Mengenali Sistem Ekonomi di 4 Masa Prasejarah, Apa Saja?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 17 Desember 2021 | 14:37 WIB
Mengenali Sistem Ekonomi di 4 Masa Prasejarah, Apa Saja?
Ilustrasi masa prasejarah (Shutterstock).

Suara.com - Peradaban manusia terus berkembang dari waktu ke waktu, termasuk juga sistem ekonomi di masa prasejarah dan praaksara.

Apalagi seperti diketahui, di zaman purba semua serba terbatas, belum ada alat pembayaran, dan manusia belum bisa membaca alias masih buta aksara.

Mengutip Ruang Guru, Jumat (17/12/2021), berikut ini sistem ekonomi di 4 masa prasejarah manusia:

1. Masa Nomaden
Pada masa ini, tingkat kecerdasan manusia masih sangat rendah, sehingga manusia mengumpulkan makanan dengan cara berburu saja.

Manusia di masa ini juga hidup di wilayah yang dianggap cukup aman dan dekat dengan sungai, karena sungai banyak didatangi hewan.

Alhasil, hewan-hewan yang menghampiri sungai tersebut akan jadi bahan konsumsi buat manusia.

Masalahnya, hewan-hewan tersebut akan selalu berpindah karena adanya faktor perubahan iklim, bencana alam, adanya ancaman dari hewan karnivora, dan mencari iklim yang lebih panas.

Itulah kenapa saat itu manusia juga hidup berpindah-pindah (nomaden), karena berburu hewan adalah sarana utama untuk bertahan hidup saat itu.

2. Masa Abris Sous Rouche
Setelah nomaden, manusia pun berkembang dengan mengumpulkan makanan dari laut.

baca juga

Di masa ini, manusia menetap di gua yang dekat dengan sumber air seperti tepi pantai, sungai, atau danau. Gua yang ditinggali manusia di masa ini disebut abris sous roche.

Di masa ini, manusia memilih tinggal di gua karena bisa membuat api yang lebih tahan lama untuk menghangatkan tubuh, menghalau binatang buas di malam hari, dan memasak makanan.

Manusia praaksara juga bergantung pada sumber-sumber makanan yang ada di laut, kegiatan ini dibuktikan dengan ditemukannya kulit kerang dan siput (kjokkenmodinger).

3. Masa Bercocok Tanam dan Beternak
Setelah masa berburu dan menetap di gua, akal manusia semakin berkembang dan sudah mulai mampu bercocok tanam.

Tanaman yang biasanya ditanam di masa ini adalah tanaman umbi-umbian seperti keladi, ubi, sukun, pisang, dan rambutan.

Selain bercocok tanam, manusia juga sudah memelihara hewan untuk diternak. Hewan-hewan yang diternak biasanya adalah ayam dan babi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manusia Prasejarah Diduga Pernah Ada di 29 Gua Kars Citatah Bandung Barat

Manusia Prasejarah Diduga Pernah Ada di 29 Gua Kars Citatah Bandung Barat

Jabar | Sabtu, 20 November 2021 | 11:52 WIB

Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia dari Masa ke Masa, Kapan Inflasi Tertinggi?

Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia dari Masa ke Masa, Kapan Inflasi Tertinggi?

Lifestyle | Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:05 WIB

Jejak Kaki Manusia Tertua di Amerika Berusia 23.000 Tahun Ditemukan

Jejak Kaki Manusia Tertua di Amerika Berusia 23.000 Tahun Ditemukan

News | Senin, 27 September 2021 | 09:48 WIB

Terkini

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

×