alexametrics

Cerita Bisnis Kemasan Makanan Yang Survive di Tengah Pandemi

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar
Cerita Bisnis Kemasan Makanan Yang Survive di Tengah Pandemi
Kemasan makanan. (PT. Prima Makmur Rotokemindo)

Banyak customer yang terdampak, ditambah orderan turun. Sementara itu pemesanan baru juga berdatangan yang sebelumnya tidak ada.

Suara.com - Meski pandemi menghantam banyak lini bisnis, faktanya tak sedikit bisnis yang mampu bertahan dari gempuran pandemi. Salah satunya adalah bisnis kemasan makanan yang dijalankan PT. Prima Makmur Rotokemindo, produsen kemasan pangan dan kemasan non pangan lokal yang telah memiliki lebih dari 50 klien yang berada di dalam maupun luar negeri.

Sales & RnD Director Arief Santoso mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur bisnisnya bisa survive di tengah pandemi.

“Kami merasa sangat bersyukur bahwa di masa pandemi bisnis kami masih bisa berjalan, walaupun dengan banyak penyesuaian, terutama masalah protokol kesehatan, supaya kami tetap bisa memberikan yang terbaik untuk karyawan dan klien-klien kami,” kata Arief.

Ia akui bahwa banyak di antara customer-nya yang terdampak pandemi, dan menyebabkan order menurun. Meski begitu, pemesanan dari customer baru juga berdatangan.

Baca Juga: Meredupnya Bisnis Persewaan Buku di Kota Semarang, Ini Kisahnya

“Banyak customer yang terdampak, ditambah orderan turun. Sementara itu pemesanan baru juga berdatangan yang sebelumnya tidak ada,” jelasnya.

Tercatat hingga saat ini sudah ada puluhan brand lokal yang memercayakan pengemasannya pada PT. Prima Makmur Rotokemindo, mulai dari makanan, deterjen, hingga gift wrap. Arief berkata, pihaknya memastikan kemasan harus higienis dan juga berkualitas, apalagi jika berkaitan dengan keamanan pangan.

“Di momen lebaran seperti ini, biasanya lebih banyak pemesanan packaging makanan dengan tema lebaran, seperti gambar ketupat dan tulisan Hari Raya. Tapi, tahun ini entah kenapa lebih netral, mungkin karena mereka takut stoknya kebanyakan nantinya. Karena kalau temanya sudah basi, mereka jadi nggak bisa jual,” jelas Arief soal produksi kemasannya menjelang hari raya.

Komentar