4 Fakta Menarik Hari Makanan Pedas Internasional

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Minggu, 16 Januari 2022 | 08:05 WIB
4 Fakta Menarik Hari Makanan Pedas Internasional
Ilustrasi makanan pedas. (Shutterstock)

Suara.com - Hari Makanan Pedas Internasional diperingati setiap 16 Januari setiap tahunnya, untuk merayakan beragam hidangan terpedas di dunia. Ini adalah hari yang mempromosikan makanan pedas.

Seperti yang kita ketahui, jika makanan pedas memiliki beberapa manfaat untuk sistem kekebalan tubuh dan kesehatan pencernaan. Dan perayaan ini memainkan peran penting dalam menyoroti manfaat tersebut.

Selain itu, pada Hari Makanan Pedas Internasional, kamu bisa mengetahui beberapa hidangan menarik yang pernah terdengar menjadi yang terdepan. Ini adalah pengalaman budaya.

Nah untuk mengetahui hal tersebut, berikut 4 fakta menarik mengenai Hari Makanan pedas International dilansir Days of the Year

1. Hidangan Pedas Ada Sejak 6000 Tahun Lalu
Hidangan pedas memang identik dengan rempah-rempah yang selama lebih dari 6.000 tahun digunakan untuk menambah rasa pada hidangan dan memiliki banyak manfaat kesehatan.

Misalnya, rempah-rempah dapat memerangi peradangan dan memiliki sifat penyembuhan. Karena alasan inilah rempah-rempah menjadi populer di zaman kuno.

Orang Yunani kuno mengimpor rempah-rempah Timur seperti lada, cassia, kayu manis, dan jahe ke Mediterania karena rempah-rempah ini berperan dalam ilmu kedokteran.

Menurut sumber, sekitar 460 hingga 377 SM Hippocrates menulis tentang bumbu dan rempah-rempah yang termasuk kunyit, kayu manis, thyme, ketumbar, mint, dan marjoram. "Bapak Botani," demikian Theophrastus dikenal, dalam dua bukunya, menulis sekitar 600 rempah-rempah dan rempah-rempah pada periode antara 372 SM dan 287 SM.

2. Memiliki Manfaat Luar Biasa
Bangsa Romawi menciptakan penggunaan lain untuk rempah-rempah selain memasukkannya ke dalam anggur dan bumbu masakan, yaitu sebagai balsem beraroma dan minyak. Beberapa rempah-rempah juga digunakan dalam tapal dan plester penyembuhan karena sifat penyembuhannya.

baca juga

Curcumin juga digunakan dalam pengobatan Ayurveda untuk mengobati kondisi seperti radang sendi, gangguan autoimun, sakit kepala, dan mual. Itu belum semua. Capsaicin, komponen aktif cabai, diketahui dapat menghancurkan sel kanker.

Sebuah studi di AS dan China tahun 2015 menemukan bahwa makan makanan pedas enam atau tujuh hari seminggu menurunkan tingkat kematian sebesar 14%.

3. Cara merayakan Hari Makanan Pedas International
Kamu bisa pergi ke restoran makanan pedas. Untuk merayakan hari ini dan merasakan berbagai jenis makanan pedas, pergilah ke restoran yang menyajikan makanan pedas, seperti Indonesia, Meksiko, atau India.

Atau, kamu juga bisa memasak sesuatu yang pedas di rumah. Kelebihannya, Anda bisa memasak hidangan pilihan yang sesuai selera dan menyesuaikan tingkat kepedasannya. Misalnya, cabai yang diisi dengan ayam dan keju?

Agar terasa lebih seru, bisa juga mengadakan lomba makan cabai. Adakan kontes makan cabai dan lihat siapa yang bisa makan cabai paling banyak dalam 10 menit. Seru, kan?

4. Rempah Terpedas
Tahukah Anda bahwa cabai terpedas di dunia adalah Naga Jolokia? Rata-rata, salah satu cabai ini 170 kali lebih pedas dari cabai jalapeno! Wah, siapa yang berani mengonsumsinya?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Kuliner Pedas Khas Indonesia, Nikmat Disantap Saat Musim Hujan

Rekomendasi Kuliner Pedas Khas Indonesia, Nikmat Disantap Saat Musim Hujan

Lifestyle | Sabtu, 15 Januari 2022 | 12:52 WIB

13 Fakta Menarik Tentang Makanan Yang Tak Pernah Anda Tahu Sebelumnya

13 Fakta Menarik Tentang Makanan Yang Tak Pernah Anda Tahu Sebelumnya

Lifestyle | Rabu, 12 Januari 2022 | 21:07 WIB

Unik! Makan Cabai Diklaim Tingkatkan Rasa Bahagia Seseorang, Begini Kata Penelitian

Unik! Makan Cabai Diklaim Tingkatkan Rasa Bahagia Seseorang, Begini Kata Penelitian

Lifestyle | Kamis, 30 Desember 2021 | 14:06 WIB

Terkini

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Viral Mobil Damkar Tertahan Portal di Banyuasin, Petugas Sempat Adu Argumen hingga Membongkarnya

Viral Mobil Damkar Tertahan Portal di Banyuasin, Petugas Sempat Adu Argumen hingga Membongkarnya

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Warga Patungan Masker untuk Korban Karhutla, Enter Nusantara Sindir Pemerintah Abai Tangani Bencana

Warga Patungan Masker untuk Korban Karhutla, Enter Nusantara Sindir Pemerintah Abai Tangani Bencana

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik

Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Guru SMP Ditodong Senjata di Depan Sekolah, Begal Gasak Motor, Polisi Buru Pelaku

Guru SMP Ditodong Senjata di Depan Sekolah, Begal Gasak Motor, Polisi Buru Pelaku

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:32 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:26 WIB

Puluhan Kiai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo, Soroti Keadilan dalam Kasus Gus Yaqut

Puluhan Kiai Sepuh NU Berkumpul di Lirboyo, Soroti Keadilan dalam Kasus Gus Yaqut

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Riset Evident Institute: Dialog Prabowo-Gibran Dinilai Berhasil, Ekonomi Warga Masih Jadi Tantangan

Riset Evident Institute: Dialog Prabowo-Gibran Dinilai Berhasil, Ekonomi Warga Masih Jadi Tantangan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:19 WIB

×