Survei KemenPPPA: Jumlah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Menurun

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 27 Desember 2021 | 14:05 WIB
Survei KemenPPPA: Jumlah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ilustrasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak [shutterstock]

Suara.com - Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak disebut menurun dibandingkan tahun 2016 dan 2018. Temuan itu berdasarkan hasil survei Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terhadap pengalaman hidup perempuan dan survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja 2021.

"Secara umum, hasil survei pengalaman hidup perempuan nasional 2021 menunjukkan penurunan prevalensi kekerasan terhadap perempuan dibandingkan tahun 2016. Baik itu kekerasan yang dilakukan oleh pasangan, juga selain pasangan dengan prevalensi selama hidup," kata Menteri PPPA Bintang Puspayoga dalam konferensi pers hasil survei, Senin (27/12/2021).

Contoh kekerasan fisik maupun seksual yang dilakukan oleh pasangan maupun selain pasangan pada 2021 tercatat dialami oleh 26,1 persen atau 1 dari 4 perempuan di Indonesia usia 15 sampai dengan 64 tahun selama hidupnya.

Bintang menyebut, angka itu turun dibandingkan tahun survei 2016 yang menunjukkan data sebesar 33,4 persen atau 1 dari 3 perempuan berusia 15-64 tahun.

Sementara itu, hasil survei pengalaman hidup anak dan remaja tahun 2021 juga menurun dibandingkan survei terakhir pada 2018.

"Baik anak laki-laki dan perempuan usia 13 sampai 17 tahun sama-sama mengalami penurunan prevalensi kekerasan. Namun pengalaman kekerasan masih lebih banyak dialami oleh anak perempuan," kata Bintang.

Pada tahun 2021 tercatat 34 persen atau 3 dari 10 anak laki-laki dan 41,05 persen atau 4 dari 10 anak perempuan usia 13 sampai 17 tahun pernah mengalami satu jenis atau lebih kekerasan selama hidupnya.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan hasil survei 2018 yang tercatat 62,31 petsen atau 6 dari 10 anak laki-laki dan 62,75 persen atau 6 dari 10 anak perempuan mengalami satu jenis atau lebih kekerasan selama hidupnya.

Menurut Bintang, penurunan prevalensi kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun 2021 ini menjadi hasil dari berbagai upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan bersama-sama dilintas sektor. Meski demikian, Bintang menegaskan bahwa hasil tersebut tidak bisa dibilang baik karena artinya masih ada perempuan dan anak yang mengalami kekerasan.

baca juga

"Kita tidak boleh berpuas hati dalam hal ini karena seharusnya tidak boleh ada satupun anak, tidak boleh ada satupun perempuan yang mengalami kekerasan apapun alasannya. Ini perlu sinergi dan kolaborasi kita bersama untuk mewujudkan mimpi kita memberikan perlindungan pada perempuan dan anak di Indonesia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosiolog UGM: Harus Ada Sistem yang Kuat untuk Reduksi Kasus Kekerasan Seksual

Sosiolog UGM: Harus Ada Sistem yang Kuat untuk Reduksi Kasus Kekerasan Seksual

Jogja | Kamis, 23 Desember 2021 | 13:39 WIB

Dampak Kekerasan Terhadap Anak: Dapat Merusak Sel dan Neuron pada Otak

Dampak Kekerasan Terhadap Anak: Dapat Merusak Sel dan Neuron pada Otak

Your Say | Selasa, 21 Desember 2021 | 17:19 WIB

Tahun Ini, Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Tanah Datar Meningkat

Tahun Ini, Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Tanah Datar Meningkat

Sumbar | Kamis, 16 Desember 2021 | 16:55 WIB

Terkini

Saksikan Persija vs Persib di GBK, Pramono: Sempat Deg-degan, Prediksi Skor Saya Tepat!

Saksikan Persija vs Persib di GBK, Pramono: Sempat Deg-degan, Prediksi Skor Saya Tepat!

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:16 WIB

Sindir Persija Usai Kalahkan Persib, Igor Tolic: Seperti Menang Final Liga Champions

Sindir Persija Usai Kalahkan Persib, Igor Tolic: Seperti Menang Final Liga Champions

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 19:11 WIB

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:06 WIB

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 19:01 WIB

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 19:00 WIB

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 18:58 WIB

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 18:55 WIB

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 18:52 WIB

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:39 WIB

Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang

Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:34 WIB

×