Indonesia Jadi Salah Satu Negara Tertinggal dalam Bioteknologi dan Sains

Selasa, 23 November 2021 | 11:40 WIB
Indonesia Jadi Salah Satu Negara Tertinggal dalam Bioteknologi dan Sains
Ilustrasi sains (Shutterstock).

Suara.com - Pandemi Covid-19 harusnya jadi momentum tepat untuk memajukan bidang bioteknologi. Tapi nyatanya, menurut pakar, Indonesia masih saja tertinggal dalam bidang tersebut.

Hal ini diungkap Peneliti sekaligus Anggota Komisi Kedokteran Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Prof. Dr. Sangkot Marzuki, yang mengungkap Indonesia sebagai salah satu negara yang sangat tertinggal dalam pengembangan bioteknologi.

"Kita semua menyadari bahwa Indonesia sangat tertinggal dalam sektor bioteknologi. Global Biotechnology Innovation Scorecard di tahun 2019 menunjukkan bahwa sektor bioteknologi Indonesia hanya menempati posisi ke-52 dari 54 negara," ujar Prof. Sangkot dalam acara Penghargaan Pfizer, Selasa (23/11/2021).

Ia mengatakan ada beragam sebab yang kompleks penyebab kemampuan Indonesia dalam bioteknologi seolah jalan di tempat. Salah satunya fasilitas dan situasi di Indonesia yang sangat tidak menunjang kemajuan sains Tanah Air.

"Pada dasarnya ekosistem penelitian kita jauh dari mendukung perkembangan sains, teknologi serta inovasi; termasuk perkembangan bioteknologi secara umum dan bioteknologi kesehatan secara khusus," tuturnya.

Bahkan, Prof. Sangkot yang jadi salah satu pencetus berdirinya lembaga penelitian yang cukup ternama di Indonesia, Ejikman Institute, itu mengungkap adanya kesenjangan kemajuan sains dan teknologi di dalam dan luar negeri.

Indonesia yang seolah 'berjalan di tempat' akhirnya kesulitan mengimbangi perkembangan sains internasional yang terus bergerak cepat.

Hal ini juga mempengaruhi kemampuan negara untuk memanfaatkan basis pengetahuan global, yang akhirnya berdampak pada perkembangan ilmiah nasional.

"Sehingga pelatihan capacity building untuk para dosen dan peneliti di bidang bioteknologi kesehatan, bisa membuat dosen dan peneliti dari perguruan tinggi untuk berdiskusi mengenai kebijakan publik dalam pengembangan bioteknologi kesehatan," pungkas Prof. Sangkot.

Baca Juga: Turnamen Sains Data Nasional 2021 Hasilkan Talenta Unggul

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI