Ini Dampak Kesehatan yang Bisa Dialami Perempuan Saat Jadi Korban Dating Violence

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 06 Desember 2021 | 12:58 WIB
Ini Dampak Kesehatan yang Bisa Dialami Perempuan Saat Jadi Korban Dating Violence
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. [Shutterstock]

Suara.com - Istilah dating violence atau kekerasan dalam hubungan pacaran tengah ramai jadi pembicaraan pasca mencuatnya kasus NW yang bunuh diri setelah diperkosa oleh seorang anggota polisi. 

Mahasiswi di Universitas Brawijaya Malang itu diperkosa hingga hamil oleh kekasihnya, Bagus Hari Sasongko, yang juga anggota kepolisian. Namun, NW diminta melakukan aborsi oleh Bagus. 

Diduga mengalami depresi, NW kemudian memilih bunuh diri dengan meminum racun dan ditemukan tewas di atas makam ayahnya pada Kamis (2/12). 

Depresi yang dialami NW sebenarnya hanya sebagian dampak negatif dari tindakan dating violence. Aksi kekerasan itu bisa saja memicu efek samping terhadap kesehatan korban maupun dampak terhadap aspek lainnya.

Dikutip dari Woman Health, ketahui berbagai dampak buruk terhadap kesehatan bagi korban dating violence.

ILUSTRASI: Kekerasan terhadap anak. ANTARA/Istimewa.
ILUSTRASI: Kekerasan terhadap anak. ANTARA/Istimewa.

1. Efek Fisik Jangka Pendek 

Tindakan kekerasan yang dilakukan tentu berisiko menyebabkan cedera ringan hingga kondisi serius. Seperti, memar, luka, patah tulang, atau cedera pada organ dan bagian lain di dalam tubuh. Beberapa cedera fisik sulit atau tidak mungkin dilihat tanpa pemindaian, rontgen, atau tes lain yang dilakukan oleh dokter atau perawat.

Efek fisik jangka pendek dari kekerasan seksual juga busa menyebabkan pendarahan pada vagina atau nyeri panggul, kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS ) seperti HIV.

2. Efek Fisik Jangka Panjang 

baca juga

Kekerasan terhadap perempuan, termasuk kekerasan seksual atau fisik, terkait dengan banyak masalah kesehatan jangka panjang. Mulai dari penyakit kronis, masalah pencernaan seperti sakit maag, masalah jantung, sindrom iritasi usus, mimpi buruk dan masalah tidur, sakit kepala migrain, hingga masalah seksual seperti rasa sakit saat berhubungan seks.

Pada beberapa peremouan bahkan bisa jadi mulai menyalahgunakan alkohol, obat-obatan, atau terlibat dalam perilaku berisiko seperti berhubungan seks tanpa kondom, sebagai pelarian dari dampak kekerasan yang pernah dialaminya.

Kekerasan seksual juga dapat mempengaruhi persepsi seseorang terhadap tubuhnya sendiri, yang berujung menjadi pola makan tidak sehat atau gangguan makan. 

3. Dampak Kesehatan Mental Akibat Kekerasan Terhadap Perempuan

Kekerasan fisik maupun seksual bisa menyebabkan ketakutan, kebingungan, kemarahan, atau bahkan mati rasa dan tidak merasakan apa-apa. Sehingga korban mungkin merasa bersalah atau malu.

Beberapa efek kesehatan mental jangka panjang dari kekerasan terhadap perempuan dapat meliputi:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arti dan Jenis Dating Violence Serta Tanda-tanda Adanya Kekerasan dalam Pacaran

Arti dan Jenis Dating Violence Serta Tanda-tanda Adanya Kekerasan dalam Pacaran

Health | Senin, 06 Desember 2021 | 12:24 WIB

Sebut Kasus NRW Sebagai Dating Violence, Menteri PPPA Minta Pelaku Dihukum Tuntas

Sebut Kasus NRW Sebagai Dating Violence, Menteri PPPA Minta Pelaku Dihukum Tuntas

Lifestyle | Senin, 06 Desember 2021 | 10:33 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Terus Berulang, Nasdem Desak RUU TPKS Segera Diparipurnakan

Kasus Kekerasan Seksual Terus Berulang, Nasdem Desak RUU TPKS Segera Diparipurnakan

News | Senin, 06 Desember 2021 | 10:07 WIB

Terkini

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

×