facebook

7 Dampak Negatif Stres bagi Kesehatan Rambut dan Kecantikan Kulit, Bisa Bikin Jerawatan dan Kelihatan Cepat Tua

Rima Sekarani Imamun Nissa
7 Dampak Negatif Stres bagi Kesehatan Rambut dan Kecantikan Kulit, Bisa Bikin Jerawatan dan Kelihatan Cepat Tua
Ilustrasi jerawat di wajah (shutterstock)

Stres bisa memengaruhi kesehatan seseorang, termasuk kondisi rambut hingga kecantikan kulit. Masalah kecantikan apa yang dapat terjadi?

Suara.com - Stres tidak hanya membuat seseorang tampak kelelahan secara psikologis, kondisi fisik pun dapat terpengaruh. Orang yang stres sering disebut rentan terhadap sejumlah masalah kulit. Kesehatan rambut pun bukannya tak mungkin ikut terganggu.

Dirangkum dari Boldsky, ada beberapa dampak negatif stres bagi kecantikan kulit dan kesehatan rambut. Berikut penjelasannya.

Jerawat

Kamu menghasilkan lebih banyak kortisol saat stres. Hipotalamus menghasilkan CRH (corticotrophin-releasing hormone) sebagai respons terhadap kortisol yang kemudian merangsang produksi minyak kelenjar sebaceous di sekitar folikel rambut. Nah, produksi minyak oleh kelenjar ini dapat menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan jerawat.

Baca Juga: Beli Skincare Mahal Tapi Takut Nggak Cocok? Coba Mini Serum Nacific untuk Atasi Berbagai Masalah Kulit

Ilustrasi kulit berjerawat (pixabay/Kjerstin_Michaela)
Ilustrasi kulit berjerawat (pixabay/Kjerstin_Michaela)

Mata panda

Seiring bertambahnya usia, ini adalah masalah yang umum terjadi karena kekuatan otot-otot di sekitar mata melemah. Namun, ini juga bisa terjadi akibat kurang tidur yang merupakan gejala umum stres.

Kerutan

Stres akan membuat protein di kulit berubah dan mengurangi elastisitas kulit. Hilangnya elastisitas dapat menyebabkan munculnya kerutan.

Ruam

Baca Juga: 5 Manfaat Menjadi Pribadi yang Teorganisir, Kamu Salah Satunya?

Stres juga dapat melemahkan sistem kekebalan sehingga menyebabkan ketidakseimbangan pada kulit yang disebut dysbiosis. Setiap kali ketidakseimbangan ini terjadi, itu bisa memicu kemerahan atau ruam.

Kulit kering

Di lapisan luar kulit, beberapa protein dan lipid memainkan peran penting dalam menjaga sel-sel kulit tetap terhidrasi. Mereka juga berfungsi sebagai penghalang untuk melindungi kulit di bawahnya. Jika lapisan luar tidak berfungsi dengan baik, termasuk akibat stres, kulit bisa menjadi kering dan terasa gatal.

Ilustrasi rambut beruban. (Shutterstock)
Ilustrasi rambut beruban. (Shutterstock)

Rambut beruban

Stres juga bisa membuat rambut lebih cepat beruban. Ini karena kondisi emosi yang tidak stabil dapat mengganggu produksi pigmen melanin oleh melanosit, sel yang bertanggung jawab untuk memberi warna pada rambut.

Rambut rontok

Selain mengganggu produksi pigmen melanin, stres juga bisa berdampak negatif pada pertumbuhan rambut kemudian menyebabkan kondisi yang disebut telogen effluvium. Akibatnya adana munculnya masalah rambut rontok berlebihan.

Itulah beberapa dampak negatif stres bagi kecantikan kulit dan kesehatan rambut. Guna mencegahnya, ada baiknya kamu mencari cara terbaik untuk mengatasi stres.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar