Ini Terapi yang Cocok Bagi Pasutri dengan Gangguan Kesuburan Idiopatik

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 29 Maret 2021 | 11:50 WIB
Ini Terapi yang Cocok Bagi Pasutri dengan Gangguan Kesuburan Idiopatik
Ilustrasi Pasutri dengan Gangguan Kesuburan Idiopatik (pexels.com/Rosie Ann)

Suara.com - Gangguan kesuburan atau infertilitas akan sangat mempengaruhi pasangan suami istri atau pasutri ketika ingin memiliki anak. Infertilitas didefinisikan sebagai kegagalan untuk mencapai kehamilan setelah satu tahun melakukan hubungan seksual teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi dan Reproduksi dr. Gita Pratama, Sp.OG., menjelaskan bahwa kurang lebih 80 persen perempuan akan hamil dalam 12 bulan pertama berhubungan seksual tanpa kontrasepsi. Apabila pasutri tidak kunjung mendapat kehamilan dalam setahun itu, maka disarankan mencari pelayanan medis lebih lanjut.

"Banyak faktor yang menyebabkan pasangan mengalami infertilitas, salah satu yang cukup menjadi perhatian adalah infertilitas idiopatik," kata dokter Gita dalam keterangannya kepada suara.com, Senin (29/3/2021)

Infertilitas idiopatik merupakan keadaan ketika pasangan sudah melakukan pemeriksaan lengkap seperti pemeriksaan analisis semen, penilaian fungsi ovulasi, dan uji patensi tuba dan dinyatakan normal tetapi masih tidak bisa hamil. Menurut dokter Gita, persentase pasangan yang mengidap infertilitas jenis itu mencapai 10 persen.

Namun bukan berarti tak ada harapan memiliki anak. Dokter di Rumah Sakit Pondok Indah itu mengatakan bahwa tingkat kehamilan secara spontan pada pasangan yang mengalami infertilitas idiopatik bahkan lebih tinggi daripada dengan infertilitas jenis lainnya. Walau demikian, penyebab dari infertilitas idiopatik memang belum dapat diketahui.

"Penelitian menunjukkan angka kehamilan secara spontan terjadi sebanyak 13-15 persen pada percobaan tahun pertama, dan meningkat menjadi 35 persen pada percobaan tahun berikutnya. Akan tetapi, angka kehamilan secara spontan terus menurun dengan durasi infertilitas lebih dari tiga tahun dan pada pasangan yang wanitanya berusia di atas 30 tahun," paparnya.

Untuk memperbesar peluang memiliki anak, pasutri bisa menjalani terapi penanganan. Dokter Gita mengatakan ada beberapa cara untuk mencapai kehamilan pada pasangan yang mengalami infertilitas idiopatik, di antaranya:

1. Manajemen ekspektatif
Tingkat kehamilan spontan pada pasangan dengan infertilitas idiopatik cukup tinggi, karenanya melakukan hubungan teratur 1-2 hari sekali pada masa subur (10-17 hari setelah hari pertama haid terakhir) sangatlah penting untuk mendapatkan kehamilan. Manajemen ekspektatif terutama dapat dilakukan pada pasangan dengan usia wanita di bawah 35 tahun dan usia pernikahan di bawah 2 tahun.

2. Inseminasi intrauterine
Apabila kehamilan juga tidak didapatkan dengan manajemen ekspektatif, maka disarankan untuk melakukan inseminasi intrauterine yang dikombinasikan dengan pemberian obat-obatan penyubur seperti klomifen sitrat, letrozole, atau gonadotropin.

baca juga

Inseminasi merupakan metode yang dilakukan dengan cara memasukkan sperma yang sudah ditingkatkan kualitasnya langsung ke dalam rongga rahim.

"Cara tersebut akan meningkatkan keberhasilan kehamilan dengan meniadakan faktor serviks dan antibodi antisperma yang sering dikaitkan sebagai penyebab infertilitas idiopatik," kata dokter Gita.

3. Program bayi tabung
Program bayi tabung dapat menjadi salah satu solusi, apabila kehamilan tidak juga didapatkan setelah kegagalan dengan inseminasi intrauterine. Program bayi tabung merupakan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) di mana pembuahan sel telur oleh sel sperma terjadi di luar tubuh wanita (in vitro), kemudian embrio hasil pembuahan ditempatkan kembali ke dalam rahim. Keberhasilan program bayi tabung pada pasangan yang mengalami infertilitas idiopatik mencapai 30-40 persen.

"Seiring dengan teknologi yang semakin berkembang, selalu ada harapan untuk memiliki keturunan. Cek kondisi organ reproduksi Anda dan pasangan secara berkala, tetap berpikir positif, dan jalani program kehamilan dengan penuh kesabaran," tutur dokter Gita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Pasutri Nyaris Jadi Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral

Cerita Pasutri Nyaris Jadi Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral

Sumut | Minggu, 28 Maret 2021 | 16:21 WIB

Bercanda Jungkir Balikkan Anak sampai Dikunci di Luar, Aksi Pasutri Dihujat

Bercanda Jungkir Balikkan Anak sampai Dikunci di Luar, Aksi Pasutri Dihujat

Hits | Kamis, 25 Maret 2021 | 10:22 WIB

Kisah Pasutri Tak Pernah Hubungan Intim, Merasa Jijik Tapi Tak Bisa Cerai

Kisah Pasutri Tak Pernah Hubungan Intim, Merasa Jijik Tapi Tak Bisa Cerai

Hits | Sabtu, 20 Maret 2021 | 14:51 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Shampoo Affordable untuk Rambut Kering dan Sulit Diatur

5 Rekomendasi Shampoo Affordable untuk Rambut Kering dan Sulit Diatur

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:50 WIB

KPK Soroti 8 Area Rawan Korupsi di Siak, Bupati Afni Diberi Waktu Tiga Bulan

KPK Soroti 8 Area Rawan Korupsi di Siak, Bupati Afni Diberi Waktu Tiga Bulan

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 11:49 WIB

Demo Tolak Konser Andrea Bocelli Ricuh: Habib Bahar Terluka Kena Lemparan Kelompoknya Sendiri

Demo Tolak Konser Andrea Bocelli Ricuh: Habib Bahar Terluka Kena Lemparan Kelompoknya Sendiri

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:48 WIB

Listyo Sigit Tak Sendirian, 5 Eks Petinggi Polisi Luar Negeri Juga Ditangkap!

Listyo Sigit Tak Sendirian, 5 Eks Petinggi Polisi Luar Negeri Juga Ditangkap!

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 11:48 WIB

Listyo Sigit Cs Sadap Prabowo Pakai Alat Buatan Israel? Begini Cara Kerja Pegasus

Listyo Sigit Cs Sadap Prabowo Pakai Alat Buatan Israel? Begini Cara Kerja Pegasus

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:48 WIB

Sering Ikut Perang Komentar Demi Idol? Hati-hati, Itu Bukan Loyalitas Tapi Fanatisme Buta

Sering Ikut Perang Komentar Demi Idol? Hati-hati, Itu Bukan Loyalitas Tapi Fanatisme Buta

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:47 WIB

WNI Tewas Terseret Ombak Besar di Tanggul Pantai Kashima Jepang

WNI Tewas Terseret Ombak Besar di Tanggul Pantai Kashima Jepang

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:45 WIB

Suahasil Klaim Investor Asing Masih Percaya Pemerintah, SBN Dibeli hingga Rp 28,79 T

Suahasil Klaim Investor Asing Masih Percaya Pemerintah, SBN Dibeli hingga Rp 28,79 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 11:43 WIB

Siapa Lagi yang Disadap Listyo Sigit? Demokrat Minta Polri Ungkap Kasus secara Transparan

Siapa Lagi yang Disadap Listyo Sigit? Demokrat Minta Polri Ungkap Kasus secara Transparan

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:43 WIB

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi JMO, Bisa Lewat Website

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi JMO, Bisa Lewat Website

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 11:40 WIB

×