Perbedaan Jenis dan Karakter Bahan Pada Alat Rumah Tangga

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 21 Februari 2022 | 11:55 WIB
Perbedaan Jenis dan Karakter Bahan Pada Alat Rumah Tangga
Ilustrasi tanah liat. (Elements Envato)

Suara.com - Alat rumah tangga terbuat dari berbagai jenis bahan, disesuaikan dengan kegunaan bendanya. Tetapi, ada pula satu benda yang terbuat dari beberapa jenis bahan.

Misalnya saja gelas. Ada yang terbuat dari plastik, ada pula yang berbahan kaca. Karakteristik gelas plastik dan gelas kaca tentu saja berbeda.

Selain kaca dan plastik, barang lainnya juga ada yang terbuat dari serat, karet, tanah liat, dan logam. Dikutip dari Ruang Guru, berikut karakteristik pada setiap bahan tersebut.

1. Kaca

Ilustrasi gelas (pixabay)
Ilustrasi gelas dari kaca (pixabay)

Bahan utama dari kaca adalah silikon dioksida atau silika dengan rumus molekul SiO2. Bahan ini mudah ditemukan pada pasir kuarsa yang banyak ditemukan pada pasir pantai atau batuan kuarsa di daerah pegunungan.

Contoh yang terbuat dari kaca adalah gelas, toples, cermin, alat masak, dan alat gelas kimia. Kelemahan bahan kaca yakni mudah pecah apabila dapat tekanan terlalu besar.

Keunggulan bahan kaca, yaitu:

  • Tahan terhadap korosi (perkaratan) juga zat kimia. Maka dari itu, banyak dimanfaatkan untuk alat-alat laboratorium.
  • Kedap air, udara, dan mikroorganisme. Hal itu juga yang membuat kaca dimanfaatkan sebagai alat rumah tangga.

2. Plastik

Kantong plastik di salah satu mini market di Pasar Rumput, Jakarta, Senin (21/2).
Ilustrasi: Kantong plastik di salah satu mini market di Pasar Rumput, Jakarta, Senin (21/2).

Umumnya plastik diproduksi oleh manusia dari pengolahan minyak bumi. Benda-benda yang terbuat dari bahan plastik, tidak hanya gelas plastik saja, tapi ada juga ember, gayung, kantong plastik, tas, botol dan lainnya.

baca juga

Karakteristik bahan plastik di antaranya, tidak tembus air, mudah dibentuk dan dicetak, ringan, tidak mudah pecah, lentur, tembus pandang, dan bersifat isolator.

Selain keunggulan itu, plastik juga memiliki kelemahan seperti mudah rusak pada suhu tinggi atau suhu yang rendah.

3. Serat

Serat pohon pisang abaca dari Filipina.[INTERNATIONAL NATURAL FIBER ORGANIZATION]
Serat pohon pisang abaca dari Filipina.[INTERNATIONAL NATURAL FIBER ORGANIZATION]

Serat terbagi menjadi dua, yakni serat alami dan serat sintetis. Serat alami tidak hanya berasal dari hewan, tapi juga dari tumbuhan, seperti kapas, serat kapuk, serat rami, dan jute.

Serat sintetis disebut juga serat buatan, bisa dari bahan alami yang diregenerasi atau dari polimer sintetis yang umumnya adalah plastik.

Contohnya, ada nilon, poliester, dan serat akrilat. Walaupun sintetis, karakteristik dari serat ini punya daya serap yang rendah terhadap cairan dan lebih tahan lama terhadap serangan mikroorganisme.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Komposisi Permen Karet yang Berisiko Menyebabkan Masalah Kesehatan pada Tubuh

Daftar Komposisi Permen Karet yang Berisiko Menyebabkan Masalah Kesehatan pada Tubuh

Health | Senin, 21 Februari 2022 | 10:20 WIB

Bukan Pakai Gelas Plastik, Viral Dispenser di Korea Selatan Sajikan Kertas untuk Minum

Bukan Pakai Gelas Plastik, Viral Dispenser di Korea Selatan Sajikan Kertas untuk Minum

Lifestyle | Senin, 21 Februari 2022 | 08:20 WIB

Tingkatkan Kualitas IKM Sektor Logam di Jogja, Pemkot Rangkul Tenaga Ahli Multi Perspektif

Tingkatkan Kualitas IKM Sektor Logam di Jogja, Pemkot Rangkul Tenaga Ahli Multi Perspektif

Jogja | Sabtu, 19 Februari 2022 | 15:35 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×