alexametrics

Bukan Cuma Fisik, Ini yang Bikin Orang Insecure Terkait Penghasilan

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Bukan Cuma Fisik, Ini yang Bikin Orang Insecure Terkait Penghasilan
Ilustrasi dompet kosong (Pixabay/Andrew Khoroshavin)

Agar tidak insecure, ia mengatakan jika memiliki pekerjaan utama, bisa ciptakan pemasukan keuangan lain, seperti aset rolayti dari menulis buku dan membuat video.

Suara.com - Mendengar kata insecure sudah tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi, biasanya perasaan insecure tersebut terjadi saat seseorang merasa tidak memiliki fisik yang sempurna dibandingkan orang lain.

Tapi, bukan hanya itu, insecure juga terjadi ketika seseorang tidak sebanding dengan kehidupan orang lain. Seperti pekerjaan, privilege, dan juga kemampuan ekonomi.

Nah, salah satu kemampuan ekonomi bisa membawa seseorang insecure. Melansir dari Youtube Zap Finance, cara mengatasi insecure dalam keuangan adalah dengan cara mengelolanya. Seperti dana darurat, simpanan, dan juga investasi.

“Yang pertama siapkan dana darurat, sisihkan uang kita buat dana ini, tapi jangan berlebihan. Kedua cash flow (arus kas) untuk keuangan kita,” ungkap CEO Zap Finance Prita Hapsari Ghozie.

Baca Juga: Relaksasi Perpajakan Bantu Dunia Usaha Tetap Bertahan dan Pulih

Agar tidak insecure, ia mengatakan jika memiliki pekerjaan utama, bisa ciptakan pemasukan keuangan lain, seperti aset rolayti dari menulis buku dan membuat video.

“Seperti nulis buku, kemudian bikin video dan masukin ke Youtube, lalu ada adsence, banyak yang subscribe, dan itu contoh-contoh royalti aset,” jelasnya.

Ilustrasi: Menabung. (Shutterstock)
Ilustrasi: Menabung. (Shutterstock)

Tak hanya itu, pemasukan uang bisa didapat dari kemampuan bakat yang terpendam. Seperti menjadi MC virtual, mengajar yoga, maupun kegiatan yang bisa menghasilkan uang.

“Ini sebenarnya seperti orang yang punya bakat terpendam, nggak tahunya bisa jadi MC virtual, atau mungkin bisa ngajar yoga, sambil kita berolahraga sambil juga berpenghasilan,” ungkapnya.

Yang paling penting dalam mengatur dan menambah pemasukan, yaitu saving, investing, dan protection.

Baca Juga: Temui Wamenkeu, Wamendag Buka Peluang Atur Perdagangan Uang Kripto

“Saving itu penting banget, karena kita butuh untuk simpanan jangka pendek. Investasi apa lagi, karena keuangan kita harus bertumbuh, dan banyak tujuan di masa depan yang ingin kita capai. Yang terakhir adalah protection, kita tidak bisa mengandalkan dari dana darurat. Jadi yang namanya asuransi, BPJS Kesehatan, itu penting untuk kita,” tutupnya.

Komentar