Penting! Simak 4 Perbedaan Ragi Kering dan Basah yang Harus Kamu Ketahui

Arendya Nariswari

Kamis, 19 Agustus 2021 | 21:09 WIB
Penting! Simak 4 Perbedaan Ragi Kering dan Basah yang Harus Kamu Ketahui
Ilustrasi ragi untuk roti. (Pixabay/svetlanabar)

Suara.com - Ragi memang digunakan sebagai bahan utama pembuat roti. Ragi sendiri berfungsi untuk memfermentasi karbohidrat dan menghasilkan CO2 yang nantinya digunakan sebagai pengembang roti. Lalu apa perbedaan ragi kering dan basah dalam pembuatan roti ya? 

Tahukah kamu bahwa sebenarnya ragi terdiri dari dua jenis? Di mana dua di antaranya yang paling sering digunakan adalah ragi basah atau fresh yeast dan ragi kering atau dry yeast.

Keduanya tentu bisa dijadikan sebagai bahan pembuat roti, namun lebih baik kita cari tahu dulu yuk perbedaan antara ragi kering dan ragi basah.

Berikut 4 perbedaan ragi kering dan basah yang dilansir dari Masterclass.com

1. Tekstur

Dibanding ragi kering, tentu saja ragi basah memiliki tekstur yang lebih lembab dan rapuh. Ragi basah ini juga memiliki tekstur seperti blok keju feta.

Sedangkan ragi kering baik yang biasa maupun instan memiliki tekstur kasar seperti pasir

2.  Cara aktivasi

Sebelum dicampurkan dalam adonan kue, ragi kering aktif (bukan instan) perlu diaktivasi terlebih dulu. Proses aktivasinya pun cukup mudah, caranya campurkan butiran ragi kering dengan air hangat dan gula lalu kocok dan tunggu sampai muncul gelembung-gelembung di permukaan air.

baca juga

Sementara untuk ragi basah, Anda bisa langsung mencampurkannya dengan adonan roti.

3. Usia penyimpanan

Dengan kadar air yang lebih rendah tentunya ragi kering instan memiliki usia penyimpanan yang lebih lama daripada ragi basah.

Usia simpan ragi kering aktif dan instan dapat mencapai beberapa bulan selama disimpan dalam suhu kamar.

Sementara ragi basah harus cepat digunakan dalam kurun waktu satu atau dua minggu dengan penyimpanan di lemari es.

4. Proses fermentasi

Proses pengeringan saat pembuatan ragi kering telah membunuh kurang lebih seperempat sel pada ragi.

Sel-sel ragi mati membentuk lapisan pelindung di sekitar sel-sel hidup, memperlambat fermentasi dan menghasilkan rasa lagi yang khas.

Sementara itu, ragi basah yang tidak melalui proses pengeringan memiliki lebih banyak sel ragi hidup.

Banyaknya sel ragi hidup ini juga meningkatkan karbon dioksida sehingga membuat ragi basah mampu menghasilkan adonan yang lebih cepat mengembang dan lebih besar.

Demikian 4 perbedaan antara ragi basah dan ragi kering. Tentu saja keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri yang dapat Anda pilih sesuai dengan pembuatan roti yang Anda inginkan.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar 10 Makanan Khas Betawi, Semua Enak, No Debat!

Daftar 10 Makanan Khas Betawi, Semua Enak, No Debat!

Jakarta | Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:28 WIB

Strategi Pemasaran Jenius! Roti Rendah Kalori Ini Dibungkus dengan Kemasan Six Pack

Strategi Pemasaran Jenius! Roti Rendah Kalori Ini Dibungkus dengan Kemasan Six Pack

Lifestyle | Senin, 16 Agustus 2021 | 12:35 WIB

Terpopuler: Sisca Kohl Jual Roti Panggang hingga Penampakan Nasi Cumi Hitam

Terpopuler: Sisca Kohl Jual Roti Panggang hingga Penampakan Nasi Cumi Hitam

Lifestyle | Senin, 16 Agustus 2021 | 08:28 WIB

Terkini

AI Bisa Bikin Hidup Lebih Mudah, Tapi Apakah Justru Menurunkan Kualitas Kerja Kita?

AI Bisa Bikin Hidup Lebih Mudah, Tapi Apakah Justru Menurunkan Kualitas Kerja Kita?

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 20:12 WIB

Masa Pakai Kulkas Idealnya Berapa Lama? Kenali 7 Tanda Kerusakan yang Sering Diabaikan

Masa Pakai Kulkas Idealnya Berapa Lama? Kenali 7 Tanda Kerusakan yang Sering Diabaikan

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 20:11 WIB

Tampang Caca, Mahasiswi Pencuri HP Samsung S23 Ultra di Jatinegara yang Viral Terekam CCTV

Tampang Caca, Mahasiswi Pencuri HP Samsung S23 Ultra di Jatinegara yang Viral Terekam CCTV

News | Selasa, 08 September 2026 | 20:10 WIB

SGIC IX 2026 Torehkan Benefit Rp10,5 Miliar, Dirut Semen Gresik Dorong Insan Terus Berani Berinovasi

SGIC IX 2026 Torehkan Benefit Rp10,5 Miliar, Dirut Semen Gresik Dorong Insan Terus Berani Berinovasi

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 20:02 WIB

Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM

Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM

News | Selasa, 08 September 2026 | 20:00 WIB

Di Seberang Rumah: Ketika Dua Luka Saling Menemukan Jalan untuk Pulang

Di Seberang Rumah: Ketika Dua Luka Saling Menemukan Jalan untuk Pulang

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 20:00 WIB

Tak Bisa Lagi Jor-joran di Tengah Efisiensi , FKY 2026 Andalkan Kekuatan Komunitas Seni

Tak Bisa Lagi Jor-joran di Tengah Efisiensi , FKY 2026 Andalkan Kekuatan Komunitas Seni

Jogja | Selasa, 08 September 2026 | 19:55 WIB

7 Tahun Persija Tak Jamu Persib di Jakarta, Shin Tae-yong Kaget: Kok Bisa?

7 Tahun Persija Tak Jamu Persib di Jakarta, Shin Tae-yong Kaget: Kok Bisa?

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 19:55 WIB

Lawan Stigma, Jersey Anyar Persebaya Surabaya Dihiasi Kecupan Bibir

Lawan Stigma, Jersey Anyar Persebaya Surabaya Dihiasi Kecupan Bibir

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 19:53 WIB

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Institusi Justru Nyerok USD 3,8 Miliar

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Institusi Justru Nyerok USD 3,8 Miliar

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:51 WIB

×