Pengertian dan Sejarah Revolusi Hijau Dunia dan Indonesia

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 23 September 2021 | 09:47 WIB
Pengertian dan Sejarah Revolusi Hijau Dunia dan Indonesia
Sawah [elements.envato]

Suara.com - Indonesia terkenal sebagai negara pertanian, karena memiliki lahan perkebunan yang luas. Dalam dunia pertanian dikenal dengan istilah Revolusi Hijau.

Revolusi hijau ini disebut-sebut menjadi cikal bakal kemajuan sektor pertanian jadi lebih maju dan berkembang, serta tidak lagi menggunakan cara-cara lama.

Lantas, pertanyaanya apa itu revolusi hijau?

Mengutip Ruang Guru, Rabu (23/9/2021) revolusi hijau adalah sebuah usaha dalam mengembangkan teknologi pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan.

ilustrasi pertanian.(pixabay)
ilustrasi pertanian.(pixabay)

Sehingga, dengan kata lain revolusi ini mengubah pertanian yang sebelumnya menggunakan teknologi tradisional, menjadi pertanian dengan teknologi modern.

Filsuf Thomas Robert Malthus mengatakan bahwa revolusi hijau terjadi karena semakin meningkatnya jumlah penduduk di dunia, namun tidak diiringi dengan peningkatan jumlah produksi pangan.

Dalam teorinya Malthus berpendapat bahwa, pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64 dan seterusnya. Sedangkan hasil pertanian mengikuti deret hitung 1, 3, 5, 7, 8, 11, 13, dan seterusnya.

Sehingga untuk mengatasi pertumbuhan penduduk dan hasil pertanian yang tidak selaras, ada beberapa lembaga yang melakukan penelitian seperti Ford Foundation dan Rockerfeller Foundation.

Lembaga-lembaga tersebut melakukan penelitian di negara-negara berkembang. Meksiko, Filipina, India, dan Pakistan menjadi objek penelitian mereka. Kita ambil contohnya di negara Meksiko dan Filipina.

baca juga

Di 1944, ada sebuah pusat penelitian bening jagung yang didukung Rockerfeller Foundation.

Penelitian tersebut berhasil menemukan beberapa varietas baru dari hasil jagung yang hasilnya di atas rata-rata varietas lokal Meksiko.

Selanjutnya, pada 1962, Rockerfellar Foundation dan Ford Foundation mendirikan sebuah badan penelitian tanaman di Los Banos. Nama badan tersebut ialah International Rice Research Institute (IRRI).

Sedangkan di Indonesia atau tepatnya pada masa Orde Baru, pada pelaksanaan Pelita I di 1969. Saat itu revolusi hijau diterapkan dan fokus pada peningkatan hasil pertanian yakni berupa beras.

Ilustrasi Petani Sedang Panen (pexels.com)
Ilustrasi Petani (pexels.com)

Pelaksanaannya ada 4 program yakni intensifikasi pertanian, ekstensifikasi pertanian, diversifikasi pertanian, dan rehabilitasi.

1. Intensifikasi pertanian
Program ini diterapkan dalam bentuk Panca Usaha Tani yakni pemilihan bibit unggul, pengaturan irigasi, pemupukan, teknik pengolahan tanah, dan pemberantasan hama.

2. Ekstensifikasi pertanian
Langkah program ini diwujudkan dalam bentuk perluasan area pertanian yang sebelumnya belum dimanfaatkan. Contohnya seperti pemanfaatan hutan, lahan gambut, atau padang rumput untuk digunakan sebagai lahan pertanian.

3. Diversifikasi pertanian
Program ini dikatakan sebagai pengalokasian sumber daya pertanian ke beberapa aktivitas lainnya yang menguntungkan, baik secara ekonomi atau lingkungan. Contohnya menanamkan beberapa jenis tanaman dalam satu lahan atau memelihara beberapa hewan ternak dalam satu kandang.

4. Rehabilitasi
Rehabilitasi ini merupakan sebuah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbarui segala hal terkait pertanian. Misalnya memperbaiki sawah tadah hujan menjadi sawah irigasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petani dan Pedagang Jagung Pertanyakan Peranan Kemendag

Petani dan Pedagang Jagung Pertanyakan Peranan Kemendag

Bisnis | Rabu, 22 September 2021 | 12:39 WIB

Hampir 1000 Orang Digigit Anjing Rabies di Kalimantan Barat Sejak Awal 2021

Hampir 1000 Orang Digigit Anjing Rabies di Kalimantan Barat Sejak Awal 2021

Kalbar | Rabu, 22 September 2021 | 10:51 WIB

Indef: Sektor Pertanian Sebaiknya Dijaga agar Berkontribusi pada Perbaikan Ekonomi

Indef: Sektor Pertanian Sebaiknya Dijaga agar Berkontribusi pada Perbaikan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 12:22 WIB

Terkini

Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?

Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:00 WIB

Ironi Perlindungan Negara: Surat Kehilangan Lebih Dicari daripada Motornya

Ironi Perlindungan Negara: Surat Kehilangan Lebih Dicari daripada Motornya

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:00 WIB

3 Zodiak yang Meraih Kesuksesan 16 Juli 2026, Peluang Emas di Depan Mata

3 Zodiak yang Meraih Kesuksesan 16 Juli 2026, Peluang Emas di Depan Mata

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:39 WIB

Iran Bebaskan Warga Negara Amerika yang Ditahan Sejak 2024, Respon Donald Trump Bikin Kaget

Iran Bebaskan Warga Negara Amerika yang Ditahan Sejak 2024, Respon Donald Trump Bikin Kaget

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:32 WIB

Fakta Menarik Hasil Argentina vs Inggris di Piala Dunia 2026 Tadi Pagi

Fakta Menarik Hasil Argentina vs Inggris di Piala Dunia 2026 Tadi Pagi

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:20 WIB

Ongkos Perbaikan Mobil Listrik BekasTerbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset

Ongkos Perbaikan Mobil Listrik BekasTerbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:15 WIB

Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Scaloni: Albiceleste Siap Hancurkan Spanyol

Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Scaloni: Albiceleste Siap Hancurkan Spanyol

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:14 WIB

Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol

Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:11 WIB

UEFA Mulai Gerah! Muncul Desakan Lengserkan Infantino dari Kursi Presiden FIFA

UEFA Mulai Gerah! Muncul Desakan Lengserkan Infantino dari Kursi Presiden FIFA

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:00 WIB

Prabowo Kumpulkan Menteri, Nasib MBG & Koperasi Desa Merah Putih Dibahas

Prabowo Kumpulkan Menteri, Nasib MBG & Koperasi Desa Merah Putih Dibahas

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:00 WIB

×