Tantangan Yoggi Sanjaya Sebagai Chef Masakan Nusantara

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 26 April 2021 | 11:50 WIB
Tantangan Yoggi Sanjaya Sebagai Chef Masakan Nusantara
Chef Yoggi Sanjaya. (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Bicara soal makanan, selera masing-masing orang pastilah berbeda-beda. Belum lagi jika ada orang tertentu yang tak bisa menyantap makanan tertentu lantaran alergi atau pantangan. Oleh karenanya, jadi tugas seorang chef untuk memastikan setiap konsumen aman dan merasa nikmat saat menyantap makanan yang disajikannya. Dan bagi Sous chef Hitel Ibis Style Tanah Abang, Jakarta, Yoggi Sanjaya, bukan hal sulit baginya untuk memuaskan pelanggan, terutama jika mereka memiliki request tertentu.

Menurut Yoggi, adalah hal lumrah jika restoran, terutama restoran di hotel, menerima permintaan khusus soal makanan dari tamu yang harus dilaksanakan.

"Kalau ada permintaan, kita harus tahu dulu karakter orang tersebut. Kita harus saring dulu makanannya seperti apa, dia pantangannya seperti apa. Takutnya, misalnya, alergi seafood atau apa. Jadi kita harus tahu dulu dari orang yang request. Kita harus diskusi dulu ke tamu," ucap Yoggi ditemui suara.com di Hotel Ibis Style Tanah Abang, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dikenal kaya akan menu Nusantara, sebagai chef di Hotel Ibis Style Tanah Abang, Yoggi seringkali mendapat permintaan khusus untuk memasak makanan khas Indonesia. Meski restoran tempatnya bekerja juga memiliki menu ala westren dan chinesse food, menurut Yoggi, soto tetap menjadi kudapan favorit yang paling sering dipesan tamu.

Terlebih Hotel Ibis Style yang terletak di pusat Jakarta yang kental akan budaya betawi. Menu soto betawi jadi andalan restoran untuk disajikan.

Soto Tangkar Kreasi Chef Yoggi Sanjaya. (Suara.com/Lilis Varwati)
Soto Tangkar Kreasi Chef Yoggi Sanjaya. (Suara.com/Lilis Varwati)

"Konsep di sini mengambil dari kawasan Tanah Abang, untuk makanannya, kita kebanyakan makanan khas Betawi atau Jakarta. Kita sering menghidangkan seperti soto betawi, soto tangkar. Kemudian kita juga punya tongseng sapi. Kebanyakan orang yang datang sering order seperti soto betawi dan soto tangkar," ucap pria asal Bandung tersebut.

Lantaran ada beragam menu soto dari berbagai daerah, penting bagi seorang chef memahami setiap komponen yang ada di dalam soto. Bukan hanya isi daging, kentang, ataupun risol dalam mangkok, tetapi juga harus memahami apakah kuah soto memerlukan santan atau tidak, serta seberapa banyak jika diperlukan.

Karenanya, Yoggi menekankan bahwa memahami resep, atau lebih baik lagi menghapalnya, jadi bagian tugas penting seorang chef. Terlebih di restoran Hotel Ibis Style Tanah Abang yang memiliki menu hingga ribuan jumlahnya.

"Kita harus tahu isiannya juga. Memang basic-nya hampir sama, seperti soto ayam dengan soto medan, warnanya hampir sama kuning. Tapi soto medan harus kasih santan," jelasnya.

Penting Jadi Chef yang Fleksibel
Menu yang beragam, ditambah lagi dengan selera tamu yang berbeda-beda, seorang chef makin dituntut untuk memasak dengan fleksibel. Yoggi bercerita bahwa sehari-hari, para koki terbiasa memasak berbagai jenis masakan dalam satu waktu bersamaan, baik itu makanan Nusantara, western food, maupun chinesse food.

"Kita harus fleksibel. Kalau masak satu rendang di-manage, nggak bisa gitu. Harus masak lagi yang lain. Apa bikin bubur, bikin roti, kalau kita hanya fokus pada satu masakan saja, nggak akan terkejar," ujarnya.

