Refleksi Kebangkitan Nasional: 113 Tahun Lalu dan Hari ini

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 20 Mei 2021 | 11:25 WIB
Refleksi Kebangkitan Nasional: 113 Tahun Lalu dan Hari ini
Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta (Instagram/@ekasulistyawati_radite)

Suara.com - “Punika satunggaling padamelan sae sarta nelakakenn budi utami” demikian yang disampaikan oleh Soetomo dalam percakapannya dengan Dokter Wahidin Soedirohoesodo menanggapi keinginan Wahidin mewartakan misinya mengumpulkan dana untuk pendidikan bagi rakyat jelata. Percakapan antara murid dan guru di sebuah sekolah kedokteran di zaman Belanda.  Kata “budi utami” yang kemudian disambut oleh Soeradji menjadi usulan nama perkumpulan yang mereka gagas.

Semangat para pendiri Budi Utomo 113 tahun lalu yang mengalami konstruksi baru sebagai manusia baru yang merupakan konsekuensi dari pendidikan kolonial memang patut dijadikan panutan dan pelajaran bagi generasi-generasi bangsa ini.

Tjipto Mangoenkoesoemo sebagai “Sang Revolusioner” tidak menampik adanya pengentalan Jawa dalam Budi Utomo, tapi beliau tetap menginginkan adanya agenda kemodernan demi martabat manusia di negeri yang sedang terjajah.

Tokoh revolusioner lainnya, Ki Hadjar Dewantoro termasuk bagian dari mereka-mereka yang tidak betah dengan misi kolot yang selalu disuarakan dalam perkembangan organisasi. Hal yang dari awal disuarakan Soeradji dengan mengusulkan semboyan Indie Vooruit (Hindia Maju) bukan Java Vooruit (Jawa Maju).

Budi Utomo [Wikipedia]
Budi Utomo [Wikipedia]

Selain diskursus Jawa di jalan kemodernan, diskursus yang lebih kental adalah terkait visi organisasi Budi Utomo, yaitu menghendaki adanya perbaikan sosial, meski di awal hanya menyebutkan kata Jawa dan Madura sehingga kata “kemerdekaan” belum disebut.

Namun usaha-usaha menuju visi tersebut yang disampaikan oleh Dokter Wahidin seperti memajukan pengajaran, peternakan, pertanian, perdagangan, teknik, industri dan menghidupkan kembali kebudayaan menjadi pondasi terbukanya semangat dan pemikiran revolusioner di kalangan terdidik terkait kemerdekaan.

Hal ini yang kemudian diantisipasi oleh penjajah Belanda sehingga menggiring Budi Utomo tidak masuk dalam pergerakan politik. Strategi penjajah Belanda antara lain mempengaruhi beberapa peserta Kongres Pertama Budi Utomo untuk mengarahkan hasil kongres antara lain organisasi tidak berpolitik, kegiatan organisasi hanya ditujukan pada bidang sosial-budaya-pendidikan, ruang gerak terbatas pada Jawa dan Madura, serta memiih Tirtokoesoemo (mantan Bupati Karanganyar) sebagai Ketua Budi Utomo Pusat.

Keinginan penjajah Belanda agar Budi Utomo tidak masuk dalam politik juga dilakukan melalui intimidasi melalui peraturan saat itu yaitu Regering Reglement pada Pasal 111 yang melarang mendirikan perkumpulan politik atau yang serupa dengan perkumpulan yang mengganggu ketentraman umum.

Kondisi organisasi yang jauh dari semangat nasionalisme awal ketika dideklarasikan menyebabkan beberap tokoh revolusioner gerah untuk membangkitkan kembali gairah itu. Seorang Indo-Belanda, Douwes Dekker berusaha menyadarkan dan memberikan pengertian akan “tanah air Indonesia”.

baca juga

Meski kemudian Douwes Dekker bergerak melalui organisasi Indische Partij yang kemudiaan diikuti berdirinya Sarekat Islam (SI). Budi Utomo sendiri baru bisa berkembang menjadi organisasi yang mempunyai tujuan Indonesia Merdeka pada tahun 1935 dengan meleburkan diri dengan Perhimpunan Bangsa Indonesia (PBI) yang didirikan Soetomo. Peleburan ini melahirkan Partai Indonesia Raya (Parindra).

Dokter dan Politik

Semangat dan gerakan dokter-dokter senior maupun dokter muda atau mahasiswa kedokteran 113 tahun yang lalu jika muncul di era saat ini mungkin akan diterpa banyak stigma. Kalangan dokter selalu dinilai negatif jika mencoba masuk dalam zona politik. Seakan-akan zona politik menjadi area dominasi para politikus semata. Hal ini terlihat sangat sedikit dokter yang terjun ke dunia politik.

ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Peter Von Oertzen dalam bukunya Uberlegungen zur Stellung der politik under den Sozialwissenschaften  mengatakan bahwa politik adalah tindakan yang dijalankan menurut suatu rencana tertentu, yang terorganisir dan terarah yang secara tekun berusaha menghasilkan, mempertahankan atau mengubah susunan masyarakat. Peter mencoba untuk memahamkan sisi non kekuasaan dari politik, yang tentu berbeda dengan konsep politik Laswel dan Kaplan.

Apa yang dilakukan oleh Dokter Wahidin sangat jauh dari intrik politik, beliau lebih memfokuskan pandangannya terhadap kondisi masyarakat di tengah situasi yang tidak nyaman karena penjajahan.

Begitu pun yang dilakukan oleh Soetomo atau Soeradji, meski mereka akhirnya membentuk partai politik namun nama mereka jauh dari catatan intrik politik masa pra kemerdekaan. Politik benar-benar dijadikan sebagai fasilitator untuk mencapai tujuan saat itu yaitu Indonesia merdeka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Kebangkitan Nasional, Ganjar Ajak Warga Nyanyikan Indonesia Raya

Hari Kebangkitan Nasional, Ganjar Ajak Warga Nyanyikan Indonesia Raya

Video | Rabu, 19 Mei 2021 | 19:35 WIB

Budi Utomo: Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Budi Utomo: Sejarah, Tujuan, dan Anggota

News | Rabu, 19 Mei 2021 | 14:24 WIB

Hari Kebangkitan Nasional, Epidemiolog Singgung Perjuangan Melawan COVID-19

Hari Kebangkitan Nasional, Epidemiolog Singgung Perjuangan Melawan COVID-19

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 06:55 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×