Array

Gamofobia Ketakutan untuk Menjalin Hubungan, Ciri-Ciri dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Arendya Nariswari Suara.Com
Jum'at, 18 Maret 2022 | 22:07 WIB
Gamofobia Ketakutan untuk Menjalin Hubungan, Ciri-Ciri dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Ilustrasi trauma yang menyebabkan gamofobia. (Pexels/RODNAE Productions)

Suara.com - Seperti halnya fobia pada umumnya, gamofobia ditandai dengan ketakutan yang sebenarnya tidak sebanding dengan ancaman yang ada.

Ketakutan ini terjadi secara terus menerus, berulang setidaknya selama enam bulan. 

Apa itu Gamofobia?

Dilansir dari laman very well mind Gamofobia adalah fobia atau ketakutan seseorang dalam menjalin hubungan, membuat komitmen, atau menikah.

Tentu saja keadaan ini membuat orang tersebut kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain. Bahkan, ketakutan ini muncul hanya dengan memikirkannya saja. Tentu saja rasanya pasti cukup menyiksa, karena perasaan ingin bersama orang yang kita sayang bisa muncul kapan saja.

Ciri-ciri Gamofobia

Seseorang dengan gamofobia umumnya akan memilih untuk menjauhkan diri dari orang lain sebelum akhirnya benar-benar menyukainya. Mereka cenderung menghindari berkencan bahkan pada seseorang yang disayanginya.

Selain melalui perasaan, ciri-ciri gamofobia juga dapat dilihat secara fisik seperti berikut:

  • Mudah berkeringat
  • Sering merasakan tubuh gemetar
  • Detak jantung lebih cepat dari nafas
  • Hiperventilasi

Beberapa orang dengan gamofobia mungkin masih mampu menjalin hubungan dengan orang lain. Namun, ketika mereka memasuki tahapan lebih serius, ketakutan dan kecemasan itu tiba-tiba datang kembali.

Baca Juga: Masa-masa PDKT Fase Paling Indah Ketimbang Pacaran, Kamu Setuju?

Penyebab Gamofobia

Seperti fobia lainnya, gamofobia seringkali merupakan hasil dari beberapa faktor pemicu yang berbeda. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kecemasan ini muncul karena tuntutan sosial atau kewajiban finansial yang harus mereka penuhi dalam sebuah hubungan.

1. Pengalaman Buruk

Traumatis masih menjadi salah satu faktor terbesar muculnya gamofobia. Anak-anak yang tumbuh dalam rumah tangga dengan orang tua tidak bahagia, selalu bertengkar, atau bahkan mengalami kekerasan dalam rumah tangga umumnya menderita gamofobia karena takut menghadapi situasi yang sama.

Toxic relationship juga menjadi salah satu alasan kuat seseorang ketakutan menjalin hubungan romansa yang baru.

2. Gaya Pengasuhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI