Banting Setir dari Dunia Korporat, Begini Jatuh Bangun Furiyanti Jualan Camilan Telur Gabus

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 03 Februari 2022 | 10:05 WIB
Banting Setir dari Dunia Korporat, Begini Jatuh Bangun Furiyanti Jualan Camilan Telur Gabus
Founder Kata Oma Furiyanti. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Bagi sebagian orang telur gabus barangkali hanya sebuah jajanan biasa. Tapi, di tangan Furiyanti, merek Telur Gabus Kata Oma meraih ‘The Best UMKM’ dengan mencatatkan pembelian tertinggi di antara puluhan ribu UMKM lainnya dalam ajang pameran Industri Kreatif & UMKM ‘Brilianpreneur’ di tahun 2020.

Lalu bagaimana sebenarnya perjalanan Furiyanti mengerek nama jajanan telur gabus? Dalam keterangannya, jauh sebelum berbisnis, Furiyanti adalah sosok perempuan karier yang banyak malang-melintang di dunia korporat.

Sejumlah jabatan mentereng pun pernah disandangnya, mulai level eksekutif hingga direksi. Furiyanti,  mengaku bahwa ia merupakan tipikal orang yang mudah bosan dan selalu ingin mencari tantangan baru.

Salah satu langkah ‘radikal’ yang pernah dia lakukan adalah saat Furiyanti memutuskan untuk kembali ke Australia, mencoba peruntungan di sana namun takdir berkata lain. Furiyanti hanya bertahan 6 bulan dan dia memutuskan kembali ke Tanah Air.

Sekembalinya ke Indonesia, Furiyanti yang sempat bekerja sebagai direktur komunikasi di salah satu konglomerasi ternama tetiba kepikiran untuk mendirikan usaha.

Camilan Telur Gabus. (Dok: Istimewa)
Camilan Telur Gabus. (Dok: Istimewa)

Hal ini karena Furiyanti merasa sosoknya kerap dicurhati oleh orang lain terkait masalah hidupnya, dan kebetulan dia juga tipikal seorang pendengar yang baik.

Akhirnya Furiyanti memutuskan meninggalkan dunia korporat dan memulai usaha perusahaan coaching usai disarankan oleh temannya. Lantas dari situlah perjalanan hidup membawanya
kepada inspirasi untuk mendirikan ‘Kata Oma’.

Saat bekerja sebagai direktur dan sedang merintis Dream Centre (re : nama perusahaan coaching miliknya), Furiyanti terkadang membawa telur gabus buatan ibunya dan melihat rekan-rekannya suka sekali ngemil jajanan telur gabus. Tak disangka telur gabus tersebut banyak menuai antusiasme dari orang-orang di sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, Furiyanti semakin serius menekuni bisnis rintisannya tersebut hingga akhirnya di tahun 2018, dia mantap menggunakan brand ‘Kata Oma’. Adapun asal-muasal pemilihan nama ‘Kata Oma’ dilandasi pada fakta, telur gabus racikan Furiyanti berasal dari ‘resep rahasia’ sang ibunda, yang sudah berstatus nenek alias oma-oma.

baca juga

“'Kata Oma’, yang pasti kita itu we want to honour oma. Karena memang ini resepnya dari seorang oma yang autentik. Selain itu Oma adalah kependekan dari ‘Otentik Masakan Alami’. Makanya value DNA Kata Oma ini autentik. Ya resepnya dibikin dari seorang oma yang dia racik sedemikian rupa, hanya menggunakan bahan-bahan alami supaya jadi camilan yang terbaik buat anak cucunya," ujar Furiyanti.

Ide nama ‘Kata Oma’ sendiri tidak muncul begitu saja. Furiyanti mengaku, hal itu melalui proses riset yang panjang, kita banyak bertanya kepada teman-teman dan calon konsumen apa arti Oma bagi mereka dan mendapatkan kalau kita itu banyak dengar dan percaya apa kata Oma karena Oma itu sayang sekali sama cucu-cucunya, akhirnya kami gunakan "Kata Oma" sebagai brand Telur Gabus warisan Oma tersebut.

Dalam membangun bisnis, proses jatuh-bangun adalah hal yang biasa. Hal itu juga dialami Furiyanti bersama dengan ‘Kata Oma’. Diakuinya, tantangan itu terus ada, terlebih terkait aspek terpenting dalam bisnis yakni 4P (Production, Price, Promotion dan Place) serta distribusi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Furiyanti menerapkan sejumlah strategi yang cukup cemerlang sehingga bisa membuat ‘Kata Oma’ sukses seperti saat ini. Dia mencontohkan, untuk menjaga kualitas produk, ‘Kata Oma’ senantiasa menggunakan bahan yang segar dengan menerapkan standar tinggi.

“Produk itu ga mudah ya, apalagi Kata Oma hanya menggunakan bahan alami, tanpa pengawet, jadi apabila kualitas bahan dasar tidak stabil, pasti kualitas keseluruhan produk akan terpengaruh. Padahal untuk satu produk komponen bahan dasar alaminya begitu banyak, jadi kompleks. Misalnya untuk produk unggulan varian gula aren, ada kegagalan panen aren, nah pengaruh semua ke rasa produk," kata Furiyanti menjelaskan betapa pentingnya sebuah bahan dalam proses produksi.

Lalu terkait promosi, ‘Kata Oma’ awalnya menggunakan sistem reseller karena menurut Furiyanti, teknik tersebut jauh lebih murah dan efektif untuk memasarkan produk. Selain itu, Furiyanti mengungkapkan, bisnis yang baik adalah yang menjawab suatu ‘permasalahan’ konsumen. Dia mencontohkan bagaimana produk ‘Kata Oma’ menyasar target
audiensnya yakni ibu-ibu muda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMKM Bertahan Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19 Varian Omicron

UMKM Bertahan Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19 Varian Omicron

Your Say | Kamis, 03 Februari 2022 | 08:48 WIB

Asosiasi e-Commerce: Layanan Pelanggan Penting Bagi UMKM

Asosiasi e-Commerce: Layanan Pelanggan Penting Bagi UMKM

Tekno | Rabu, 02 Februari 2022 | 20:47 WIB

Erick Thohir Minta UMKM Manfaatkan Aplikasi Pasar Digital

Erick Thohir Minta UMKM Manfaatkan Aplikasi Pasar Digital

Bisnis | Rabu, 02 Februari 2022 | 20:09 WIB

Terkini

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:23 WIB

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:13 WIB

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

×