Mengenal Jenis-jenis Manusia Purba Tertua di Dunia, Ada Apa Saja?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 12 Januari 2022 | 09:55 WIB
Mengenal Jenis-jenis Manusia Purba Tertua di Dunia, Ada Apa Saja?
Ilustrasi manusia purba (Shutterstock).

Suara.com - Jika mengenal istilah teori evolusi Charles Darwin maka sangat identik dengan manusia purba. Bahkan teori ini menyebutkan bahwa asal usul manusia berasal dari kera yang berevolusi. 

Tapi tahu tidak sih, meski para peneliti menduga manusia berasal dari Afrika, tapi dari penelitian manusia purba di dunia ada banyak jenisnya loh. Berikut ini daftar jenis-jenis manusia purba di dunia, mengutip Ruang Guru, Rabu (12/1/2022).

1. Ardipithecus Ramidus

Ilustrasi manusia purba (Shutterstock).
Ilustrasi manusia purba (Shutterstock).

Manusia purba ini diperkirakan hidup sekitar 4.4 juta tahun yang lalu. Fosilnya pertama kali ditemukan di Ethiopia, Afrika Timur oleh Yohannes Haile Selassie di tahun 1994 dan sering dipanggil “Ardi”.

Bagian tubuhnya yang tersisa berupa tengkorak, gigi, tulang panggul, tangan, dan kaki yang berjumlah 35 bagian.

Saat itu, fosil Ardi berada di sekitar fosil hewan yang mengindikasikan bahwa mereka hidup di hutan.

Diketahui bahwa jenis manusia purba ini memiliki berat sekitar 50 kilogram (kg), tinggi sekitar 120 centimeter (cm), pemakan buah-buahan, daun, serta mamalia kecil. Otot kakinya besar dan volume otak sama dengan milik simpanse.

Meski begitu, gigi seri dan taring Ardi lebih besar dari kera. Diduga, ia juga pandai memanjat pohon dan mampu berjalan tegak, sangat berbeda dengan kera yang berjalan bungkuk seperti teori Charles Darwin.

2. Australopithecus Africanus

Diperkirakan hidup sekitar 3,3 hingga 2,1 juta tahun yang lalu. Fosilnya ditemukan pada tahun 1924 oleh anak-anak di daerah Taung, dekat Vryburg, Afrika Selatan.

Selanjutnya diteliti oleh Prof. Raymond Dart dan diberi nama Australopithecus Africanus, yang berarti “kera dari selatan Afrika”.

Butuh 20 tahun bagi para peneliti untuk meyakinkan diri bahwa Australopithecus Africanus ini masuk dalam kategori manusia.

Ini karena secara anatomi, manusia purba ini memiliki kombinasi fisik manusia dan fisik kera. Lengannya panjang dan lekukan wajahnya kuat.

Selain itu, bagian tulang panggul, tulang paha, bahu, tangan, dan tulang kakinya mengindikasikan sering digunakan untuk berjalan.

3. Sinanthropus Pekinensis

Diperkirakan hidup sekitar 780.000 hingga 230.000 tahun yang lalu. Pertama kali diperoleh di Zhoukoudian (Zhou Kou Tien), dekat Beijing, Tiongkok.

Daerah tersebut yang sering disebut dengan Peking membuat fosil Sinanthropus Pekinensis dinamai sebagai manusia Peking Man.

Mereka dikelompokkan sebagai manusia purba berdasarkan giginya yang ditemui oleh arkeolog, Davidson Black tahun 1927.

Walaupun manusia purba, volume otaknya diperkirakan sekitar 1.000 centimeter kubik (cm3) hingga 300 cm3, sama seperti volume otak manusia saat ini.

Ciri-ciri ini membuat mereka mirip dengan Pithecanthropus Erectus yang ditemukan di Indonesia. Hal yang membedakan adalah kapasitas tengkorak Sinanthropus Pekinensis lebih besar dengan gigi taring yang tidak tumpang tindih.

Ciri-ciri lainnya adalah dahi kecil, tulang tengkorak tebal, bagian alis mata besar, dan rahang besar tanpa dagu.

4. Homo Rhodesiensis

Diperkirakan hidup sekitar 400.000 hingga 125.000 tahun yang lalu. Penambang bernama Tom Zwiglaar di tahun 1921 tidak sengaja menemukan fosil Homo Rhodesiensis saat sedang mencari bijih besi di gua-gua di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Afrika Timur.

Ciri fisiknya antara lain memiliki bagian punggung alis yang besar dan lebar, hidung besar, kening menonjol, dan tonjolan di bagian belakang tengkorak.

Selain itu, mereka juga sudah berjalan tegak, sehingga disebut sebagai African Neanderthal.

5. Homo Cro-Magnon

Diperkirakan hidup sekitar 40.000 hingga 10.000 tahun yang lalu. Cro-Magnon diperkirakan sebagai manusia modern (Homo Sapiens) tertua dari Eropa.

Fosilnya telah ditemukan di tahun 1868. Para arkeolog memperkirakan mereka sebagai nenek moyang ras Kaukasoid di Eropa.

Homo Cro-magnon kemungkinan memasuki Eropa dari Timur Tengah dan akhirnya menggantikan Homo Neanderthal.

Homo Cro-magnon hidup dengan berburu dan meramu makanan, mengumpulkan buah-buahan dan akar-akaran, serta berburu hewan liar. Mereka tinggal di dalam gua dan kemah sederhana.

Homo Cro-magnon diperkirakan telah mampu berkomunikasi dan memiliki lebih banyak kosakata dibanding Homo Neanderthal.

Mereka juga mulai menciptakan karya seni, seperti lukisan yang ditemukan di dinding gua-gua Perancis, Spanyol, dan Gurun Sahara.

Selain itu, mereka juga sudah membuat perhiasan, mainan, pakaian, tempat tinggal, perkakas, dan senjata untuk berburu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fosil Gading Gajah Sepanjang 1,5 meter Ditemukan di Situs Patiayam

Fosil Gading Gajah Sepanjang 1,5 meter Ditemukan di Situs Patiayam

Jogja | Jum'at, 17 Desember 2021 | 20:52 WIB

Maros Tawarkan Lukisan Tertua di Dunia dan Kerangka Manusia Purba Jadi Objek Wisata

Maros Tawarkan Lukisan Tertua di Dunia dan Kerangka Manusia Purba Jadi Objek Wisata

Sulsel | Jum'at, 19 November 2021 | 05:00 WIB

Indonesia Jalan Raya Genetik, Hubungkan Asia dan Pasifik

Indonesia Jalan Raya Genetik, Hubungkan Asia dan Pasifik

Tekno | Senin, 08 November 2021 | 19:22 WIB

Terkini

Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?

Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 14:22 WIB

Sambil Sebat, Pengakuan Sopir Taksi yang Disebut-sebut Biang Kerok Kecelakaan KRL dan Argo Bromo

Sambil Sebat, Pengakuan Sopir Taksi yang Disebut-sebut Biang Kerok Kecelakaan KRL dan Argo Bromo

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 14:13 WIB

Menembus Blokade Gaza: Solidaritas Global Berlayar Lewat GSF 2.0, Apa Itu Misinya?

Menembus Blokade Gaza: Solidaritas Global Berlayar Lewat GSF 2.0, Apa Itu Misinya?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 14:09 WIB

Setelah Foundation Apa Perlu Pakai Bedak? Ini Urutan Makeup agar Tahan Lama

Setelah Foundation Apa Perlu Pakai Bedak? Ini Urutan Makeup agar Tahan Lama

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 14:05 WIB

5 Parfum Aroma Laut Terbaik, Bikin Segar dan Adem saat Cuaca Panas

5 Parfum Aroma Laut Terbaik, Bikin Segar dan Adem saat Cuaca Panas

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 14:05 WIB

Berapa Harga Tiket KA Argo Bromo Anggrek yang Kecelakaan di Bekasi?

Berapa Harga Tiket KA Argo Bromo Anggrek yang Kecelakaan di Bekasi?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 13:56 WIB

5 Rekomendasi Foundation Minim Oksidasi dan Full Coverage

5 Rekomendasi Foundation Minim Oksidasi dan Full Coverage

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 13:47 WIB

Kasus Kecelakaan di Bekasi, Kenapa Gerbong Khusus Perempuan Ditempatkan di Ujung Rangkaian KRL?

Kasus Kecelakaan di Bekasi, Kenapa Gerbong Khusus Perempuan Ditempatkan di Ujung Rangkaian KRL?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 13:42 WIB

5 Insiden Kelam Kereta Argo Bromo Anggrek, Terakhir Bekasi Timur

5 Insiden Kelam Kereta Argo Bromo Anggrek, Terakhir Bekasi Timur

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 13:40 WIB

Aktivitas Indoor Pakai Sunscreen SPF Berapa? Ini 3 Rekomendasi Produknya

Aktivitas Indoor Pakai Sunscreen SPF Berapa? Ini 3 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 13:39 WIB