Suara.com - Baru-baru ini media sosial diramaikan dengan kisah asmara seorang wanita muda asal Malaysia yang baru dinikahi oleh atasannya. Menariknya lagi, sang atasan juga menjadi mualaf karena tertarik dengan keseharian wanita itu.
Kisah ini dialami oleh Nurul Anis Izzati Muzafar Shah (22) yang resmi dinikahi Aariz Yee (30) pada 19 Februari 2022 lalu. Keduanya bertemu di sebuah toko roti di Bandar Kinrara, Selangor, di mana Aariz merupakan majikan Izzati.
Hubungan intens keduanya dimulai sejak pemuda keturunan Tionghoa itu mengamati rutinitas Izzati dalam beribadah. Pasalnya Izzati selalu menyempatkan diri untuk mengerjakan salat di sela-sela jam kerjanya.
"Waktu masuk kerja dulu tidak ada tempat untuk salat. Cuma ada satu ruangan kecil di bagian belakang toko saja," ujar Izzati, seperti dikutip Suara.com dari MStar pada Rabu (2/3/2022).
"Saya minta izin Bos untuk salat di sana," imbuh Izzati yang kemudian mendapat lampu hijau. Alhasil Aariz akan membantu di toko, terutama saat Maghrib, lantaran ada karyawannya yang harus salat sementara toko cukup ramai pelanggan.
Dari situlah keduanya mulai dekat satu sama lain. Aariz rupanya menunjukkan ketertarikan terhadap agama Islam dan mulai banyak bertanya kepada karyawatinya tersebut.

"Kalau dia lihat saya sudah selesai salat, dia banyak tanya, seperti 'kenapa salat?', 'memangnya perlu?', dan 'apa kegunaannya?'. Dia juga pernah tanya kenapa saya pakai hijab," terang Izzati.
Perbincangan itu yang lama-kelamaan semakin membuat Aariz tertarik kepada agama Islam. Mengaji, menghafal doa, atau membaca surat-surat Al Quran, semua dilakukan perlahan dengan bantuan Izzati.
Ketertarikan Aariz terhadap agama Islam ini juga yang akhirnya mendekatkannya kepada keluarga Izzati. Sebab ayah Izzati, Muzzafar Shah, juga turut membantu Aariz mendalami ilmu agama.
Hingga Aariz memutuskan untuk memeluk agama Islam secara sepenuhnya. "Setelah agak lama belajar agama, dia memutuskan masuk Islam pada bulan Juli 2021," kata Izzati.
Sebagai mualaf, Izzati dan keluarganya tentu terus memberi bantuan kepada Aariz. Hal itulah yang lambat laun memunculkan rasa suka di hati Aariz untuk sang pegawai.
"Waktu itu dia mengaku belum ada rasa sama saya. Tapi lama-kelamaan, karena saya banyak mengajarkannya soal agama Islam, dia mulai tertarik dengan saya," tutur Izzati.
Ketertarikan Aariz terhadap Izzati rupanya disambut baik oleh keluarga wanita itu. Bahkan ayah Izzati terus memberikan dukungan, bukan hanya soal hubungan mereka tetapi juga untuk memperdalam keagamaan Aariz.
"(Namun) keluarga suami yang awalnya agak sulit menerima keputusannya (Aariz) untuk memeluk agama Islam dan menyuruh Aariz berpikir matang-matang terlebih dahulu," katanya.
"Mereka khawatir dia sewaktu-waktu minta kembali karena masalah agama tidak main-main. Setelah berpikir 2-3 hari, dia akhirnya mantap untuk masuk Islam," sambung Izzati.