Marak Kasus Kekerasan Seksual, Komnas Perempuan Desak RUU PKS Disahkan

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 06 Desember 2021 | 14:30 WIB
Marak Kasus Kekerasan Seksual, Komnas Perempuan Desak RUU PKS Disahkan
ilustrasi kekerasan terhadap perempuan [shutterstock]

Suara.com - Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan masih menjadi salah satu PR besar untuk diselesaikan. Komnas Perempuan mencatat bahwa dalam 10 tahun terakhir terdapat lebih dari 49.000 perempuan menjadi korban kekerasan seksual di Indonesia.

"Di balik data ini tentu kita juga mendengarkan juga mungkin menyaksikan betapa penderitaan korban terus silih berganti," kata komisioner Komnas Perempuan Veryanto Sitohang dalam webinar 'Peran Media Sosial Dalam Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan', Senin (6/12/2021).

Oleh sebab itu, Veryanto menegaskan bahwa dorongan kepada DPR untuk segera mensahkan RUU Perlindungan Kekerasan  Seksual (PKS) harus terus digaungkan agar korban kekerasan seksual bisa tetap mendapatkan haknya.

Ia menambahkan bahwa diskusi mengenai kekerasa seksual tidak hanya mencakup tentang cara pencegahan. Tapi juga harus ditentukan penyelesaian kasus dan penanganan terhadap kondisi korban.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. [Shutterstock]
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. [Shutterstock]

"Bukan hanya tindakan pencegahan, namun juga upaya penanganan apa yang bisa kita lakukan sehingga korban kekerasan dapat mendapatkan haknya," ucap Veryanto.

Menurutnya, media sosial menjadi wadah yang efektif dalam mengajak publik untuk mau peduli terhadap isu tersebut. Namun di sisi lain, media sosial juga bisa jadi pemicu terjadi kekerasan seksual secara daring.

"Salah satu yang bisa kita lihat hari ini adalah maraknya kasus kekerasan berbasis gender cyber. Komnas Perempuan mencatat bahwa sepanjang 2020 terjadi peningkatan kasus 350 persen dibandingkan 2019," kata Veryanto.

"Kami berharap diskusi ini dapat memperluas pergerakan masyarakat sipil agar kita bisa bersama-sama mendukung pengesahan rancangan undang-undang tindak pidana penghapusan kekerasan seksual yang berpihak terhadap korban," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Dampak Kesehatan yang Bisa Dialami Perempuan Saat Jadi Korban Dating Violence

Ini Dampak Kesehatan yang Bisa Dialami Perempuan Saat Jadi Korban Dating Violence

Health | Senin, 06 Desember 2021 | 12:58 WIB

Arti dan Jenis Dating Violence Serta Tanda-tanda Adanya Kekerasan dalam Pacaran

Arti dan Jenis Dating Violence Serta Tanda-tanda Adanya Kekerasan dalam Pacaran

Health | Senin, 06 Desember 2021 | 12:24 WIB

Sebut Kasus NRW Sebagai Dating Violence, Menteri PPPA Minta Pelaku Dihukum Tuntas

Sebut Kasus NRW Sebagai Dating Violence, Menteri PPPA Minta Pelaku Dihukum Tuntas

Lifestyle | Senin, 06 Desember 2021 | 10:33 WIB

Terkini

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:27 WIB

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:25 WIB

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:20 WIB

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 12:16 WIB

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:13 WIB

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:03 WIB

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

×