alexametrics

5 Mitos Seks Saat Hamil Ini Masih Dipercaya, Apa Saja?

Vania Rossa
5 Mitos Seks Saat Hamil Ini Masih Dipercaya, Apa Saja?
Ilustrasi seks saat hamil. (Elements Envato)

Masih banyak mitos seks saat hamil yang masih dipercaya beberapa pasangan. Padahal, kebenarannya belum tentu valid, lho.

Suara.com - Mitos seks saat hamil banyak beredar dan masih dipercaya oleh banyak pasangan. Padahal, kebenarannya belum terbukti secara ilmiah. Alhasil, tidak dapat dipungkiri juga kehadiran mitos tersebut menjadikan beberapa pasangan merasa takut atau enggan berhubungan seks ketika hamil.

Namun, jangan khawatir. Jarcques Moritz, MD, direktur Endoskopi dan Divisi Ginekologi St. Luke’s-Roosevelt Hospital, New York, menyebut bahwa berhubungan badan saat hamil aman dilakukan.

“Hamil tidak harus menjadi alasan Anda berhenti menjalankan aktivitas seksual. Itu karena seks benar-benar aman dilakukan selama kehamilan normal tanpa komplikasi,” terangnya.

Lantas, apa saja mitos seks saat hamil yang masih dipercaya? Bagaimana fakta di baliknya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Benakah Masturbasi Bisa Bantu Atasi Kecemasan? Begini Kata Ahli

1. Bercinta Saat Hamil Bisa Melukai Kepala Bayi
Hayo, siapa yang masih berpikir seperti ini? Anda tidak sendirian. Faktanya, masih banyak pasangan yang percaya akan mitos yang satu ini.

Tapi, jangan khawatir lagi. Hal ini sama sekali tidak benar. Pada dasarnya, seks selama kehamilan tidak akan memengarunhi perkembangan bayi secara fisik maupun sarafnya.

Janin terlindungi dengan baik di dalam kantung ketuban dan dibalut oleh lendir di mulut serviks. Maka dari itu, penetrasi yang terjadi tidak akan menyentuh kepala janin, atau bahkan menyakitinya.

2. Gerakan Bercinta Membahayakan Janin
Ini juga tidak benar. Justru, endrofin yang dilepaskan dalam tubuh ibu setelah sesi bercinta akan membantu menyenangkan janin dalam kandungan juga. Meski memang, posisi bercinta perlu lebih diperhatikan demi kenyamanan bumil.

3. Janin Bisa Memergoki Pasangan Bercinta
Tidak ada bukti ilmiah jika janin akan sadar dan ingat bahwa orangtua mereka sedang bercinta. Hal ini juga disetujui oleh para pakar. Menurut mereka, janin memang bisa menangkap gerakan dan suara dalam rahim, tetapi belum bisa menafsirkan situasi yang terjadi. Jadi, tidak akan menyebabkan kerusakan fisik maupun psikologis baginya kelak.

Baca Juga: Studi: Perilaku Pria Usai Berhubungan Seks Dapat Pengaruhi Kepuasan Wanita

4. Orgasme Bisa Sebabkan Keguguran
Kontraksi orgasme dan kontraksi persalinan adalah dua hal yang berbeda. Kram yang dirasakan setelah berhubungan seks merupakan hal normal terjadi.

Komentar