Mengenal 3 Tokoh Pendidikan Indonesia dan Pemikirannya yang Mencerdaskan Bangsa!

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 29 April 2022 | 11:05 WIB
Mengenal 3 Tokoh Pendidikan Indonesia dan Pemikirannya yang Mencerdaskan Bangsa!
Ilustrasi pendidikan (Shutterstock/Cherries)

Suara.com - Meski masih banyak hal yang perlu diperbaiki, namun sistem pendidikan Indonesia lebih baik dari sebelumnya. Hal ini tidak lepas dari peran tokoh pendidikan Indonesia di masa lalu.

Tokoh pendidikan Indonesia ini punya ide dan gagasan penting agar masyarakat lebih berkualitas lewat pendidikan. Perjuangan tokoh yang juga pahlawan Indonesia ini sudah dimulai sejak sebelum kemerdekaan NKRI.

Berikut ini tiga tokoh pendidikan Indonesia, lengkap dengan ide dan gagasannya, mengutip Ruang Guru, Jumat (29/4/2022).

1. K.H Agus Salim
Agus Salim adalah salah satu perumus lima sila dalam Pancasila, yang jadi pegangan bangsa Indonesia.

Ia adalah tokoh nasional yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Pendidikan dasarnya ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS). ELS adalah sekolah khusus anak-anak Eropa.

Agus Salim melanjutkan pendidikannya ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Karena kecerdasannya, Agus Salim berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda pada tahun 1903.

Sayang prestasinya sebagai lulusan terbaik HBS, tidak bisa membuatnya melanjutkan studi ke luar negeri, karena tidak berdarah Eropa murni.

Di rumah ia mendidik secara langsung anak-anaknya, ia menerapkan pola belajar yang asik dan menyenangkan namun tetap mendidik.

Ada beberapa metode yang dilakukan Agus Salim untuk mengasah kemampuan membaca, menulis, dan juga berhitung, metode yang diterapkan dengan cara-cara yang santai seolah sedang bermain.

baca juga

2. HJ Rangkayo Rasuna Said

Ilustrasi Rasuna Said. Perempuan asal Minangkabau ini merupakan Pahlawan Nasional Indonesia. [Dok. BBC]
Ilustrasi Rasuna Said. Perempuan asal Minangkabau ini merupakan Pahlawan Nasional Indonesia. [Dok. BBC]

Lahir 14 September 1910, di Maninjau, Sumatera Barat, Rasuna Said tumbuh jadi sosok cerdas, pemikiran luas, dan pendirian tangguh.

Tokoh perempuan ini punya peran penting saat perjuangan kemerdekaan, terutama di bidang pendidikan dan politik.

Dalam perjuangannya Rasuna Said mendirikan sekolah Thawalib, yang mengajar sebagai seorang perempuan yang memperjuangkan hak pendidikan perempuan.

Bersama dengan Soemantra Thawalib ia melahirkan PERMI (Persatuan Muslimin Indonesia), yang diantaranya ada sekolah kursus putri dan sekolah normal khusus, serta Rasuna Said jadi pemimpin sekolah-sekolah tersebut.

Rasuna yang memperjuangan hak pendidikan perempuan itu, pernah dipenjara oleh pemerintah kolonial Belanda karena pidatonya.

Sekedar informasi, Rasuna adalah perempuan Indonesia pertama yang dibui karena tuduhan ujaran kebencian. Ia dipenjara selama 1 tahun 2 bulan.

Rasuna Said punya pemikiran, bahwa perempuan harus ikut andil memikirkan gagasan kebangsaan, serta ikut andil dalam perjuangan kemerdekaan.

Menurutnya, Indonesia tidak akan pernah bisa merdeka jika perempuannya masih terbelakang. Kaum perempuan Indonesia wajib berpikiran maju, seperti kaum lelaki.

