Tahun Depan, Pelancong Bisa Kunjungi Selandia Baru Asal Punya Sertifikat Vaksin

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 12 Agustus 2021 | 17:43 WIB
Tahun Depan, Pelancong Bisa Kunjungi Selandia Baru Asal Punya Sertifikat Vaksin
Ilsutrasi pelabuhan di Aucland, Selandia Baru.[Unsplash/Thant Zin Oo]

Suara.com - Memiliki sertifikat vaksin semakin penting di tengah pandemi COVID-19. Setelah sebelumnya menjadi modal untuk masuk ke mal di Indonesia, sertifikat vaksin kini menjadi persyaratan pelancong yang ingin ke Selandia Baru.

Dilansir ANTARA, pemegang sertifikat vaksin dari negara-negara risiko rendah bahkan bisa masuk ke Selandia Baru tanpa karantina.

Pemberian izin masuk itu merupakan bagian dari pembukaan kembali secara bertahap perbatasan Selandia Baru yang ditutup tahun lalu karena pandemi COVID-19, kata Perdana Menteri Jacinda Ardern.

Ardern mengatakan Pemerintah Selandia Baru akan beralih ke model baru (izin masuk) berbasis risiko per individu untuk perjalanan bebas karantina mulai kuartal pertama 2022, yang akan menetapkan jalur pembukaan perbatasan berisiko rendah, menengah, dan tinggi ke negara itu.

Ilustrasi sertifikat vaksin. [Ist]
Ilustrasi sertifikat vaksin. [Ist]

Pelancong yang telah divaksin dari negara-negara berisiko rendah dapat melakukan perjalanan bebas karantina ke Selandia Baru.

Namun, pelancong yang berasal dari negara-negara berisiko sedang dan tinggi harus melalui kombinasi tindakan karantina mulai dari isolasi diri hingga menghabiskan 14 hari di tempat karantina.

"Kami belum dalam posisi untuk membuka kembali perbatasan sepenuhnya. Ketika kami mulai membuka, kami akan berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, karena kami ingin bergerak dengan sebanyak mungkin keyakinan dan kepastian," kata Ardern.

Hal itu disampaikan Ardern dalam pidatonya pada sebuah konferensi pers di sebuah forum yang membahas tentang menghubungkan kembali warga Selandia Baru dengan dunia.

Ardern telah mendapatkan pujian secara global karena dianggap berhasil menahan penularan lokal COVID-19 melalui strategi eliminasi yang ketat. Selandia Baru hanya mencatat 2.500 kasus dan 26 kematian akibat infeksi virus corona.

Baca Juga: Cara Mudah Download Sertifikat Vaksin di PeduliLindungi

Ardern mengatakan proyek percontohan isolasi diri akan dimulai tahun ini, dan sistem pengujian dan pemeriksaan vaksin baru akan didirikan di area-area perbatasan.

Selandia Baru juga akan mempercepat peluncuran vaksinasi di mana semua warga dengan usia yang memenuhi syarat dapat memesan vaksin mereka pada 1 September, kata Ardern.

Program vaksinasi negara itu juga akan menggunakan jeda enam minggu antara dosis untuk memastikan lebih banyak warga Selandia Baru setidaknya mendapatkan vaksin dosis pertama.

Ardern mengatakan pemerintah akan mempertahankan strategi eliminasinya.

"Jika kita menghentikan pendekatan eliminasi kita terlalu cepat, tidak ada jalan untuk kembali, dan kita dapat melihat wabah yang signifikan di sini seperti yang dialami beberapa negara di luar negeri yang telah membuka diri lebih awal dalam peluncuran vaksinasi mereka," kata Ardern.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI