Ini Dampak Mindless Consumerism, Perilaku Belanja Tanpa Berpikir Panjang

Jum'at, 14 Januari 2022 | 10:58 WIB
Ini Dampak Mindless Consumerism, Perilaku Belanja Tanpa Berpikir Panjang
Ilustrasi Belanja (pixabay.com)

Suara.com - Banyak orang membeli sesuatu tanpa berpikir panjang. Alasan membeli barang sangat dangkal, hingga mengedepankan keinginan bukan kebutuhan.

Kebiasaan membeli tanpa berpikir panjang itu dikenal dengan istilah mindless consumerism. Pada akhirnya, kebiasaan tersebut dapat menciptakan pembeli FOMO atau Fear of missing out, suatu kondisi di mana seseorang membeli sesuatu karena takut kehabisan serta takut ketinggalan tren.

Dijelaskan Co-Founder & CMO Social Bella Chrisanti Indiana, dampak mindless consumerism bisa sangat mengerikan dan bukan hanya membuat konsumen membeli produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Kebiasaan juga, kata Chrisanti, berisiko menghasilkan sampah lebih banyak, dan dapat merusak lingkungan.

"Mindless consumerism atau biasa disebut dengan perilaku konsumerisme yang mudah terbawa arus, mendorong lebih banyak pembelian tanpa pemikiran panjang," ujar Chrisanti dalam konferensi pers, Kamis (13/1/2022).

Seraya memperkenalkan kampanye Waste Down Beauty Up, yaitu sadar saat membeli produk kecantikan, apakah sesuai kebutuhan, atau hanya termakan tren, viral maupun diskon.

Apalagi jika sampai produk kecantikan seperti skincare tersebut, ternyata kandungannya tidak cocok untuk kulit si pemakai. Sehingga kampanye ini juga mengedukasi para pecinta kecantikan, untuk teliti dan sadar (mindfulness) sebelum membeli.

Diakui Chrisanti, kampanye ini cukup kontradiksi dengan konsep bisnis kebanyakan yang terus fokus meningkatkan pembelian sebanyak-banyaknya. Tapi sejak awal pendirian Sociolla ditujukan untuk berbisnis tapi juga mengedukasi pembeli demi menciptakan masa depan lebih baik.

"Akan tetapi, itu bukan cara kami berbisnis. Kami berpegangan pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan daripada bergantung atau mengambil keuntungan dari permintaan jangka pendek atau pembelian FOMO," terang Chrisanti.

Baca Juga: Tokoh Berkshire Hathaway Soroti FoMo Investor: Investasi Jangan Seperti Berjudi!

Ia juga berharap dengan kampanye ini, termasuk di dalamnya program zero bubble wrap atau pengiriman pemesanan online tanpa bubble wrap, bisa menciptakan bisnis industri kecantikan yang ramah lingkungan.

"Kami percaya industri kecantikan ramah lingkungan adalah satu-satunya cara untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi industri ini, dan sebagai pelaku kecantikan terkemuka di Indonesia, kami merasa bertanggung jawab untuk mengambil bagian," tutup Chrisanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI