Begini Cara Bedakan Kain Tenun dengan Pewarna Alami dan Pewarna Kimia

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 01 November 2021 | 14:05 WIB
Begini Cara Bedakan Kain Tenun dengan Pewarna Alami dan Pewarna Kimia
Ilustrasi: Kain tenun tanjung dan blongsong khas Palembang [Fitria/Suara.com]

Suara.com - Kain tenun termasuk salah satu kerajinan tangan khas Indonesia yang bisa ditemukan di banyak daerah. Dalam proses pembuatannya, kain tenun bisa diwarnai secara alami maupun dengan pewarna tekstil kimia.

Tak sulit untuk membedakan kain tenun dari pewarna alami dengan pewarna kimia.

Menurut desainer Hayuning Subadra, kain tenun dari pewarna alami memiliki bau khas yang tidak ada pada kain dengan pewarna kimia. Bau tersebut bahkan tidak mudah hilang meski sudah dicuci berkali-kali.

"Baunya itu awet. Mungkin ada yang suka ada yang gak suka, tapi benar-benar kayak bau daun yang direndam lama, bau kayu. Itu pasti selalu ada baunya walaupun Sudah dicuci berkali-kali," kata perempuan yang akrab disapa Adra itu, ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Lantaran bahan pewarna alami kebanyakan dari daun kering maupun kayu, sehingga rata-rata kain tenun tidak banyak variasi warna. Adra mengatakan, kebanyakan justru berwarna lebih gelap.

"Seperti earth tone (warna bumi), warna tanah, sulit direplikasi. Jadi kaya warna kusam, enggak ada warna terang. Pewarnaan ini ada yang dari daun, ada yang dari kayu," ucapnya.

Dalam proses pembuatannya, kain tenun dengan pewarna alami lebih membutuhkan waktu. Menurut Adra, proses menenun sendiri biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan. Sedangkan untuk membuat cairan pewarnanya itu bisa lebih sampai enam bulan.

"Prosesnya lama. Jadi petikin indigonya, jadi pewarna alam. Atau dari kayu-kayu lalu diubah jadi bubuk. Kalau tenun sendiri paling tidak membutuhkan waktu 2 sampai 3 bulan. Tapi pembuatan warna alami itu yang paling lama," ujarnya.

Baik kain tenun dengan pewarna alami maupun menggunaan zat kimia, Adra mengingatkan agar jangan mencucinya dengan detergen dan tidak perlu disetrika. Sama seperti batik, perawatan kain tenun sebenarnya cukup dengan mencuci pakai lerak.

baca juga

"Harus pakai lerak agar warnanya gak luntur," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Kain Tenun Bisa Jutaan Rupiah, Ternyata Ini Sebabnya

Harga Kain Tenun Bisa Jutaan Rupiah, Ternyata Ini Sebabnya

Lifestyle | Minggu, 31 Oktober 2021 | 10:06 WIB

Terungkap! Budaya Menenun di Maluku Diduga Sudah Dilakukan Sejak Zaman Purba

Terungkap! Budaya Menenun di Maluku Diduga Sudah Dilakukan Sejak Zaman Purba

Lifestyle | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 18:25 WIB

Kenapa Harga Kain Tenun Mahal? Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Alasannya

Kenapa Harga Kain Tenun Mahal? Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Alasannya

Lifestyle | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:35 WIB

Terkini

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:03 WIB

×