Tren Digital Nomad Berkembang di Indonesia, Apa Itu?

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Kamis, 02 Desember 2021 | 15:15 WIB
Tren Digital Nomad Berkembang di Indonesia, Apa Itu?
Ilustrasi bekerja dari rumah. (Unsplash/Christin Hume).

Suara.com - Pembatasan perjalanan masih dilakukan ke beberapa negara. Hal ini membuat masyarakat Indonesia akhirnya berada pada fase menikmati destinasi dalam negeri, terutama tujuan outdoor di alam terbuka.

Pengalaman autentik dengan suguhan keindahan alam dan kekayaan budaya lokal merupakan hal yang dicari oleh para wisatawan saat ini. Untuk melihat bepergian baik di dalam, maupun luar negeri yang kini telah berubah, Bobobox menghadidkan Bobobox Market Outlook Outdoor Travel Experience yang digelar di Jakarta, Selasa (30/11/2021). 

CEO Bobobox Indonesia, Indra Gunawan, memaparkan jika saat ini, masyarakat mulai menggunakan istilah ‘Staycation’ dan ‘Work From Hotel’ sebagai ungkapan berlibur di hotel dan bekerja dari hotel di dalam kota di mana seseorang tinggal.

"Selain itu, tren digital nomad juga semakin berkembang di masa pandemi ini. Digital nomad adalah kondisi di mana seseorang dapat bekerja tanpa terikat waktu dan tempat. Tidak hanya sekadar ‘pindah tempat kerja’, digital nomad ternyata juga memberikan kita kesempatan untuk bekerja sambil liburan," jelas dia.

Ilustrasi kerja sambil liburan (pexels.com/Alexandr Podvalny)
Ilustrasi digital nomad. (pexels.com/Alexandr Podvalny)

Misalnya bekerja sambil menikmati pantai, gunung, dan keindahan alam di setiap destinasi yang dikunjungi untuk bekerja. Digital nomad pun terdiri dari dua tipe, yaitu workation dan bleisure. 

Workation jelas dia adalah penggabungan antara bekerja dan liburan, sementara bleisure lebih pada business and leisure. Intinya, kedua tipe digital nomad tersebut tetap sama-sama mendatangkan wisatawan untuk bekerja di destinasi tujuan. 

"Tren digital nomad inilah yang dimanfaatkan berbagai negara untuk menarik kunjungan wisatawan, tak terkecuali di Indonesia. Bahkan tren digital nomad digadang-gadang menjadi salah satu cara meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelatihan Sumber Daya Manusia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Alexander Nayoan menyampaikan jika outdoor experience ini akan menjadi primadona bagi millenials nantinya sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut lagi. 

"Dalam hal ini, peran PHRI adalah mempromosikan Prokes 3M kepada pengusaha akomodasi, mengimbau penggunaan aplikasi Peduli Lindungi kepada wisatawan, serta memberi
masukan-masukan kepada pemerintah sehingga kedepannya dapat memajukan sektor pariwisatakhususnya outdoor travel experience," ujar dia.

baca juga

Hal inilah yang membuat Bobobox melalui BoboCabin optimis dalam membawa authentic-localized-experience dari destinasi-destinasi wisata Indonesia kepada para wisatawan dalam negeri dan mancanegara nantinya. Sehingga pemulihan pariwisata Indonesia di 2022 dapat segera tercapai. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi 6 Hotel di Pantai Indah Kapuk Buat Staycation Akhir Tahun

Rekomendasi 6 Hotel di Pantai Indah Kapuk Buat Staycation Akhir Tahun

Bali | Kamis, 02 Desember 2021 | 10:29 WIB

Porta by The Ambarrukmo: Pilihan Nyaman Menginap di Yogyakarta

Porta by The Ambarrukmo: Pilihan Nyaman Menginap di Yogyakarta

Your Say | Rabu, 01 Desember 2021 | 20:39 WIB

Luhut Sebut Ada 101 Masalah dalam Pengembangan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

Luhut Sebut Ada 101 Masalah dalam Pengembangan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

Bisnis | Rabu, 01 Desember 2021 | 20:02 WIB

Terkini

IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026

IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo

Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling  Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026

Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:50 WIB

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

Buru Bukti TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa 9 Saksi dari Swasta hingga Ahli

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:47 WIB

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Banjir Hadiah di JCO Run 2026, Nasabah BRI Bisa Bawa Pulang iPhone 17 Pro Max

Bri | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Laba Bersih AVIA Tembus 20 Persen, Penjualan Semester I 2026 Rp4,59 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Ayah Aniaya Bayi Sendiri saat WFH, Ngaku Stres Punya Jam Kerja Gila

Ayah Aniaya Bayi Sendiri saat WFH, Ngaku Stres Punya Jam Kerja Gila

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:33 WIB

Mitigasi Karhutla Perlu Diperkuat! Pemerintah Tak Boleh Kalah Cepat dengan Titik Api

Mitigasi Karhutla Perlu Diperkuat! Pemerintah Tak Boleh Kalah Cepat dengan Titik Api

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:31 WIB

×