facebook

Peliharaan Wagub Sumut Musa Rajekshah Jadi Kontroversi, Ini 6 Fakta Tentang Kucing Emas Sumatera yang Terancam Punah

Vania Rossa | Dinda Rachmawati
Peliharaan Wagub Sumut Musa Rajekshah Jadi Kontroversi, Ini 6 Fakta Tentang Kucing Emas Sumatera yang Terancam Punah
Postingan Instagram Pembela Satwa Liar menyoal aktivitas Wagub Sumut bersama seekor kucing emas. (bidik layar video Instagram)

Kucing emas Sumatera, hewan peliharaan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah yang dipamerkan di media sosial beberapa waktu lalu menimbulkan kontroversi.

Suara.com - Kucing emas Sumatera, hewan peliharaan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah yang dipamerkan di media sosial beberapa waktu lalu menimbulkan kontroversi.

Pasalnya, kucing emas atau yang dikenal dengan Catopuma temminckii ternyata masuk ke dalam daftar hewan dilindungi menurut undang-undang.

Menurut Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MenLHK/Setjen/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, kucing emas atau catopuma temminckii masuk ke daftar hewan yang dilindungi.

Permen tersebut diteken Menteri LHK Siti Nurbaya di Jakarta pada 28 Desember 2018. Permen tersebut lantas diundangkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Widodo Ekatjahjana di Jakarta pada 21 Januari 2019.

Baca Juga: Pembangunan Kawasan Wisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Ancam Habitat Hewan Langka

Tentu saja, tindakan tersebut membuatnya mendapatkan banyak kritik dari masyarakat. Bahkan akun Instagram @pembelasatwaliar milik Garda Animalia juga memprotes tindakan Wagub Sumut Musa yang menjadikan kucing emas sebagai hewan peliharaan.

Akun tersebut menyayangkan tindakan Musa yang memelihara satwa liar yang hampir punah tersebut. Mereka khawatir pembuatan konten yang dilakukan Musa malah mengundang masyarakat lain untuk ikut memelihara satwa liar.

"Padahal, kami berharap Bapak sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara bisa turut serta menyuarakan untuk tidak memelihara satwa liar dan menjaga alam Indonesia," pesan @pembelasatwaliar pada Rabu (25/5/2022).

Dilansir Animalia, hewan yang dikenal sebagai kucing emas Asia ini terdapat di Asia Tenggara, dari Nepal dan Tibet hingga Cina Selatan, Sumatra, dan India. Kucing ini memang memiliki kecantikan luar biasa yang terlihat pada bulu dan warnanya.

Warna dan bulu mereka berkisar dari warna kayu manis hingga berbagai warna cokelat, dan juga abu-abu dan hitam (melanistik). Ada beberapa kucing dengan tanda berbintik dan bergaris, penampilannya mirip dengan ocelot.

Baca Juga: 5 Hewan Langka di Indonesia, Salah Satunya Bekantan

Terkadang ada belang di kepala dan pipi mereka. Serta telinga yang berwarna hitam di bagian luar dan abu-abu di bagian dalam. Bagian bawah kucing juga biasanya berwarna putih.

Komentar