Ciptakan Inovasi, Anak Muda Terus Didorong Jadi Petani Milenial

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 14 November 2021 | 17:30 WIB
Ciptakan Inovasi, Anak Muda Terus Didorong Jadi Petani Milenial
Petani Milenial. (Dok: Elements Envanto)

Suara.com - Banyak anak muda seringkali berpikir bahwa petani merupakan profesi yang sangat tradisional dan tidak cocok untuk mereka. Padahal, peran petani cukup vital dalam mendukung ketersediaan berbagai komiditas di suatu negara.

Situasi ini yang membuat Kementerian Pertanian terus mencetak petani-petani muda atau milenial di banyak daerah. Anak-anak muda inilah yang diharapkan mampu melaksanakan pertanian modern yang merupakan kunci peningkatan produktifitas.

Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani-petani muda harus bisa mengambil peran dalam pengembangkan pertanian.

Petani Milenial. (Dok: Elements Envanto)
Petani Milenial. (Dok: Elements Envanto)

"Harapannya melalui petani-petani milenial itu akan muncul inovasi-inovasi lain yang mendorong pertanian modern, sehingga swasembada pangan di negara kita nantinya benar-benar terwujud," kata Menteri Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang menjadi nakhoda peningkatan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi  menyatakan “Instansinya siap untuk terus meningkatkan kualitas SDM.  Salah satunya dengan regenerasi petani. Kami gerakkan petani milenial melalui balai pelatihan pertanian serta politeknik pembangunan pertanian. Kami ciptakan job seeker dan job creator yang siap memompa kreativitas dan produktivitas,” tegas Dedi.

Untuk mempercepat akselerasi tujuan itu PPIU (Provincial Project Implementation Unit) Jatim membentuk District Multy Stakeholder Forum (DMSF) di Kantor Bappeda Pacitan, kamis (11/11/2021).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekda Pacitan Heru Wiwoho Supadi Putra, ini dihadiri oleh Wakil Direktur III Polbangtan Malang, Project Manajer Program YESS Jatim, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pertanian Pacitan, OPD terkait, LSM serta pihak perbankan.

Dalam sambutannya Sekda Pacitan, Heru Wiwoho, sangat mendukung kegiatan Program YESS, hal itu dikarenakan Program YESS selaras dengan RPJMD dan misi dari pemerintan Kabupaten Pacitan, dimana salah satu misi dari pemerintah Kabupaten Pacitan adalah Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi melalui Sektor Agraris, Sektor Pariwisata, serta Sektor Unggulan lainnya.

Lebih lanjut Heru Wiwoho menyatakan bahwa perlu adanya kerjasama, kolaborasi dan sinergi  semua pihak, karena Pemerintah Kabupaten Pacitan tidak bisa bekerja sendiri, tanpa dukungan dari semua stakeholder. Forum DMSF ini akan sanat membantu ketersambungan koordinasi khususnya mengenai program kewirausahaan para pemuda, terutama di sektor pertanian.

baca juga

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bappeda Pacitan Pamuji menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan sangat mensupport Program YESS karena diharapkan memberi bekal kepada para pemuda agar berwirausaha di sektor pertanian secara mandiri.

Sementara itu Wakil Direktur Polbangtan malang  Dr. Andi Warnaen, menyampaikan bahwa Proram YESS adalah Program Kewirausahaan dan ketenagakerjaan di bidang pertanian. Program ini di dasari karena animo para pemuda untuk bergelut di sektor pertanian mulai berkurang, sehingga program YESS ini berusaha membangkitkan minat para pemuda untuk bergerak di sektor pertanian, baik itu sebagai tenaga kerja maupun sebagai wirusahawan.

Program YESS memfasilitasi pemuda dalam berbagai kegiatan, diantaranya pelatihan untuk peningkatan kapasitas pemuda. Selain itu juga ada fasilitasi hibah kompetitif untuk menstimulus para generasi muda agar mau berwirausaha di bidang pertanian.

Dalam program YESS ada mobilizer, fasilitator, mentor dan financial advisor yang akan mendampingi para peserta program YESS dalam berwirausaha. Disamping itu juga ada Business Development Service Providers (BDSP) yang terdiri atas BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), P4S (Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya) yang berfungsi sebagai Klinik Konsultasi Agribisnis.

Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) merupakan  program Kementerian Pertanian RI yang bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini bertujuan melahirkan wirausahawan muda di bidang pertanian yang modern, mandiri dan terampil, serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panen Padi di Banyuwangi, Puan Dorong Pertanian Dijadikan Agrowisata

Panen Padi di Banyuwangi, Puan Dorong Pertanian Dijadikan Agrowisata

DPR | Minggu, 14 November 2021 | 10:59 WIB

Relawan Milenial DIY-Jateng Deklarasi Dukung Sandiaga Uno Maju Capres 2024

Relawan Milenial DIY-Jateng Deklarasi Dukung Sandiaga Uno Maju Capres 2024

Jogja | Minggu, 14 November 2021 | 07:30 WIB

Penampakan Waduk Suriah yang Mengering untuk Pertama Kalinya

Penampakan Waduk Suriah yang Mengering untuk Pertama Kalinya

Foto | Sabtu, 13 November 2021 | 12:05 WIB

Terkini

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:43 WIB

Apakah Sepatu Lari Boleh Dicuci? Ini Panduannya Menurut Dokter Tirta

Apakah Sepatu Lari Boleh Dicuci? Ini Panduannya Menurut Dokter Tirta

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:43 WIB

KPA Sebut UU Reforma Agraria Lahir dari Desakan Puluhan Tahun

KPA Sebut UU Reforma Agraria Lahir dari Desakan Puluhan Tahun

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:42 WIB

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 14:39 WIB

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:34 WIB

Promo! Belanja Vitamin di Kimia Farma Pakai BRImo Dapat Cashback 25%

Promo! Belanja Vitamin di Kimia Farma Pakai BRImo Dapat Cashback 25%

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 14:33 WIB

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengungkap Krisis Ekologi di Balik Polusi Cahaya

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengungkap Krisis Ekologi di Balik Polusi Cahaya

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 14:31 WIB

×