Kenapa Harga Kain Tenun Mahal? Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Alasannya

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:35 WIB
Kenapa Harga Kain Tenun Mahal? Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Alasannya
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. (Dok: Kemenparekraf)

Suara.com - Kain tenun termasuk bagian dari budaya Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki kain tenun khas buatan masyarakat lokal, terutama di wilayah Sumatera. 

Kain tenun asli hasil kerajinan warga lokal biasanya memiliki harga jual yang tinggi. Karena kualitasnya yang terjamin. Namun selain itu, ada penyebab lain yang membuat kain tenun asli bisa berharga mahal.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan rahasianya.

"Kain tenun dibuat sangat lama, bisa sampai berbulan-bulan. Maka dari itu harganya pun dijual sangat tinggi, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah," ungkap Sandi saat menghadiri konferensi pers virtual Hari Ulos Nasional 2021, Jumat (15/10/2021).

Kain Ulos. (Dok: Tobatenun)
Kain Ulos. (Dok: Tobatenun)

Ada beragam jenis tenun di Indonesia, lanjut Sandi. Beberapa di antaranya, kain tenun pandai sikek dari Minangkabau, tenun songket asal Palembang dan tenun ulos khas Batak.

Dalam perayaan Hari Ulos Nasional, Sandi mengajak para pengrajin ulos agar terus meningkatkan kreativitas dalam berkarya dan mengikuti perkembangan tren wastra.

Menurut Sandiaga, hal itu penting dilakukan sebagai upaya kelestarian dan penggunaan kain tenun ulos dapat terus dipertahankan sepanjang zaman.

"Tidak hanya sebagai identitas suku Batak tapi juga bisa diminati oleh masyarakat secara lebih luas," ucapnya.

Bagi masyarakatbsuku batak, kain ulos telah menjadi identitas. Oleh sebab itu tidak hanya dipakai dalam kehidupan sehari-hari, namun juga sebagai pakaian pada acara resmi dan adat, lanjut Sandi.

baca juga

Kain ulos berarti selimut dan berfungsi menghangatkan juga melindungi tubuh dari terpaan udara dingin. Juga memiliki fungsi simbolik dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Batak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandiaga Uno Siap Fasilitasi Uji Coba Operasional Wisata di Kabupaten Malang

Sandiaga Uno Siap Fasilitasi Uji Coba Operasional Wisata di Kabupaten Malang

Malang | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 08:00 WIB

Menparekraf Sandiaga Uno Pesan Lukisan Mural Peserta Desa Wisata

Menparekraf Sandiaga Uno Pesan Lukisan Mural Peserta Desa Wisata

Bisnis | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 15:35 WIB

Sandiaga Uno Berharap Olahraga di Desa Wisata Dongkrak Ekonomi Sampai Indonesia Bangkit

Sandiaga Uno Berharap Olahraga di Desa Wisata Dongkrak Ekonomi Sampai Indonesia Bangkit

Bisnis | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 07:36 WIB

Terkini

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Health | Minggu, 13 September 2026 | 18:02 WIB

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:55 WIB

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:50 WIB

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 17:47 WIB

×