3. Ki Hajar Dewantara
Tokoh yang tidak asing dan dikenal sebagai bapak pendidikan Indonesia. Lahir 2 Mei 1889, keturunan bangsawan, sejak kecil sudah difokuskan untuk mengenyam pendidikan. Pertama kali ia bersekolah di Sekolah Dasar untuk anak-anak Eropa dan juga kaum bangsawan, yaitu ELS.

Selanjutnya melanjutkan pendidikan di STOVIA, sekolah pendidikan dokter pribumi pada masa kolonial Belanda, yang dikenal sebagai Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Sayang, ia tidak bisa menyelesaikan sekolah, karena sakit. Namun kemahirannya menulis, dan menuangkan sikap anti kolonial dalam tulisannya, ia pernah diasingkan ke Belanda karena tulisannya.

Setelah kembali pada September 1919, ia kembali melakukan perlawanannya melalui tulisan-tulisannya sampai orasinya, dan kembali dipenjara.

Tepat 3 Juli 1922, Ki Hajar mendirikan Lembaga Pendidikan Nasional Taman Siswa. Sekolah ini didirikan khusus bagi rakyat pribumi.

Ki Hajar sadar bahwa pendidikan adalah senjata yang paling tajam untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan.

Menurutnya, jika bangsa Indonesia cerdas maka tidak akan lagi mudah dibodohi oleh bangsa kolonial Belanda.

Taman Siswa ini benar-benar independen, Ki Hajar tidak sudi menerima subsidi dari pemerintah kolonial Belanda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isi Ceramah Tarawih di Masjid Kampus UGM, Mantan Rektor UNY Sebut Imtaq dan Iptek Harus Seimbang di Era Modern

Isi Ceramah Tarawih di Masjid Kampus UGM, Mantan Rektor UNY Sebut Imtaq dan Iptek Harus Seimbang di Era Modern

Jogja | Senin, 11 April 2022 | 10:56 WIB

Viral Siswi Meninggal Dunia Dua Hari Sebelum Pengumuman SNMPTN 2022, Warganet Ikut Bangga dan Tetap Ucapkan Selamat

Viral Siswi Meninggal Dunia Dua Hari Sebelum Pengumuman SNMPTN 2022, Warganet Ikut Bangga dan Tetap Ucapkan Selamat

Lifestyle | Rabu, 30 Maret 2022 | 13:33 WIB

Ulasan Film Marley: Kritik Terselubung Terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia

Ulasan Film Marley: Kritik Terselubung Terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia

Your Say | Rabu, 16 Maret 2022 | 21:43 WIB

Terkini

IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!

IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:19 WIB

Kisah Tragis Gatot yang Dieksekusi Anak Angkat Secara Sadis di Nganjuk

Kisah Tragis Gatot yang Dieksekusi Anak Angkat Secara Sadis di Nganjuk

Jatim | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:15 WIB

Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam

Pagi-pagi Iran Kirim Rudal 'Kiamat' ke Kuwait dan Bahrain, Balas Dendam Serangan AS Semalam

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:07 WIB

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang  Gurih dan Empuk!

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB

Tak Ada Jalan, Perahu Jadi Andalan Siswa Berangkat Sekolah di Muara Gembong

Tak Ada Jalan, Perahu Jadi Andalan Siswa Berangkat Sekolah di Muara Gembong

Foto | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB

As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang

As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:00 WIB

RI Masih Dapat Berkah dari Geopolitik, Investasi Tetap Mengalir Rp1.010,6 T di Semester I

RI Masih Dapat Berkah dari Geopolitik, Investasi Tetap Mengalir Rp1.010,6 T di Semester I

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:58 WIB

Indonesia Masuki Era Penduduk Menua, Lansia Butuh Banyak Rumah Sehat

Indonesia Masuki Era Penduduk Menua, Lansia Butuh Banyak Rumah Sehat

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:51 WIB

Breakingnews! Selat Hormuz di Ambang Lumpuh Total

Breakingnews! Selat Hormuz di Ambang Lumpuh Total

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:49 WIB

Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik

Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:42 WIB

×