Kamu Workaholic? Psikolog Ungkap 3 Penyebabnya!

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Selasa, 23 November 2021 | 23:23 WIB
Kamu Workaholic? Psikolog Ungkap 3 Penyebabnya!
Ilustrasi workaholic. (Shutterstock)

Suara.com - Jam kerja biasanya berlangsung selama 8 jam, dimulai dari pukul 9 pagi dan selesai pukul 5 atau paling lambat pukul 6 sore. Dan tentu saja ada waktu istirahat di antara waktu tersebut. Tapi, jam kerja normal ini sering kali tidak berlaku untuk orang yang workaholic.

Si workaholic, alias gila kerja, umumnya memiliki jam kerja yang lebih panjang. Bahkan, bukan tak mungkin ia melewatkan waktu istirahat sepanjang bekerja.

Psikolog mengungkap ada alasan mengapa seseorang memilih jadi workaholic, meski risikonya bisa bermasalah pada kondisi fisik dan juga mental.

Psikolog Priska Eugenea, S.Psi, dalam acara webinar bertajuk Are You A Workaholic, beberapa waktu yang lalu, mengungkap 3 penyebab orang menjadi workaholic. Ini dia:

1. Jadi sarana pelarian diri
Umumnya, seseorang melarikan diri ke tempat yang lebih tenang dan bisa menyegarkan mentalnya. Tapi, orang workaholic memilih pelarian dengan bekerja dan bekerja.

“Mungkin rasanya seperti tidak ingin bertemu orangtua atau orang lain, jadi milihnya lari ke kerjaan,” ungkap Priska.

“Pada akhirnya terikat oleh pekerjaan itu sendiri. Karena apa yang harus dilakukan lagi, selain bekerja? Begitu,” lanjut Priska.

2. Ada impian yang ingin dicapai
Ada ungkapan bahwa apa yang diinginkan harus dilakukan dengan kerja keras. Meski demikian, ternyata orang yang memilih menjadi workaholic karena ada impian yang ingin dicapai.

“Ada kebanggan tersendiri seperti impian yang tercapai. Tapi dibayar dengan jam kerja yang juga ikut tinggi,” ungkap Priska.

baca juga

Walaupun ada sisi positifnya, ia mengatakan bahwa bekerja secara berlebihan untuk mewujudkan hal yang belum dicapai, pada akhirnya akan membuat kita kehilangan waktu luang.

“Pokoknya waktu luang kayak sesuatu yang nggak banget, jadi fokusnya ya kerja aja,” ucapnya.

3. Ingin bisa diandalkan
Orang yang memilih jadi workaholic ternyata ada ambisi di mana ia berharap bisa diandalkan oleh perusahaan. Baik itu lewat tanggung jawab ataupun menjadi panutan.

“Misalnya, kayak merasa diandalkan dan ingin diberi kerjaan terus. Kayak ‘Tenang aja, bisa diandalkan kok,” ungkapnya.

Tetapi, ada sisi negatifnya juga. Priska mengatakan bahwa orang yang workaholic dan ingin diandalkan, bisa menyebabkan kewalahan. Salah satunya sulit mengontrol tanggung jawab pekerjaannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Sifat Workaholic, Kecanduan Kerja yang Sulit Dikontrol

Mengenal Sifat Workaholic, Kecanduan Kerja yang Sulit Dikontrol

Lifestyle | Senin, 22 November 2021 | 19:32 WIB

Sering Dialami Wanita, Gila Kerja Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental

Sering Dialami Wanita, Gila Kerja Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental

Health | Minggu, 21 Februari 2021 | 10:46 WIB

Ini Bedanya Workaholic dan Pekerja Keras, Kamu yang Mana?

Ini Bedanya Workaholic dan Pekerja Keras, Kamu yang Mana?

Lifestyle | Selasa, 02 Februari 2021 | 06:08 WIB

Terkini

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

5 Serum untuk Kencangkan Kulit Wajah dan Pudarkan Flek Hitam Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Serum untuk Kencangkan Kulit Wajah dan Pudarkan Flek Hitam Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:43 WIB

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah, 64 Orang Hilang

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Bertambah, 64 Orang Hilang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:39 WIB

BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia

BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

×