Koki Cina Meninggal Setelah Siapkan Sup Ular Kobra, Ternyata Ini Penyebabnya

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:04 WIB
Koki Cina Meninggal Setelah Siapkan Sup Ular Kobra, Ternyata Ini Penyebabnya
Ilustrasi koki masak sup ular kobra. (Pexels)

Suara.com - Meski merupakan hewan yang mematikan, sup yang terbuat dari daging ular kobra dianggap sebagai makanan lezat yang langka di China Selatan. Tetapi, menyiapkan sup ular kobra ternyata sangatlah berisiko bagi seorang koki.

Dilansir Daily Star, Peng Fan, dari Foshan, Cina begitu bangga memiliki menu ini di restorannya. Namun, saat sedang menyiapkan hidangan ini untuk pengunjung, sebuah tragedi yang tidak biasa terjadi.

Kejadian itu bermula saat ia memenggal ular berjenis Indochinese Spitting Cobra. Lalu mulai menghabiskan 20 menit membuat sup, dan mulai merapikan dapur. Tak disangka, saat mengambil bagian kepala yang sudah terpenggal untuk dibuang ke tempat sampah tiba-tiba saja ular itu menggigitnya.

Seperti yang diketahui, bisa ular kobra adalah hal yang sangat berbahaya. Ini mengandung neurotoksin yang dapat membunuh dalam waktu 30 menit, melumpuhkan korban, dan 'mencekik' mereka sampai meninggal dunia. Antiracun ular kobra memang sudah tersedia, tetapi harus dilakukan dengan cepat.

Tamu restoran, Lin Sun, mengatakan jika saat dirinya sedang berada di restoran untuk makan-makan dalam rangka ulang tahun istrinya, tiba-tiba saja ada banyak keributan.

"Setelah kami mendengar kabar itu, kami tidak melanjutkan makan kami," kata Lin Sun.

Seorang juru bicara polisi mengatakan tentang insiden itu adalah kasus yang sangat tidak biasa, tetapi tampaknya hanya kecelakaan. Tuan Fan memiliki reaksi yang sangat parah terhadap gigitan.

"Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan pria itu. Hanya anti-racun yang bisa membantu tetapi ini tidak diberikan tepat waktu. Dia menyiapkan ular itu sendiri dan hanya sial. Itu hanya kecelakaan yang tragis," kata dia.

Para ahli mengatakan ular dan reptil lainnya masih dapat melakukan gerakan reaktif hingga satu jam setelah dibunuh.

baca juga

"Sangat mungkin kepala itu tetap hidup dan menggigit tangan Peng. Pada saat seekor ular kehilangan kepalanya, ular itu mati secara efektif karena fungsi dasar tubuh telah berhenti, tetapi masih ada beberapa tindakan refleksif. Itu berarti ular memiliki kemampuan menggigit dan menyuntikkan racun bahkan setelah kepalanya dipenggal," kata seorang ahli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sopir Taksi dan Satu Keluarga Tewas Tabrakan Gara-gara Ular Kobra

Sopir Taksi dan Satu Keluarga Tewas Tabrakan Gara-gara Ular Kobra

Sumbar | Kamis, 12 Agustus 2021 | 13:15 WIB

Panik Ular Kobra Masuk ke Mobil, Sopir Taksi Banting Setir dan Tewaskan Seluruh Penumpang

Panik Ular Kobra Masuk ke Mobil, Sopir Taksi Banting Setir dan Tewaskan Seluruh Penumpang

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 10:40 WIB

7 Potret Terbaru Farah Quinn, Dikira Siswi SMA saat Antar Anak ke Sekolah

7 Potret Terbaru Farah Quinn, Dikira Siswi SMA saat Antar Anak ke Sekolah

Entertainment | Selasa, 10 Agustus 2021 | 15:46 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×