facebook

Pemerintah Tambah Kapasitas Penonton MotoGP Mandalika, Warga Lokal Jadi Prioritas Utama

Risna Halidi | Lilis Varwati
Pemerintah Tambah Kapasitas Penonton MotoGP Mandalika, Warga Lokal Jadi Prioritas Utama
Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. [Dok.ANTARA/HO via ITDC/pri]

Sebelumnya, penonton ajang MotoGP Mandalika dibatasi hanya 63.534 orang.

Suara.com - Kapasitas penonton MotoGP Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat akan ditambah menjadi total 100 ribu orang. Hal tersebut telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo, dan diprioritaskan hanya untuk masyarakat lokal di Lombok.

Sebelumnya, penonton ajang MotoGP Mandalika dibatasi hanya 63.534 orang.

Dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, penambahan penonton dilandasi karena jumlah tiket yang sudah habis terjual.

"Kita harus menambah kuota untuk masyarakat setempat, karena kita ingin juga masyarakat setempat menjadi bagian yang tidak terpisahkan menjadi penikmat dari perhelatan MotoGP ini," kata Sandi dalam Media Pres Briefing secara virtual, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Hadirkan Program Baru, Pengunjung IIMS 2022 Bisa Beli Langsung Tiket MotoGP Mandalika

Tambahan kursi penonton yang diprioritaskan bagi warga setempat dipercaya tidak akan memengaruhi kebutuhan jumlah kamar hotel. Akan tetapi, penyesuaian akomodasi, aksesibilitas, dan atraksi tetap dilakukan untuk mengantisipasi tambahan jumlah pengunjung.

Prediksi Sandi, penonton kemungkinan akan didominasi wisatawan Nusantara. Sementara wisatawan mancanegara diperkirakan akan datang dari negara-negara ASEAN.

Terkait antisipasi penularan Covid-19 dari luar negeri, Sandi menegaskan bahwa Indonesia telah siap mengantisipasi risiko tersebut dengan memberlakukan travel bubble juga karantina.

"Kami sudah menyiapkan dan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di dunia."

"Jadi saya ingin sampaikan kepada pihak-pihak yang meragukan kita dalam menangani pandemi Covid-19, kita tegas akan terapkan dan menyesuaikan, harapannya tentu kita akan sukses dalam penyelenggaraan MotoGP ini," kata Sandi.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Sandal Upanat Khusus Wisatawan ke Candi Borobudur Akan Diproduksi oleh UMKM Lokal

Terkait ancaman virus corona varian omicron yang masih menyebar di Indonesia, berdasarkan prediksi epidemiologi, puncak penularan akan terjadi pada akhir Februari hingga awal Maret.

"Jadi kita harapkan saat perhelatan 18 Maret, kita sudah melewati puncak omicron. Oleh karena itu, ini adalah salah satu sinyal kebangkitan ekonomi kita dan tentunya membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat," pungkas Sandi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar