Rowo Bayu Banyuwangi, Tempat Wisata yang Diyakini Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Rifan Aditya

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:54 WIB
Rowo Bayu Banyuwangi, Tempat Wisata yang Diyakini Lokasi Asli KKN di Desa Penari
Rowo Bayu Banyuwangi, Tempat Wisata yang Diyakini Lokasi Asli KKN di Desa Penari - Rowo Bayu di Banyuwangi. (Instagram/ichannissaxzz)

Suara.com - Film KKN di Desa Penari menyita perhatian publik. Bahkan, Menteri BUMN Erick Thohir juga penasaran dengan lokasi asli KKN di Desa Penari yang kabarnya terletak di Rowo Bayu Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut keterangan Sudirman, seorang pengelola dan penjaga Rawa atau Rowo Bayu, lokasi KKN di Desa Penari ada di Desa Rowo Bayu Banyuwangi, Jawa Timur. Sudirman juga menjelaskan bahwa kejadian KKN yang menelan korban jiwa itu terjadi pada 2008 silam.

Sebanyak enam orang mahasiswa dari sebuah kampus di Surabaya melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Rowo Bayu. Dua dari mahasiswa tersebut terlibat asmara, hingga akhirnya menimbulkan masalah yang tak terduga. Namun, cerita yang disampaikan oleh Sudirman sedikit berbeda dengan tulisan di utas SimpleMan.

Mengutip unggahan di akun Instagram Erick Thohir, Sudirman menceritakan bahwa aaat sedang menjelajahi Rowo Bayu, ada dua mahasiswa yang tersesat dan bertemu dengan seseorang di bagian utara desa. Di sana, keduanya ketemu dengan seseorang yang mengajaknya mampir, lalu dijamu dan diberi oleh-oleh makanan yang dibungkus dengan kertas koran.

Desa yang didatangi oleh kedua mahasiswa tersebut adalah desa lelembut yang bernama Desa Penari. Sudirman juga menjelaskan bahwa kedua mahasiswa yang berkunjung ke Desa Penari meninggal dunia. 

Sejarah Rowo Bayu Banyuwangi 

Rowo Bayu di Banyuwangi. (Instagram/@banyuwangidestination)
Rowo Bayu di Banyuwangi. (Instagram/@banyuwangidestination)

Sejarah Rowo Bayu Banyuwangi berkaitan dengan sejarah Prabu Tawang Alun, yaitu salah satu Raja Kerajaan Blambangan termasyhur. Dirangkum dari laman Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, pada tahun 1767 ketika ekspedisi militer VOC datang ke Blambangan untuk membantu kerajaan ini melepaskan diri dari pengaruh kerajaan-kerajaan di Bali.

Hanya dalam waktu satu bulan, pasukan VOC mengalahkan pasukan Bali pada Februari 1867. Namun, ketenangan rakyat terusik empat bulan kemudian setelah Wong Agung Wilis, yaitu saudara tiri Pangeran Adipati Danuningrat (1736-1764), melakukan pemberontakan.

Singkat cerita, kematian pimpinan VOC, Vaandrig Schaar dan Cornet Tinne dalam pertempuran itu membuat Belanda marah. Setahun kemudian, VOC mendatangkan ribuan prajurit tambahan dari Madura, Surabaya, dan juga Besuki.

baca juga

VOC lalu mendirikan benteng di Desa Bayu dan membakar lumbung-lumbung padi milik pasukan Jagapati, hingga menimbulkan kelaparan. Dalam kondisi kesulitan inilah pasukan Jagapati diserang habis-habisan oleh para tentara Belanda.

Pertempuran di Desa Bayu ini dikenal dengan Puputan Bayu atau perang habis-habisan dalam istilah Bali. Kekalahan pasukan Jagapati membuat populasi rakyat Blambangan menyusut drastis dari 80.000 jiwa menjadi 8.000 jiwa saja.

Menurut sejarawan Universitas Gajah Mada, Sri Margana, Puputan Bayu pada 11 Oktober 1772 ini dikenal sebagai salah satu perang yang paling sadis yang terjadi di Indonesia. Pasukan VOC memenggal kepala pasukan Jagapati, lalu menggantung di pepohonan di sekitar Rawa Bayu.

Kemudian, untuk mengenang peperangan ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membangun monumen Puputan Bayu di pintu masuk Desa Bayu. Monumen ini hanya berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi Puputan Bayu.

Wisata Rowo Bayu Banyuwangi

Lokasi pertempuran yang dikenal dengan nama Rowo Bayu ini menjadi tujuan wisata alam karena pemandangan yang menarik dan suasananya yang tenang dan damai. Para pemeluk Hindu di Banyuwangi dan Bali menjadikan Rowo Bayu sebagai tempat bersuci maupun semedi dan sembahyang. 

Terlepas dari benar tidaknya Rowo Bayu Banyuwangi sebagai lokasi asli KKN di Desa Penari, masyarakat umum perlu tetap melestarikan tempat wisata tersebut. Apalagi ada masyarakat agama tertentu yang memakainya untuk beribadah.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapi KKN di Desa Penari Versi Extended, Begini Respon Sang Sutradara

Tanggapi KKN di Desa Penari Versi Extended, Begini Respon Sang Sutradara

Your Say | Kamis, 19 Mei 2022 | 09:52 WIB

Penjaga Rowo Bayu Ungkap Kisah Asli KKN di Desa Penari, Bikin Erick Thohir Merinding

Penjaga Rowo Bayu Ungkap Kisah Asli KKN di Desa Penari, Bikin Erick Thohir Merinding

Malang | Rabu, 18 Mei 2022 | 14:22 WIB

Curhat Pemeran Hantu Film KKN di Desa Penari, Dibayar Rp 75 Ribu hingga Tak Boleh Hapus Make Up 24 Jam

Curhat Pemeran Hantu Film KKN di Desa Penari, Dibayar Rp 75 Ribu hingga Tak Boleh Hapus Make Up 24 Jam

Entertainment | Rabu, 18 Mei 2022 | 10:33 WIB

Terkini

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Jatim | Kamis, 05 November 2026 | 21:43 WIB

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:35 WIB

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:22 WIB

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 21:17 WIB

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:15 WIB

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 21:08 WIB

×