Sate Soto Tangkar. (Suara.com/Lilis Varwati)
Sate Soto Tangkar. (Suara.com/Lilis Varwati)

Delapan tahun menjadi juru masak di berbagai tempat, Yoggi merasa masakan khas Indonesia lebih sulit dibandingkan dengan masakan luar negeri. Kekayaan pemakaian rempah-rempah, juga berbagai bumbu, membuat satu masakan jadi lebih kompleks.

Berbeda dengan makanan dari negara barat yang sedikit menggunakan rempah-rempah. Sedangkan masakan China, meski sama kaya akan penggunaan rempah-rempah juga, tetapi tetap memiliki cara masak yang berbeda.

"Harus bangga dengan Indonesia, kita banyak masakan nusantara yang bervariasi Jadi mungkin kalau menurut saya, Indonesia agak rumit daripada western. Kalau secara teknik masak, dari nusantara kita masak hampir sama, cuma meng-combine bumbu itu harus benar. Perbedaannya kalau Chinese, harus api besar kemudian pakai penyedap ikan. Kalau Nusantara kan kecap saos," paparnya.

Pengetahuan akan bumbu dan beragam rempah itu yang harus menjadi kuncian jika ingin jadi seorang chef, terutama menguasai masakan Indonesia. Yoggi mengatakan, penting untuk memahami campuran rempah untuk menghasilkan bumbu berwarna merah, misalnya. Atau bumbu putih, juga bumbu kuning. Juga mengenal dari aroma dan rasanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Chef Renatta yang Jadi Sorotan Setelah Sebut 'Mau Punya Istri'

Profil Chef Renatta yang Jadi Sorotan Setelah Sebut 'Mau Punya Istri'

Entertainment | Sabtu, 24 April 2021 | 12:14 WIB

Satire Tanggapi Konsep Patriarki, Chef Renatta : Gue Juga Mau Punya Istri

Satire Tanggapi Konsep Patriarki, Chef Renatta : Gue Juga Mau Punya Istri

Entertainment | Kamis, 22 April 2021 | 20:27 WIB

Mau Ikut Lomba Masak? Lakukan Tips dari Chef Senior Ini!

Mau Ikut Lomba Masak? Lakukan Tips dari Chef Senior Ini!

Video | Kamis, 15 April 2021 | 07:00 WIB

Terkini

Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi

Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 22:30 WIB

5 Sunscreen Spray SPF 50 Terbaik yang Bisa Kamu Gunakan

5 Sunscreen Spray SPF 50 Terbaik yang Bisa Kamu Gunakan

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 18:40 WIB

Strategi Atur Napas Finansial: Mengapa Pria Usia 30-an Kini Lebih Hobi Pakai Paylater?

Strategi Atur Napas Finansial: Mengapa Pria Usia 30-an Kini Lebih Hobi Pakai Paylater?

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 18:17 WIB

Desain Indonesia Incar Panggung Global Lewat Pameran Furnitur Terbesar di Milan

Desain Indonesia Incar Panggung Global Lewat Pameran Furnitur Terbesar di Milan

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 18:05 WIB

Bukan Cuma Tabungan, Ini Alasan Asuransi Wajib Masuk Rencana Masa Depan

Bukan Cuma Tabungan, Ini Alasan Asuransi Wajib Masuk Rencana Masa Depan

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 17:42 WIB

7 Sepatu Lokal Sekelas Nike dan ASICS, Fleksibel Buat Jalan Jauh dan Lari

7 Sepatu Lokal Sekelas Nike dan ASICS, Fleksibel Buat Jalan Jauh dan Lari

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 17:33 WIB

5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis

5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 17:16 WIB

Lupakan Sandal Berat! Ini Tren Alas Kaki Cloud-Walking yang Bakal Dominasi Musim Panas 2026

Lupakan Sandal Berat! Ini Tren Alas Kaki Cloud-Walking yang Bakal Dominasi Musim Panas 2026

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 17:14 WIB

Siap-siap Cuan, 5 Shio Bakal Hoki Besar Besok Minggu 12 April 2026

Siap-siap Cuan, 5 Shio Bakal Hoki Besar Besok Minggu 12 April 2026

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 17:06 WIB

Ironi Slogan Berakhlak Mulia Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Ironi Slogan Berakhlak Mulia Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 17:04 WIB