Di aplikasi Gojek, tidak akan ada riwayat pemesanan dan ruang chat antara rekan jasa dengan penyewa. Jadi, kita harus getol-getol masuk ke tautan yang sudah dibagikan di WhatsApp untuk melihat status pemesanan serta melakukan obrolan dengan rekan jasa.
Sampai di sini, ternyata rekan jasa yang berada di Tambun tidak memberikan respon apa-apa selama hampir 30 menit. Entah ia bersedia atau tidak, tim Lifestyle Suara.com kemudian memilih untuk meng-cancel dan mengganti rekan jasa yang lain.
Setelah sukses membatalkan pesanan, tak sampai satu menit, rekan jasa yang lain "nyantol" di aplikasi.
Lokasi rekan jasa kedua lebih dekat dan hanya berdomisili di Tapos, Depok. Dari lokasi tim Suara.com tinggal, dikira-kira tak lebih dari 4km saja.
Dari status terlihat rekan jasa yang dimaksud bernama Sonni Santoso. Sonni merupakan rekan jasa dengan kondisi tuli. Hal itu dapat terlihat dari status yang terpasang di namanya.

Proses komunikasi antara Suara.com dan Sonni tergolong lancar, ia bersedia datang ke lokasi pukul empat sore di hari yang sama, atau pada saat itu, masih sekitar empat lagi dari jam pemesanan.
Pukul empat sore lebih sepuluh menit, tim Lifestyle Suara.com 'hampir lupa' memiliki janji temu untuk pelayanan membersihkan mobil dari Pinhome.
Saat masuk ke tautan yang dibagikan di WhatsApp, Sonni ternyata sudah beberapa kali mengirim pesan dan sudah 10 menit menunggu di sekitar rumah tim Suara.com.
Masalah chat yang tidak kompatibel dengan aplikasi Gojek secara langsung, kami anggap dapat mengganggu proses komunikasi antara rekan jasa dan penyewa. Tidak ada notifikasi apa-apa di aplikasi, sehingga hal tersebut berisiko menimbulkan miskomunikasi.
Oh, setiap pesan yang ditulis mengunggakan angka juga akan disensor. Jadi pengguna maupun rekan jasa tidak akan bisa mengirim nomor seperti nomor telepon di ruang chat menggunakan angka. Apapun pesan yang menggunakan angka-- termasuk keterangan jam, akan disensor mesin.
Setelah 'drama kecil lupa pesan jasa dan titik lokasi' rampung, Sonni yang merupakan teman tuli, langsung sigap bekerja.
Ia hanya membutuhkan sumber air dan sumber listrik. Hal pertama yang ia lakukan adalah mengambil sampah di dalam mobil dan mengeluarkan karpet mobil.
Ia lalu bekerja menggunakan alat vakuum berukuran kecil, menyedot debu bagian interior sampai ke sudut. Setelah dirasa bersih, ia mengelap bagian dalam mobil sampai kinclong.
Sekitar hampir 20 menit bekerja di bagian dalam, Sonni lalu beralih ke bagian luar. Ia membasahi seluruh bodi mobil dan membersihkannya dengan sabun.
Ia kemudian mengeringkan setiap bagian mobil yang basah. Sonni lalu mengaplikasikan produk wax ke bodi mobil dan melapnya dengan kain microfiber.
Proses waxing ini berlangsung cukup lama. Saat dihitung-hitung sendiri, tak kurang dari 50 menit Sonni harus melakukan perawatan wax ke bodi mobil berjenis SUV tersebut.
Total waktu yang diperlukan Sonni untuk membersihkan satu mobil ukuran bongsor kurang lebih hampir 2 jam. Melebihi estimasi waktu yang diprediksi Pinhome dan Gojek, yaitu sekitar 60 menit.

Selama proses membersihkan mobil, kami tentu tidak saling mengobrol karena kesulitan metode komunikasi. Tapi dengan begitu, rekan jasa jadi bekerja lebih fokus.
Ia juga datang menggunakan pakaian dan peralatan lengkap, mulai dari boots antiair, rompi khusus rekan jasa, dan masker agar tetap menerapkan protokol kesehatan.
Secara hasil kerja, Sonni melakukan pekerjaannya cukup memuaskan. Ia gesit dan berhasil membuat mobil putih tersebut jadi jauh lebih bersih dan mengkilat.
Bagi Suara.com, apa yang dilakukan Sonni dan mungkin rekan jasa lain harusnya sudah sulit untuk dikomentari. SOP pasti sudah ada, dan mereka harusnya sih sudah paham apa saja yang harus dikerjakan.
Hal penting sekarang, perlu adanya pengembangan aplikasi agar lebih nyaman digunakan oleh user. Apalagi untuk Gojek yang sudah tersohor sampai luar negeri.
Untuk Anda yang membutuhkn layanan home service dari Pihome, silakan coba sendiri di aplikasi Gojek ya!