatakan, ia tidak dapat menuduh COVID-19 bertanggung jawab atas peningkatan perilaku yang terkait dengan gangguan makan.

"Namun, kami tahu bahwa orang yang sering makan sebagai mekanisme untuk mengatasi rasa stres, dan jelas banyak orang telah terpengaruh oleh peristiwa stres dengan perubahan yang signifikan selama 12 bulan terakhir," ungkapnya.

Menurutnya, jika lockdown dengan periode karantina yang diperlukan, harus memantau perilaku bulimia dan anoreksia secara cermat, jika seseorang dicurigai mengalami gangguan makan.

Ia juga mencatat, "Yang menggembirakan, kami juga menemukan bahwa gejala kecanduan olahraga turun setelah lockdown pertama, tetapi tingkat olahraga rata-rata meningkat satu jam seminggu dibanding dengan tahun 2019.”

Penelitian tersebut selain mencatat gangguan makan juga ingin melihat kembali rutinitas olahraga pascalockdown.

“Bisa jadi, para peserta dalam penelitian kami sangat ingin memulai kembali olahraga pascalockdown, dan mengganti waktu yang hilang dengan berolahraga lebih banyak,” jelasnya.

Olahraga yang teratur juga memberi banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan juga mental. “Jadi, ini temuan yang positif,” pungkas Trott.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepi karena Pandemi, Pelaku Bisnis Ubah New Orleans Jadi Wisata Kota Hantu

Sepi karena Pandemi, Pelaku Bisnis Ubah New Orleans Jadi Wisata Kota Hantu

Video | Minggu, 14 Maret 2021 | 15:04 WIB

Cegah Muka dari Corona, Produk Kosmetik Lokal Ini Luncurkan Face Sanitizer

Cegah Muka dari Corona, Produk Kosmetik Lokal Ini Luncurkan Face Sanitizer

Lifestyle | Minggu, 14 Maret 2021 | 14:51 WIB

Sri Mulyani Ingatkan Risiko Asset Bubbels 3 hingga 5 Tahun ke Depan

Sri Mulyani Ingatkan Risiko Asset Bubbels 3 hingga 5 Tahun ke Depan

Bisnis | Minggu, 14 Maret 2021 | 12:59 WIB

Terkini

Modest Fashion Naik Kelas: Arabellescarf Bawa Kemewahan Kerajaan Indiake Runway Jakarta

Modest Fashion Naik Kelas: Arabellescarf Bawa Kemewahan Kerajaan Indiake Runway Jakarta

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 14:25 WIB

5 Parfum Lokal yang Wanginya Mirip Jo Malone English Pear & Freesia, Harga Lebih Terjangkau

5 Parfum Lokal yang Wanginya Mirip Jo Malone English Pear & Freesia, Harga Lebih Terjangkau

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Jims Honey, Tampil Elegan di Bawah Rp100 Ribu

5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Jims Honey, Tampil Elegan di Bawah Rp100 Ribu

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB

4 Sunscreen SPF Tinggi Alternatif Somethinc Holyshield untuk Kulit Sensitif hingga Berminyak

4 Sunscreen SPF Tinggi Alternatif Somethinc Holyshield untuk Kulit Sensitif hingga Berminyak

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 13:56 WIB

4 Loose Powder Wardah untuk Makeup Matte dan Wajah Tampak Lebih Halus

4 Loose Powder Wardah untuk Makeup Matte dan Wajah Tampak Lebih Halus

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 13:54 WIB

Menjaga Nostalgia Hogwarts Tetap Hidup Lewat Indo Harry Potter

Menjaga Nostalgia Hogwarts Tetap Hidup Lewat Indo Harry Potter

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 13:30 WIB

5 Serum Foundation Biar Wajah Flawless dan Tetap Sehat

5 Serum Foundation Biar Wajah Flawless dan Tetap Sehat

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Zodiak yang Hidupnya Diprediksi Membaik setelah 18 Mei 2026

3 Zodiak yang Hidupnya Diprediksi Membaik setelah 18 Mei 2026

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 12:49 WIB

Body Cream Fungsinya untuk Apa? Ini 5 Pilihan untuk Kulit Kering dan Kusam

Body Cream Fungsinya untuk Apa? Ini 5 Pilihan untuk Kulit Kering dan Kusam

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 12:46 WIB

Kolagen Jadi Kunci Kulit Awet Muda, Perawatan Pengencangan Non Invasif Hadir Lebih Nyaman

Kolagen Jadi Kunci Kulit Awet Muda, Perawatan Pengencangan Non Invasif Hadir Lebih Nyaman

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 12:46 WIB